Nasehat Para Ulama Sumatra Barat, Kapitalisme Global dan Komunisme, Biang Kegagalan Dunia Dalam Tangani Pandemi Covid-19

Padang, (shautululama) – Para ulama di Sumatra Barat, Kamis, 21 Mei 2020 / 28 Ramadhan 1441H, menggelar Multaqa Ulama Aswaja melalui media online. Multaqa ini dilaksanakan sebagai bentuk ihtimam ulama terhadap persoalan yang melanda umat manusia saat ini yaitu mewabahnya virus corona. Meski dilaksanakan secara online multaqa ini diikuti lebih dari 70 undangan yang terdiri dari para alim ulama, kyai serta disaksikan lebih dari 500 orang lewat youtube.

Kalimah minal Ulama selanjutnya adalah, Buya Rahmat Nur (Ulama Silungkang Sawahlunto/Pengasuh Majelis Baiti Jannati) menyampaikan bahwa umat islam hari ini berada dalam kondisi yang sangat memilukan. Semua ini hasil dari penerapan ideologi busuk kapitalisme. Pandemi corona semakin nyata bukti bagi kita rusaknya ideologi kapitalisme yang diterapkan hari ini, sekaligus menjadi bukti bahwa kita butuh pada aturan yang berasal dari Allah SWTt, bukan dari otak manusia. Oleh karena itu, sudah saatnya kita kembali kepada syariat Islam, marilah kita berjuang untuk tegaknya syariah Islam dengan mengembalikan apa yang telah dijanjikan Allah SWT, yaitu sistem khilafah. Tegaknya syariat dan khilafah adalah satu-satunya solusi untuk mengembalikan kemakmuran dan keberkahan Allah SWT.

Lanjut kalam minal ulama berikutnya, Buya Rusydi Sutan Iskandar (Pengasuh Majelis Tafsir Maninjau Agam). Kegagalan Kapitalisme itu sebenarnya berpangkal pada ketidak sesuaiannya dengan sistem keridaan Allah yaitu sistem Islam. Nilai-nilai fitrah manusia baik berupa keadilan, kebaikan, kemakmuran, kebahagiaan, keakraban, kesetian dan lain-lain, hanya bisa dicapai bila disandarkan pada syariat Islam. Beliau mengumpamakan, firtahnya ikan itu apabila dia hidup dalam air, fitahnya cacing apabila dia hidup dalam tanah, fitrahnya manusia bila hidup dalam syariat islam.

Ustad Faisal Ali Sandi,(Pengasuh Perguruan Islam Darul Muwahhidin Padang Panjang), menyampaikan kebijakan herd imunity sebenarnya kebijakan pemerintahan sekuler kapitalis, yang berlepas dirinya pemerintahan sebagai penanggung jawab atas kesehatan, keamanan dari rakyatnya. Pemerintahan seperti ini tidak layak dipertahankan. Disamping itu, sistem ini telah menjadikan manusia sebagai Tuhan-Tuhan selain Allah SWT. Seharusnya kita tidak mengangkat tuhan-tuhan selain Allah, ketaatan kita mutlak hanya kepada Allah SWT. dan seharusnya kita segera beralih dari sistem seperti ini kepada sistem islam yakni daulah khilafah islamiyah. Mudah-mudahan daulah khilafah segara tegak atas dukungan kita semua.

Buya Sujono, S.Pd.I (Ulama Pesisir Selatan / Pengasuh Majelis Islam Kaffah Pesisir Selatan). Kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik di tengah umat hari ini terutama menghadapi wabah covid 19 ini, seakan-akan penguasa negara seluruh dunia tidak berdaya menghadapinya. Solusinya kita harus kembali kepada al-qur’an dan sunnah, kembali kepada ajaran islam secara menyeluruh baik dalam kehidupan pribadi, berbangsa dan bernegara. Beliau mengakhiri kalamnya dengan mengutib Quran Surat Thoha 123-124.

Buya Juanda Pane (Ulama Lubuk Basung Agam). Umat islam adalah umat yang terbaik yang bukan lahir dari ucapan manusia melainkan gelar tersebut diberikan langsung oleh Allah SWT. Namun kondisi uamt islam saat ini sangat meprihatinkan tidak mendapakan perlakuan yang baik dalam negerinya sendiri. dengan mengutip perkataan Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitab nida har, ada dua penyebab umat islam ini berada dalam malapetaka ini, yang pertama pemimpin mereka adalah antek-entek kafir penjajah. Kedua hukum dan perudang-undangan yang diterapkan tidak sesuai dengan yang diturunkan Allah SWT, melainkan sistem yang berasal dari kafir barat. Jika umat islam ingin keluar dari malapetaka ini harus kembali kepada syariah Allah SWT.

Buya Jalaluddin (Pimpinan PonPes Gobah Bukittinggi) Masa depan umat ini hanya dengan Islam. Satu-satunya jalan agar umat islam sukses dalam kehidupan ini adalah mau diatur sesuai dengan syariat Islam. Karena dengan itulah Allah akan meridhoi kita. Ketika Allah telah ridho kesuksesan dan kejayaan akan kita dapatkan. syariat islam itu mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Oleh karena jika Indonesia yang mayoritaas muslim ini ingin bangkit kembali, tatanan masyarakatnya makmur, sejahtera lohjinewi, maka harus mau diatur dengan Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Buya Hayatul Fikri, M.Ag (Pengasuh Pesantren Abdurrahman bin Auf Padang). Kegagalan negara-nagara yang ada di dunia saat ini dalam menghadapi pandemi covid 19 ini karena mereka tidak menerapkan syariat Islam. Dalam Islam RasululLah telah menetapkan syariat yang merupakan kewajiban bagi umat islam khususnya para penguasa ketika berhadapan dengan wabah seperti covid 19 ini. Yakninya sejak awal diketahuinya wabah tersebut diwajibkan untuk melakukan karantina wilayah, hal ini berdasarkan hadits Rasulullah yang melarang masuk dan keluar dari wilayah wabah. la nya itu adalah la nahi. al ashlu finnahyi litahrim. asal dari larangan itu adalah haram.

Tentu solusi yang diambil dari syariat islam itu tidak akan mungkin diambil oleh negara kapitalis demokrasi sekuler dan negara sosialis komunis, melainkan hanya akan diambil atau diterapkan oleh negara yang berlandaskan aqidah islam yakni daulah islam daulah khilafah.

Buya Jamal Bagindo Sati, MM (Pengasuh Majelis Istiqamah Tanjung Pati Kab. 50 Kota). Kapitalisme hari ini sebagai sebuah sistem dan ideologi yang berkuasa di dunia telah menimbulkan kerusakan yang begitu banyak ditengah-tangah kehidupan manusia. Karenanya Allah SWT menimpakan kepada manusia wabah covid 19. Ketika covid 19 datang, maka kerakusan dan ketamakan manusia berhenti, mereka disuruh tinggal di rumahnya masing-masing. Sehingga terjadi perbaikan alam semesta, udara menjadi bersih, air bersih begitu juga dengan tanah. Seakan-akan Allah mengatakan kepada kita, kami sedang persiapkan suasana baru bagi orang yang kembali ketika datang covid 19. Allah berharap kepada orang yang berbuat kerusakan untuk kembali dan kepada orang-orang yang berjuang untuk menegakkan islam ini harus bersegara bersemangat untuk menyonsongnya. Covid 19 ini seakan-akan menjadi isyarat akan berakhirnya periode kepemimpinan mulkan jabriatan dan munculnya perode kelima yaitu tegaknya kembali khilafah ‘ala minhajinnubuwwah.

Ustad Irvan Nasviko (Ketua Majelis Ulama Nagari Suayan Kec. Akabiluru Kab. 50 Kota). Hari ini kita tengah berada dalam kerusakan karena di tengah-tengah kita diterapkan sistem yang rusak sistem sekuler kapitalisme yang berasal dari otak manusia bukan dari pencipta manusia. Dengan sistem inilah yang menjadikan politik hari ini  seolah-olah pisau berada di tangan orang gila yang melukai siapa saja, bahkan melukai dirinya sendiri. Sistem ini menghamba kepada uang hanya berfikir uang dan tanpa peduli kepada nasib sesama manusia. Musibah hari ini covid 19 semakin memperjelas betapa rusak dan buruknya sistem yang diterapka saat ini. Dalam kondisi wabah ini sistem ini mengajarkan kepada kita berfikr yang penting ekonomi dan investasi tetap jalan tanpa peduli dengan nyawa manusia. Bagi mereka nyawa manusia lebih ringan bila dibandingkan dengan kepentingan ekonomi mereka. Terbukti bahwa negara-negara hari bahkan Amerika sendiri tidak mampu menghadapi wabah ini, sistem ini telah berbukti gagal menjdi solusi. Solusi satu-satunya adalah kembali kepada Islam kaffah dengan tengaknya khilafah islamiyah

Ustad Abdul Malik (Pengasuh kajian Islam kaffah Agam). Semakin terang bagi kita ternyata sisitem kapitalisme itu tidak mampu menyelesikan masalah manusia karena kepemimpinan atau sistem ini rusak karena tidak sesui dengan fitrah manusia dan tidak sesuai dengan aqidah islam. Sistem ini memperkecil peran negara dalam mengurus urusan rakyatnya. Buktinya di negeri ini, mestinya mereka melakukan karantina kesehatan, namun mereka alihkan dengan PSBB yang kontroversial. Dengan karantina kesehatan negara tidak hanya mengurus makan rakyatnya bahkan hewan ternakpun menjadi tanggung jawab negara. Namun mereka menerapkan PSBB dengan memberikan bantuan sedikit pada sebagian rakyatnya yang terdampak. Oleh karena itu, umat ini butuh solusi alternatif yang mampu menyelesaikan problem manusia dan itu tidak lain adalah sistem islam. Menerapkan syariah islam secara kaffah adalah bukti ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Syariah islam secara kaffah tidak akan bisa diterapkan kecuali dengan adanya kekuasaan dalam sebuah negara. Antara islam dengan negara tidak bisa dipisahkan, agama adalah pondasi dan kekuasaan adalah penjaga sebagaimana yang dikatakan oleh imam Al-Ghazali.

Ustad Abu Fatih Abdurrahman (Ketua Forum Komunikasi Tokoh & Ulama Pesisir Selatan). Telah terbukti secara nyata bahwa negara yang menerapkan sistem demokrasi kapitalisme dan Sosialisme komunisme saat ini telah terbukti gagal menyelesaikan problematika kehidupan dan melahirkan penguasa-penguasa yang zalim. Sebagai contoh kegagalan mereka dalam menangani pandemi covid 19 ini. Karena sistem ini dilandasi oleh sekularisme yang tidak ada iman di dalamnya dan tentu sangat bertentangan dengan Islam. Maka solusi dari berbagai problem hari ini adalah negara harus membuang sistem demokrasi kapitalisme atau sosialis komunisme dan mengajak manusia untuk tunduk kepada aturan Allah yang diterapkan dalam sistem pemerintahan islam yaitu khilafah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …