NASEHAT DAN PERNYATAAN SIKAP ULAMA PADA MULTAQO ULAMA ASWAJA REGIONAL DIY-JATENG-JATIM “KIPRAH ULAMA CINTA NEGERI: JAGA KEUTUHAN NEGERI, TOLAK KEDZALIMAN, TERAPKAN ISLAM KAFFAH”

Yogyakarta, (shautululama) – Sabtu, 19/12/2020 telah terlaksana Multaqa Ulama Aswaja Regional DIY, Jateng, dan Jatim secara daling sejak pukul 08.30 – 11.00. Multaqa ini diikuti oleh ratusan ulama, kyai dan habaib serta muhibbin melalui live streaming YouTube, dengan menampilkan 10 perwakilan ulama dari ketiga propinsi sebagai pemateri.

Pelaksanaan Multaqa ini dilatarbelakangi adanya berbagai bentuk kedzaliman terhadap Islam, Ulama, aktivis dan pejuang Islam di negeri kita tercinta, mulai dari kriminalisasi ulama hingga pembunuhan sadis yang tidak berperkemanusiaan, tindakan tanpa hukum atau extra judicial killing, meniscayakan penjelasan dan sikap dari para Ulama.

Para Ulama berkwajiban untuk menyerukan penghentian semua bentuk kriminalisasi, persekusi, bahkan kekerasan hingga pembunuhan sesama anak bangsa, menuntut adanya pertanggungjawaban, melalui proses pengadilan yang obyektif, independen dan transparan.

Demikian pula dengan ketidakmampuan, bahkan ketidakberdayaan pemerintah dalam menangani secara efektif wabah pandemi covid-19, plus carut marut kinerja serta ditambah lagi korupsi di hampir semua lini pemerintahan.

Tentu hal ini semakin menjatuhkan harkat dan martabat wibawa, serta semakin menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Begitu pula dengan kesimpangsiuran informasi tentang pengadaan vaksin, vaksinasi maupun sikap abai pemerintah terhadap perlindungan tenaga Kesehatan (nakes) sebagai front liner, garda terdepan dalam menghadapi pendemi covid-19.

Ancaman nyata disintegrasi negeri, seperti deklarasi kemerdekaan Papua kurang mendapatkan respon serius.

Begitu pula dengan krisis multidimensional yang sejak lama mendera negeri kita tercinta, yang dampaknya semakin parah dengan pandemic covid-19. Antara lain, krisis social, PHK massal, gulung tikarnya pelaku usaha, menurunnya daya beli masyarakat secara luar biasa, dll.

Ini semuanya membutuhkan penjelasan dan solusi baik secara faktual maupun syar’i. Selanjutnya masyarakat, khususnya umat Islam membutuhkan dakwah.

Dakwah yang antara lain menyerukan perubahan menuju lebih baik, dakwah membangun optimisme kolektif menuju masa depan cerah. Dakwah harus diserukan sebagai bentuk kecintaan kita kepada sesama elemen bangsa, negeri tercinta, dan bentuk tanggung jawab untuk menjaga keutuhan negeri Islam yang terbesar ini.

Dan bukan hanya itu, dakwah ini juga menunjukkan secara visual ihtimam-nya terhadap masalah umat Islam di negeri ini. Salah satu hikmah penting pandemi covid-19 adalah kita jadi tersadarkan bahwa demikian abai, dan tidak memperhatikan keselamatan jiwa rakyat. Para penguasa  ideologi gagal kapitalisme-demokrasi, dan ideologi brutal komunisme-sosialisme; lebih mementingkan urusan bisnis mereka.

Saatnya islam menggantikan ideologi gagal kapitalisme-demokrasi, dan ideologi brutal komunisme-sosialisme; agar tercipta rahmat bagi seluruh alam.

Sementara itu, dalam lintasan sejarahnya yang panjang, Khilafah Islamiyah telah terbukti merupakan satu-satunya institusi pelindung dan penjaga yang terpercaya terhadap agama, umat Islam, bahkan seluruh umat manusia. Peran tersebut tidak terlepas dari keterlibatan, peran, dan sumbangsih yang tidak ternilai dari para ulama. Mereka senantiasa memberikan nasehat, dan mengkontrol, mengoreksi, muhasabah para penguasa, membimbing dan mengawal mereka untuk menerapkan Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat dan bernegara.

Maka dengan hanya mengharap ridha Allah SWT, dan mempertimbangkan bahwa:

1). Dakwah adalah kewajiban setiap muslim, baik individu maupun kolektif;
2). Kewajiban ulama untuk amar makruf dan nahi munkar, kepedulian (ihtimam) terhadap urusan agama dan ummat, serta memberikan nasehat, melakukan koreksi dan kontrol terhadap penguasa.
3). Ulama sebagai warasatul anbiya’, amal perbuatannya wajib sejalan dengan ilmunya.
4). Kebebasan berpendapat, menjamurnya berbagai gerakan dan aliran keagamaan menyimpang, gerakan separatisme, tumbuh suburnya berbagai macam kedzaliman, lahirnya pemimpin zhalim dan undang-undang zhalim, sikap abai terhadap urusan dan kepentingan rakyat adalah buah penerapan sistem kapitalis-demokrasi yang dipaksakan kepada umat.

Oleh karena itu, Kami Para Ulama yang hadir pada MULTAQO ULAMA ASWAJA REGIONAL DIY, JATENG dan JATIM, menyatakan sikap:

1. Wajib hukumnya bagi pemimpin muslim untuk menjaga keutuhan wilayah negerinya, dan haram membiarkan separatisme dan menindak tegas para pelaku dan pendukungnya, baik di dalam dan luar negeri, baik asing maupun aseng;

2. Wajib hukumnya menerapkan syari’at Islam secara kaffah; agar keutuhan wilayah terjaga, dengan kepemimpinan yang adil, dan didukung oleh rakyat yang taat.

3. Mengutuk tindak pembunuhan, tindakan tanpa dasar hukum, atau extra judicial killing yang dilakukan aparat keamanan terhadap 6 pemuda shalih harapan bangsa, dan mendo’akan kebaikan bagi mereka. Kami para ulama menegaskan bahwa membunuh seorang muslim tanpa sebab yang haq (syar’i) adalah dosa besar, dan bagi pelakunya harus diberikan sanksi hukum yang setimpal.

4. Menyampaikan nasihat kepada seluruh umat islam, umat mayoritas, khususnya para ulama:
a. Untuk meninggalkan sekulerisme, prinsip pemisahan agama dengan kehidupan (fasluddin anil hayah), sebagai dasar dari sistem kapitalisme-demokrasi. Sesungguhnya kebebasan (freedom, hurriyah), khususnya kebebasan menentukan nasib sendiri (freedom to self-determination) adalah buah dari demokrasi yang hakikatnya adalah jeratan berbahaya untuk pemisahan wilayah (separatisme) yang senantiasa didukung kekuatan asing, sebagaimana lepasnya Timor Timur tahun 1999 melalui referendum;
b. Untuk menolak kapitalisme-Demokrasi. Sistem yang telah terbukti gagal mensejahterakan bangsa kita, sistem yang telah terbukti gagal dalam menyelesaikan problem multidimensional bangsa kita, sistem yang telah terbukti gagal menjaga keutuhan wilayah negeri kita. Demokrasi telah melahirkan rezim sekuler radikal-anti Islam, pemimpin dan undang-undang zhalim yang tidak membawa kemaslahatan dan kebaikan di dunia dan akhirat.

5. Khilafah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah. Para ulama muktabar seluruh madzahab sepakat akan wajibnya. Kriminalisasi, dan persekusi terhadap khilafah adalah kriminalisasi dan persekusi terhadap ajaran Islam, yang merupakan perbuatan terlaknat dunia dan akhirat, serta pelakunya mendapatkan adzab neraka yang menghinakan;

6. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

Atas Nama Para Ulama yang hadir pada
MULTAQO ULAMA ASWAJA REGIONAL DIY, JATENG dan JATIM

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …