Nasehat dan Pernyataan Sikap Ulama Pada Multaqa Ulama Aswaja Regional Jawa Timur, “Wajib Hukumnya Mengelola Negeri dengan Islam Kaffah, Tinggalkan Kapitalisme Demokrasi Sekuler”

Jawa Timur, (shautululama) – Multaqa Ulama Aswaja Jawa Timur yang digelar selama bulan Rajab 1442H di 10 lokasi daerah di Jatim yang meliputi: Gresik, Pasuruan Raya, Blitar Raya, Kediri Raya, Malang Raya, Surabaya Raya, Jember Raya, Bojonegoro Raya, dan Madura Raya telah menghasilkan kesepakatan sebagai berikut.

Forum multaqa ulama aswaja bulan Rajab 1442H yang diselenggarakan di tiap-tiap daerah di Jawa Timur dengan tema utama “Peran Strategis Ulama Cinta Negeri, Selamatkan Negerit Dari Bencana Melanda Negeri, Waspada Adu Domba Umat, Tolak Kezaliman, Terapkan Islam Kaffah, yang dihadiri para ulama, kyai dan pengasuh ponpes serta majlis taklim, para ulama aswaja, ulama langit menyampaikan nasehat dan pernyataan sikap yang menyeru kepada penguasa di negeri ini yang mendapatkan mandat dari umat untuk memimpin negeri.

Diantara poin-poin nasehat dan pernyataan sikap yang disampaikan ulama aswaja di Forum Multaqa Akbar Rajab ini, yang diperoleh redaksi Shautululama tersusun sebagai berikut:

  1. Dakwah adalah kewajiban setiap muslim;
  2. Kewajiban ulama adalah menyerukanamar makruf dan nahi munkar, kepedulian (ihtimam)terhadap urusan agama dan umat, serta memberikan nasehat, melakukan koreksi dan kontrol terhadap penguasa;
  3. Ulama adalah rujukan dan guru umat dunia akherat yang amal perbuatannya harus sejalan dengan ilmunya;
  4. Bencana yang terjadi merupakan peringatan dan akibat kerusakan alam karena pengelolaan sumber daya alamyang hanya mementingkan keuntungan kapitalistik;
  5. Kewajiban ulama untuk menjaga ukhuwwah, mengarahkan dan mengingatkan kewajiban menjaga persatuan, mencegah terjadinya friksi  dan melindungi dari upaya adu domba. Isu radikalisme-ekstrimisme adalah agenda penjajah, asing maupun aseng untuk mengalihkan perhatian anak bangsa dari masalah utama mereka, dan untuk mengadu domba sesama mereka;
  6. Bahwa semua carut marut sistem kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut berakar dari sistem kehidupan yang dianut dan diterapkan di negeri ini, yaitu sistem demokrasi-sekular-kapitalis;

Para Ulama yang hadir pada  Forum Multaqa Ulama Aswaja di Bulan Rajab ini juga menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Wajib mengelola alam dengan cara yang benar sesuai syariat Islam, memperhatikan kemaslahatan rakyat. Wajib hukumnya bagi siapapun yang mengaku muslim untuk taat pada Syariat Allah SWT agar memperoleh keselamatan, ridho dan keberkahan dari-Nya serta menjauhkan dari murka dan azab-Nya.
  2. Wajib bagi pemimpin muslim untuk menjaga kesatuan dan persatuan; haram  hukumnya menciptakan  perpecahan, friksi dan sikap saling curiga antar sesama anak bangsa;
  3. Mengingatkan kepadaseluruh umat Islam untuk selalu menjaga ukhuwah dan silaturahmi, menjauhkan dari saling curiga serta mewaspadai upaya untuk saling membenturkan sesama.
  4. Hentikan semua bentuk kedzaliman, kriminalisasi dan persekusi serta kekerasan hingga pembunuhan terhadap ulama, Pejuang Islam dan sesama anak bangsa;
  5. Menyampaikan nasihat kepada seluruh umat Islam khususnya di negeri kita tercinta,

a). Untuk meninggalkan kapitalisme. Prinsip  meraih keuntungan sebesar-besarnya yang menjadi dasar kapitalisme, terbukti menyebabkan pengelolaan sumber daya alam secara ugal-ugalan dan tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan penderitaan, kenestapaan dan kesengsaraan;

b). Untuk menolak Demokrasi,sistem yang dipaksakan oleh asing penjajah kepada kita umat Islam. Demokrasi telah terbukti tidak memberikan maslahat bagi kita, bahkan melahirkan rezim islamophobia, sekuler-radikal, serta  undang-undang zhalim yang tidak membawa kemaslahatan di dunia dan akhirat.

c). Untuk berhati-hati terhadap Komunisme, yang penuh kepalsuan dan kediktatoran, yang akan menambahkesengsaraan semakin dalam bagi negeri ini.

d). Negeri di kawasan Nusantara ini memiliki tautan sejarah yang kuat dengan Kekhilafahan Islamiyah, dan status tanahnya sebagai bnegeri kaum muslimin adalah tanah usyriyyah.

  1. Khilafah adalah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah, para ulama muktabarsepakat akan wajibnya. Kriminalisasi, dan persekusi terhadap khilafah adalah kriminalisasi dan persekusi terhadap ajaran Islam, yang merupakan perbuatan terlaknat dunia dan akhirat, serta pelakunya mendapatkan adzab neraka yang menghinakan (QS. Al Ahzab: 57).
  2. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

Wa maa nashru illa min ‘indillahi ‘azza wa jalla, wa kafa billahi wakiila wa kafa billahi syahiida

 

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Khilafah yang Dirindukan, Siap Memimpin Dunia

Jakarta, (shautululama) – 3 Maret 1924, institusi pelindung dan pelayan umat Islam itu runtuh, Khilafah …