Nasehat dan Pernyataan Sikap Ulama Aswaja Pada Multaqa Ulama Aswaja Se Banyumas Raya

Banyumas, (shautululama) Multaqa Ulama Aswaja se-Banyumas Raya, Jateng, secara tatap muka, dengan memperhatikan protokol kesehatan, sejak pukul 08.30 – 11.30, Sabtu, 26/12/2020. Multaqa ini diikuti oleh puluhan ulama dengan menghadirkan 5 perwakilan tokoh ulama se-Banyumas Raya sebagai pemateri.

Pelaksanaan Multaqo ini dilatarbelakangi atas keprihatinan para ulama se-Banyumas Raya atas berbagai bentuk kedzaliman terhadap Islam dan umatnya. Kriminalisasi ulama, dan aktifis bahkan pembunuhan aktifivis Islam. Carut-marutnya penangganan pandemi covid, hingga menyebar tak terkendali, namun demikian masih ada pejabat yang korupsi dana bantuan sosial. Dan pembiar atas gerakan separatis OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang jelas-jelas menyatakan makar dan angkat senjata.

Para ulama sangat menyangkan sikap penguasa hasil pemilihan pemimpin dalam sistem demokrasi ini, menghabiskan banyak anggaran, namun tidak memberikan manfaat kepada masyarakat, selain hanya menghasilkan pemimpin dzalim. Lihatlah berbagai kebijakan, undang-undang yang dihasilkan, UU Omnibus Law Cipatakerja, UU Korupsi, RUU HIP, dan masih banyak lagi liannya,  hanya mendzalimi rakyat, dan memberikan karpet merah kepada pemilik modal.

Oleh karena itu, Ulama perlu se-Banyumas Raya sebagai bentuk dakwah amar makruf nahi mungkar, Ulama dengan ilmunya menyampaikan nasehat dan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Wajib hukumnya bagi pemimpin muslim untuk menjaga keutuhan wilayah negerinya, dan haram membiarkan separatisme dan menindak tegas para pelaku dan pendukungnya, baik di dalam dan luar negeri, baik asing maupun aseng;
  2. Wajib hukumnya menerapkan syari’at Islam secara kaffah; agar keutuhan wilayah terjaga, dengan kepemimpinan yang adil, dan didukung oleh rakyat yang taat.
  3. Mengutuk tindak pembunuhan, tindakan tanpa dasar hukum, atau extra judicial killing yang dilakukan aparat keamanan terhadap 6 pemuda shalih harapan bangsa, dan mendo’akan kebaikan bagi mereka. Kami para ulama menegaskan bahwa membunuh seorang muslim tanpa sebab yang haq (syar’i) adalah dosa besar, dan bagi pelakunya harus diberikan sanksi hukum yang setimpal.

Menyampaikan nasihat kepada seluruh umat islam, umat mayoritas, khususnya para ulama:
1. Untuk meninggalkan sekulerisme, prinsip pemisahan agama dengan kehidupan (fasluddin anil hayah), sebagai dasar dari sistem kapitalisme-demokrasi. Sesungguhnya kebebasan (freedom, hurriyah),khususnya kebebasan menentukan nasib sendiri (freedom to self-determination) adalah buah dari demokrasi yang hakikatnya adalah jeratan berbahaya untuk pemisahan wilayah (separatisme) yang senantiasa didukung kekuatan asing, sebagaimana lepasnya Timor Timur tahun 1999 melalui referendum;

2. Untuk menolak kapitalisme-Demokrasi. Sistem yang telah terbukti gagal mensejahterakan bangsa kita, sistem yang telah terbukti gagal dalam menyelesaikan problem multidimensional bangsa kita, sistem yang telah terbukti gagal menjaga keutuhan wilayah negeri kita. Demokrasi telah melahirkan rezim sekuler radikal-anti Islam, pemimpin dan undang-undang zhalim yang tidak membawa kemaslahatan dan kebaikan di dunia dan akhirat.

3. Khilafah ajaran Islam, ajaran ahlussunnah wal Jamaa’ah. Para ulama muktabar seluruh madzahab sepakat akan wajibnya. Kriminalisasi, dan persekusi terhadap khilafah adalah kriminalisasi dan persekusi terhadap ajaran Islam, yang merupakan perbuatan terlaknat dunia dan akhirat, serta pelakunya mendapatkan adzab neraka yang menghinakan

4. Menyeru kepada seluruh umat Islam khususnya para ulama untuk terus menerus berdakwah di jalan Allah, mengajak kepada kebaikan, demi tegaknya Syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

Atas Nama Para Ulama yang hadir pada
MULTAQO ULAMA ASWAJA SE-BANYUMAS RAYA, JATENG.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …