Nasehat Ulama Aswaja Se Nusantara Untuk Bangsa, Saatnya Tinggalkan Ideologi Produk Manusia, dan Beralih ke Islam Kaffah

Jakarta,  (shautululama) – Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah, Ahad 17 Oktober 2021 bertepatan dengan 10 Rabuil Awwal 1443H, Ulama Aswaja kembali menggelar Multaqa Ulama Aswaja Se Nusantara melalui media daling, zoom meeting serta channel youtube Baitul khair, yang direlay juga melalui channel Rayah TV, MUA TV, dll.
Selain untuk menjalin silaturahmi antar ulama aswaja se nusantara, multaqa ini merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian serta urun rembuk ulama atas kondisi negeri agar menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun warabbun ghofur.

Sebagaimana kita ketahui, di bulan September 1965 telah terjadi tragedi berdarah yang telah menimbulkan luka mendalam yang dikenang sepanjang sejarah bahwa PKI (Partai Komunis Indonesia) telah melakukan pemberontakan dan membunuh sejumlah jendral, ulama, santri, membakar pondok pesantren dengan cara yang sadis dan brutal. Tujuan mereka tidak lain, ingin merubah negeri ini diatur dengan ideologi PKI yaitu Komunis.

Namun rangkaian kejahatan, kebiadaban, kebrutalan bahkan pemberontakan PKI di negeri kita tercinta yang dilakukan bukan hanya sekali tetapi 2 kali, pemberontakan PKI di tahun 1948, dan pemberontakan PKI di tahun 1965, yang dikenal luas dengan G30S PKI itu.  Kini ada upaya untuk menggubur dan mengkaburkan peristiwanya, dengan memutarbalikan fakta bahwa mereka (PKI) adalah korban. Lebih tragisnya lagi ada upaya secara sistemik dan terselubung untuk membangkit kembali ideologi komunisme melalui sejumlah proyek dan program dengan kerjasama bersama negara komunis China.

Mensikapi kondisi ini, para ulama Aswaja Se Nusantara menggelar multaqa dengan tema “Bahaya, Mafsadat dan Madharat Ideologi Buatan Manusia, Pelajaran dari Pemberontakan PKI, Saatnya Kembali Kepada Islam Kaffah”.

Acara multaqa diawali dengan sambutan dari shahibul hajah KH. M. Khairi Sulaiman, Ulama Aswaja Jawa Timur. Beliau mengingatkan kembali peristiwa pemberontakan yang dilakukan PKI, yang saat ini ada upaya untuk dikubur peristiwa tersebut. PKI dengan ideologi komunismenya telah berbuat sadis dan kejam terhadap para ulama, jendral serta umat Islam, serta  telah dua kali melakukan pemberontakan di negeri ini yaitu di tahun 1948 dan 1965.

Lalu Kyai Sulaiman melanjutkan, tidak hanya komunisme yang perlu diwaspadai, tetapi juga ideologi kapitalisme demokrasi sekuler yang telah menyebabkan negeri ini terpuruk, kekayaan alamnya dijarah oleh para konglemerat dengan difasilitasi negara melalui undang-undang. Sudah seharusnya umat islam meninggalkan ideologi produk manusia dan hanya dengan syariah islam kaffah negeri ini dikelola agar memberikan kesejahteraan dan rahmad bagi semua.

Lalu dilanjutkan dengan keynote speech dari KH. Rakhmad S. Labib, Ulama Aswaja Jakarta, yang mengingatkan kembali kepada para ulama akan bahaya ideologï buatan manusia, sebagai ulama kita harus membimbing umat ke jalan yang benar.

“Semua ideologi buatan manusia sama saja, apakah itu komunisme atau kapitalisme adalah ajaran bathil dan sesat. Hanya Islam yang benar karena berasal dari Allah SWT, dan Islam memiliki seperangkat aturan untuk mengurus kehidupan. Oleh karena itu, wajib bagi kaum muslimin menerapkan aturan Allah SWT di bawah naungan khilafah al minhajin nubuwwah, dan meninggalkan aturan, ideologi produk manusia”, tegas Kyai Labib

 

 

 

 

 

Sejumlah perwakilan ulama Aswaja dari seluruh penjuru nusantara diberikan ihtirom untuk menyampaikan pandangan dan nasehatnya terhadap persoalan di atas. Hadir sebagai nara sumber antara lain:
1. KH. Rakhmad S. Labib, Ulama Aswaja Jakarta
2. KH. M. Khairi Sulaiman, Ulama Aswaja Jawa Timur
3. KH. Dr. Fahmi Lukman, Ulama Aswaja Jawa Barat
4. Guru Wahyudi Ibnu Yusuf, Ulama Aswaja Kalimantan Selatan
5. KH. Umar Siddiq, Ulama Aswaja Bogor
6. Buya Azwir Ibnu Aziz, Ulama Aswaja Sumatra Utara
7. KH. Ahmad Faiz, Ulama Aswaja Jawa Tengah
8. Kyai Abah Narko, Ulama Aswaja Jawa Tengah
9. KH. Thoha Cholili, Ulama Aswaja Jawa Timur
10. KH. Muhyidin, Ulama Aswaja Bogor
11. KH. Yasin Muthohar, Ulama Aswaja Banten
12. Habib Alwi Baraqbah, Ulama Aswaja Kalimantan Timur
13. Ustad Dede Wahyudin, Ulama Aswaja Jawa Barat
14. Ustad Dede Jamal Abdilllah, Ulama Aswaja Jawa Barat
15. KH. M. Razie Saferi, Ulama Aswaja Sumatra Barat
16. KH. Abu Hanifah, Ulama Aswaja Jakarta
17. KH. Abdullah Amroni, Ulama Aswaja Probolinggo, Jatim, dll

 

 

 

 

Para ulama Aswaja Se Nusantara, selain memberikan pandangannya akan kebangkitan komunisme di negeri ini, juga menyampaikan warning kepada umat islam, bahwa saat ini telah diterapkan ideologi berbahaya lainnya. Ideologi kapitalisme demokrasi sekuler yang diterapkan pada negeri ini, telah terbukti secara meyakinkan menjadi ummu jaraaid, induk segala kejahatan dan kerusakan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Meski telah berkali-kali dilakukan pergantian kepala negara melalui proses pemilihan umum yang jujur dan transparan menurut penyelenggara, namun setiap pergantian kepala negara selalu disertai dengan gerbong pengusaha yang menjadi support mereka, ologarki. Hutang negara yang terus menggunung, kebijakan rezim yang mendholimi rakyat, berpihak kepada para pengusaha, perampokan sumber daya kekayaan alam milik rakyat yang difasilitasi negara. Tentu hal ini tidak sesuai dengan semangat perjuangan yang dilakukan oleh ulama founding father negeri ini yang telah berkorban jiwa dan raga.

 

 

 

 

Melalui momentum multaqa inilah para ulama Aswaja Se Nusantara menyampaikan nasehat dan pandangan ulama dalam penyelenggaraan negara yang baik dan benar sebagaimana diperintahkan Allah SWT dan Rasul-Nya. Para ulama Aswaja Nusantara menyeru agar negeri ini dikelola dengan menerapkan islam secara kaffah di bawah naungan sistem khilafah ala minhajin nubuwwah, yang akan menghadirkan rahmat semesta alam.
Inilah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw beserta para Khulafaur Rasyidin dan khalifah-khalifah sepanjang masa yang telah terbukti ribuan tahun menjadi pelindung dan pengayom umat sehingga hidup tentram dan sejahtera.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Demi Menjaga dan Menyelamatkan Generasi Muda Bangsa Kita Dari Perilaku Amoral, Ulama Aswaja Surabaya Raya Bermultaqa

Surabaya, (shautululama) – Maraknya kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan melatarbelakangi lahirnya Permendikbud Nomor 30 …