Mudzakaroh Ulama, Forum Ulama Aswaja Kota Bogor, Hadist tentang Liwa dan Rayah adalah Makbul bukan Dhaif

Bogor, (shautululama) – Ahad, 28 Oktober, bertempat di Pondok Pesantren Al Ikhsan Baron Bogor Barat, puluhan Ulama Aswaja bermuzakaroh mengutuk aksi pembakaran Bendera Tauhid oleh Oknum Banser pada Hari Santri Nasional di Garut Senin 21 Oktober 2018 yang lalu.

Hadir dalam acara ini, Shohibul Fadhilah almukarram Kh Umar Shiddiq, Ketua Forum Ulama Aswaja, menerangkan bendera tauhid dan bagaimana para sahabat mempertahankan. Kemudian beliau menyatakan kita wajib marah karena ini adalah penistaan terhadap agama, menghinakan Allah SWT dan Rasulullah Saw.

Sementara itu, Shohibul Fadhilah Al-Mukarrom kyai Muhibbuddin, Mudir Insantama menjelaskan hadits2 seputar Al Liwa Ar Roya banyak di dalam hadits, meskipun ada perbedaan kalimat di dalam Al Liwa dan Ar Roya. Sementara, hadits Maktubun ‘alaihi Laa Ilaaha Illa Allah derajat nya bukan dhoif, tapi makbul.

Beliau juga menjelaskan dalam hadits yang lain, penyebutan Ar Royah, dengan Al Uqab.
Beliau pun mempertanyakan kenapa ketika ada dalilnya, sebagian pihak rupanya hanya kritik dalil tentang bendera tauhid, tapi di sisi lain mereka tidak mempertanyakan tentang bendera bendera negara yang tidak ada dalilnya, maka bersikap adil lah, begitu ujarnya

Acara yang di pandu oleh ustad Budi Abdurrahim ini berakhir dengan shalat Ashar berjamaah yang di imami oleh ustad Yusuf, Mudir Ponpes al Ikhsn Baron, Bogor.

Di akhir acara ada kalam ulama, menyikapi kasus pembakaran bendera Tauhid.
Shohibul Fadhilah Al-Mukarrom ustadz Yusuf (Mudir Ponpes Al Ikhsan Baron Bogor):

“Menyikapi pembakaran bendera tauhid oleh saudara muslim kita dari banser, sesungguhnya ada penyakit dalam hati mereka” maka sudah sepatutnya kita umat Islam mengutuk tindakan mereka yang telah melecehkan kalimat tauhid.

Barang siapa yang tidak marah karena dibuat marah (agamanya dihina), maka dia seperti keledai.

Selanjutnya, Shohibul Fadhilah Al-Mukarrom KH Amin (Pimpinan Ponpes Al Amin Bojong Gede)

Hidup dan mati kita hanya dengan kalimat tauhid. Apapun lagu dan irama orang munafik, orang jahil dan orang kafir sama dengan yang dulu, sama dengan orang mukmin, sama saja dengan yang dulu. Hanya saja beda nya bagi orang mukmin itu punya ghiroh untuk agama nya.

Shohibul Fadhilah Al-Mukarrom Ustadz Agus, Ulama Kayu Manis dari Badan Khutoba Bogor

Ketika saya melihat pembakaran bendera tauhid saya merasa marah, darah saya mendidih dan saya tidak ridho. Semoga Allah hina-dinakan pelakunya, segeralah bertobat, minta maaf pada semua kaum muslim. Kepada aparat keplisian, segera usut tuntas kasus pelecehan ini, sebelum kaum muslim memilih cara nya sendiri, jangan malah membebaskan pelakunya.

Doa dan penutup oleh Shohibul Fadhilah Al-Mukarrom Ustad Mawardhi

Acara di akhiri dengan sesi foto bersama para ulama.
#BelaBenderaTauhid
#BelaBenderaRasulullah
#BelaKalimatTauhid

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *