Nasehat Guru Taufiq, Banjarmasin: Kembali Kepada Syariah Allah Secara Kaffah

Banjarmasin, (shautululama) – Dihadiri secara virtual oleh para kiyai, guru dan alim ulama dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, Forum Ulama Aswaja kembali menggelar Multaqo Ulama Aswaja Bumi Antasari Awal Tahun, yang disiarkan secara langsung melalui kanal youtube ULAMA GURUNDA TV, Sabtu (2/1/2021).

Acara yang menghadirkan para pembicara dari Ulama Kalsel ini bertujuan menyoroti permasalahan negeri ini yang seolah tak ada habisnya. Mulai dari pelecehan terhadap agama Islam, ketimpangan sosial, kriminalisasi terhadap para pendakwah dan aktivis Islam, dan kesewenang–wenangan penegakan hukum yang dianggap mendzalimi umat.

Salah seorang Ulama pembicara asal Banjarbaru dalam Multaqo, Guru M.Taufik Ibnu Tamyiz, menyampaikan pesan dalam kesempatannya.

“ketika seringnya terjadi pelecehan terhadap syariat Islam, hukum Allah dicampakkan, Rasulullah dihina dan pelecehan terhadap Al-qur’an, dan ketika itu terjadi mereka yang Alim yang punya pengetahuan hanya diam maka ingatlah Allah melalui Rasulnya yang mulia telah menyampaikan ‘jika telah terjadi penyimpangan dan kesewenang-wenangan dan sahabatku di caci, maka hendaklah orang yang alim menampakkan ilmunya, maka siapa yang tidak melakukan yang demikian itu maka baginya laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya’”.

Menurut Khadim Majelis Taklim Darul Hikmah Banjarbaru itu yang dimaksud dengan ‘menampakkan ilmu’ salam hadist tersebut ialah menampakkan perbuatan.

“yang dimaksud menampakkan ilmu disini ialah, menampakkan sunnah menampakkan wujud ilmu dalam perbuatan, bukan memamerkan ilmu, tapi melakukan tindakan untuk mencegah kemunkaran”.

Guru Taufik juga mengingatkan betapa pentingnya peranan ulama dalam meluruskan umat agar tak terlampau jauh meninggalkan hukum syariat Islam, salah satunya memastikan sistem pemerintahan sesuai dengan hukum yang Allah perintahkan.

“tugas ulama termasuk memuhasabah pemimpin, memperingatkan dan meluruskan pemimpin apabila si pemimpin tadi melakukan kedzaliman, baik itu dzalim terhadap rakyat maupun dzalim terhadap Allah dengan mencampakkan hukum Allah” kata Guru Taufik.

Bahkan menurut beliau, meskipun dengan dakwah itu risiko berat sekalipun akan diterima oleh para Ulama.

“walaupun bermacam resiko harus dihadapi janganlah sedikitpun mundurdan berpaling, agar kita terhindari dari laknat Allah’. Tegas beliau mengingatkan.

Di akhir pemaparannya pengasuh MT Darul Hikmah Banjarbaru ini pun menyeru kepada umat khususnya pemimpin negeri ini untuk kembali pada hukum syariah Allah secara kaffah.

“Mari kita jadikan seluruh aturan-aturan Allah SWT menjadi pengatur urusan-urusan kehidupan kita, bukan hukum buatan akal manusia yang terbatas, atau hanya memilah hukum Allah seperti layaknya makanan prasmanan, terlebih lagi pada hukum yang bertentangan dengan hukum syariat Allah, kita buang jauh-jauh sistem kufur tersebut.” Pungkas Guru Taufik.
[]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …