Nasehat Ulama dalam Multaqa Ulama Aswaja Depok-Bogor: Campakkan Kapitalisme, dan Buang Komunisme

Bogor, (shautululama) – Lebih dari 50 undangan yang terdiri atas tokoh masyarakat, alim ulama, habaib, kyai dan asatidz menghadiri Multaqa Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah Depok-Bogor pada Sabtu pagi, 4 Juli 2020.

Dalam Multaqa Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah ini turut hadir para tokoh alim ulama, kyai dan habaib dari Depok antara lain: KH. Andi Hasyim (MT. Ulin Nuha Depok), Habib Abudzar al-Habsyi (Sawangan), Ust. Asep Yayat (Pengasuh MT. Nasyatul Falaah Cimanggis), Ust. H. Slamet, MM (Pimpinan MT. Ikhwanul Muslimin, Sukmajaya), Ust. H. Sayuti, S.Pd (Pimpinan MT Darul Iman Ps. Agung Sukmajaya), Ust Fadli, S.Ag al-Hafizh (Mudir STP Khoiru Ummah Depok).

Multaqa kali ini diisi dengan penyampaian kalimah minal Ulama antara lain: KH. Hasyim Musthafa (MT. Baitul Khoir Depok), KH. Mumuh Muhyidin (Pimpinan Ponpes An-Nur Pamijahan Bogor), KH. Fahmi Shadri (Majelis Quranic Celestial Entrepreneur), KH. DR. Ahmad Nawawi, MA (Majelis Lampu Al-Quran Depok), Kyai Farhan Suhail (Majelis Sabilun Nahdhah Depok), Kyai Aa Syamri (Pimpinan Ponpes Pancaran Amal, Gunung Pancar Bogor), KH. Nur Efendi al-Hafizh (Pimpinan Ponpes Nurul Quran Depok), KH. Ahmad Maulana, MPd (Pimpinan MT Al-Munawwar Tapos Depok), dan Kyai Adi Maretnas (Ulama Aswaja Bogor).

Nampak para ulama yang mengikuti multaqa ini secara online antara lain: KH Abdullah Arief (MT Shubuh Al Busyro), Habib Muhammad Nauval Syami bin Musthofa Al Attas (MT Nurusyafaat), Habib Sayid Alwi bin Ali bin Husein Al Khered (Majelis Mafahim Islamiyah), KH Cecep Sonhaji, (Pimp YPI Daarul Khairiyah), KH Yoyon Syachroni (Ponpes Adzkiyatun Nisa), KH Haris Iskandar (Majelis Daarul Fatih), Kyai Usman Kamaludin (Ponpes At Tajuriyyu), Kyai Ismail Attibawy ( MT Hijr Ismail), Kyai Zeini Miftah (MT Al Inayah), dan KH Ujang Tajudin ( Ponpes Miftahul Jannah).

Tema yang diangkat dalam Multaqa kali ini adalah, ‘Menatap Masa Depan Umat, Tinggalkan Kapitalisme-Demokrasi dan Komunisme Menuju Islam’ ini pun semakin khidmat karena dihantarkan dengan pembacaan Maulid oleh Habib Abudzar al-Habsyi dan para ustadz serta santri beliau.

Dengan dipandu rais multaqa, KH. Drs. Amir Ma’ruf acara diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh ustadz Budi Rahmatullah (Alumni Ponpes Al-Qur’an Bogor). Selanjutnya tampil Kyai Dede Wahyudin selaku sohibul hajat dari Forum Ulama Aswaja Kota Depok menyampaikan sambutan hangat sekaligus penghargaan dan terima kasih kepada seluruh tokoh ulama, kyai dan habaib yang hadir menyukseskan multaqa ulama.

Dalam pengantarnya, Kyai Dede mengibaratkan kondisi umat Islam saat ini seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Dihantam musibah bertubi-tubi tanpa ada pelindung dan penolong. “Andai hal ini dialami oleh umat yang lain, niscaya sudah binasa!” tegas beliau.

Persoalan terkini yang dihadapi umat adalah kondisi luar biasa akibat pendemi Covid-19, tapi penguasa malah bersikap abai. Contohnya pemberlakuan New Normal tapi rezim bukan terapkan kebijakan yang berbasis kesehatan. Bahkan rezim ini bersama DPR lakukan hal yang tidak ada urgensinya yaitu RUU HIP.

“Maka situasi saat ini membuktikan bahwa rezim yang menerapkan Kapitalisme-demokrasi adalah rapuh seperti sarang laba-laba, gagal mengatasi masalah bahkan menjadi bagian dari masalah!. Karena itu saatnya mencampakkan Kapitalisme-demokrasi dan Komunisme serta menatap masa depan umat menuju Khilafah”, tandas beliau.

Di akhir acara dibacakan Pernyataan Sikap Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah Depok-Bogor oleh Gus Ali Fatoni (Pengasuh Mahad Syaraful Haramain) dan ditutup dengan doa yang dipimpin Kyai Usman Kamaluddin dari Ponpes At-Tajuriyyu Bogor.

Forum para ulama ini diselenggarakan melalui layanan Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal youtube, Liwa channel.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …