Nasehat Ulama Pada Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya, Untuk Kebaikkan Indonesia, Terapkan Islam,Tinggalkan Kapitalisme dan Buang Komunisme

Surabaya, (shautululama) – Sabtu malam, 25 Juli 2020 telah terselanggara Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya yang dilaksanakan secara daring melalui channel youtube Multaqa Ulama Aswaja TV. Multaqa kali ini diikuti oleh para ulama, kyai, pengasuh ponpes, pengasuh majlis taklim serta sejumlah ustad berserta muhibbinnya dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik serta Madura.

Multaqa ulama malam ini untuk mensikapi kondisi perpolitikan di negeri ini, sebagaimana berita yang telah tersebar luas, bahwa Pemerintah dan DPR RI ngotot untuk tetap mengagendakan pembahasan RUU BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), yang merupakan metamorfose dari RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang telah diprotes dan ditolak oleh semua ormas dan elemen masyarakat; MUI, NU, Muhammadiyah, Pemuda Pancasila dll.

Kengototan Pemerintah dan DPR tersebut menunjukkan bukti yang kuat bahwa; pertama, mereka bekerja bukan untuk rakyat, tapi untuk asing dan aseng, –terutama china-komunis–, sebagaimana Omnibuslaw. kedua, mereka memusuhi Islam dan Pejuang Islam, dengan mencitrakan diri mereka bekerja untuk rakyat yang selalu diganggu oleh kelompok radikal, sebagaimana kebijakan-kebijakan sebelumnya.

Berkaitan dengan itu, maka kami para Habaib, Ulama dan Kyai yang bergabung dalam multaqa ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah Surabaya raya menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut: Khilafah adalah ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah, siapa saja yang memusuhi Khilafah (bagian dari ajaran Islam) akan berhadapan langsung dengan pemiliknya, yaitu Allah SWT.

Negara China dengan ideologi kapitalisme dan komunisme, tidak layak dijadikan sandaran ataupun dimintai pertolongan, karena China negara sedang sekarat. Kenyataannya ada 300 juta rakyat China pengangguran, 700 juta lainnya berpenghasilan setara 2 juta rupiah (hanya bisa untuk sewa rumah), para investor akan menarik investasinya, tenaga kerja yang mereka paksakan masuk ke Indonesia adalah tenaga kerja kasar, melalui program kerjasama turnkey project.

Sistem kapitalisme demokrasi dengan nasionalismenya telah melahirkan rezim pembohong, penipu dan musuh Islam; yang bekerja hanya untuk asing dan aseng, dengan menghianati amanat rakyat. Kini umat sudah menyadari hal itu, mereka tidak lagi percaya kepada penguasa demokrasi dan segera meninggalkannya. Umat Islam lebih memilih hidup diatur dengan syariah Islam dan berharap kembali hidup dalam naungan khilafah sebagai satu-satunya sistem pemerintahan yang telah diwariskan oleh Rasulullah Saw. Umat Islam siap menyambut seruan ulama, kyai untuk berjuang bersama-sama dibawah komando para Habaib, Ulama dan Kyai untuk tegaknya Khilafah.

 

Pada kesempatan multaqa kali ini para ulama juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, kususnya umat Islam, untuk menolak RUU Haluan Ideologi Pancassila (RUU HIP) yang bermetamorfose menjadi RUU BPIP (Badan Pembinaan Ideoligi Pancasila), karena akan menghilangkan peran agama (Islam) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; serta memberi ruang untuk bangkit dan berkuasanya komunisme.

Kami menyeru semua elemen masyarakat –terutama umat Islam–untuk meninggalkan Kapitalisme-Demokrasi dan Komunisme yang tidak menghasilkan apapun kecuali rezim yang lebih mengutamakan kepentingan asing dan aseng dan hanya memelaratkan, menyengsarakan dan menistajan rakyatnya sendiri. Jangan mudah tertipu oleh skenario politik murahan yang hanya akan menguntungkan kelompok oportunis dan tuannya, serta merugikan Islam dan umat Islam

Kami seluruh elemen umat Islam untuk berjuang menegakkan Khilafah Islamiyah, sebagai ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah yang telah terbukti menjadi rahmad bagi seluruh alam.

Kami juga mengajak kepada seluruh Habaib, Ulama dan Kyai untuk merapatkan barisan dalam membimbing dan memimpin umat untuk berjuang menegakkan Khilafah Islamiyah, menggantikan Kapitalisme-Demokrasi-Komunisme.

Khusus kepada TNI untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan terhadap agama, rakyat dan negeri Islam terbesar di dunia ini dari makar kelompok komunis serta bergabung bersama-sama Habaib, Ulama, Kyai dan umat Islam dalam berjuang menegakkan Khilafah.

Ketahuilah, bahwa pertongan Allah SWT sangatlah dekat.
Surabaya, 4 Dzul Hijjah 1441 H / 25 Juli 2020 M

Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah Jawa Timur.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …