Nasehat Liqa Syawal Kudus, “Perbedaan Pendapat adalah Rahmad”

Kudus, Jateng (shautululama) – Dalam rangka menjalin ukhuwah lebih dekat lagi dengan masyarakat, Majelis Ta’lim Nur Husna mengadakan agenda silah ukhuwah bersama ulama dan tokoh, dengan tajuk “Halal bi Halal 1440H” yang dilaksanakan pada Kamis, 4 juli 2019.

Acara dibuka dengan pembacaan kalam Al-quran, serta sambutan yang disampaikan oleh Shohibul Bait, H Muhsin. Acara ini menghadirkan pemateri Ustadz Abu Zaka dari Semarang. Beliau menyampaikan tentang ‘Pentingnya persatuan umat dalam menghadapi perbedaan.

“Kita semua umat Islam itu sesungguhnya adalah umat yang satu”, beliau sampaikan sebagai pembuka, dengan memberikan penegasan, “Jadi kita umat Islam semuanya, senang atau gak senang, kita semuanya adalah ummatan wahidan”.

Peserta menyambut antusias acara ini dengan menyimak materi yang disampaikan dengan seksama hingga akhir acara.

Meskipun umat Islam adalah umat yang satu, bukan berarti pendapatnya selalu harus sama. Dalam Islam ada pendapat yang harus sama, jika selama ada nash yang qoth’i (jelas, tidak ada makna lain-penj), maka tidak boleh ada perbedaan karena dapat menyebabkan perpecah-belahan antar umat Islam.

Contohnya adalah wajibnya sholat 5 waktu dan puasa Ramadhan, juga haramnya perbuatan mencuri serta zina.

Adapun dalam Islam juga ada pendapat yang boleh berbeda, dan perbedaan itu tidak membuat perpecahan dengan mengedepankan adab dan menjaga ukhuwah Islamiyah dalam perbedaan tersebut. Semisal apa yang kita lihat pada imam Malik dan imam Syafi’i, sebagai guru dan murid yang saling menghormati, meski ada perbedaan.

Perbedaan adalah sesuatu yang biasa bagi para ulama dan orang-orang yang ‘berilmu’, lalu mengapa saat ini perbedaan menjadi masalah? Bisa jadi kita yang kurang ilmu, kurang ikhlas, sehingga perbedaan kecil saja dipermasalahkan hingga luar biasa.

Bahkan sampai menyebarkan fitnah dan adu domba. Ini yang harus kita waspadai, karena kita umat islam apa pun madzab dan organisasinya sebetulnya kita adalah umat nabi Muhammad yang berniat mencari ridlo Allah SWT.

Sehingga perbedaan-perbedaan yang ada tidak perlu dipertajam, karena itu adalah hal yang wajar. Jangan mau diadu domba oleh musuh Islam, yang tidak menginginkan persatuan umat Islam.

Sesi tanya jawab disambut antusias dengan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada pemateri termasuk tentang bahaya OBOR (one belt one road) penjajah Cina. Alhamdulillah dapat dijawab pemateri dengan memuaskan dan dipahami oleh yang bertanya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh ustad Muhib, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *