Multaqo Ulama Tulungagung, Pemimpin Bertakwa Tak Akan Menghalangi Dakwah Khilafah

Tulungagung, (shautululama) – Majelis Taklim Kajian Kitab Bulughul Marom Tulungagung, menggelar Multaqo Ulama (10/4/2019). Acara ini mengangkat tema ‘Saatnya Umat Memilih Pemimpin yang Bertaqwa.’

Mengawali acara, Ust. Ihsan membimbing jamaah untuk melafalkan Rotibul Haddad. Lalu, dilanjutkan pemaparan materi oleh Ust. Ahmad Madjid, MBA.

Di awal pemaparan, Ust. Madjid, begitu sapaannya, membahas tentang makna taqwa. Selama ini ketaqwaan hanya diarahkan pada ketaqwaan individu saja. Sehingga umat hanya disibukkan dengan amalan yang bersifat individu, seperti salat, puasa, zakat, haji, dll.

Padahal, menurut Ust Madjid, menyitir perkataan Umar bin Abdul Aziz ra, mengatakan, “Bukanlah orang bertaqwa kepada Allah (orang yang hanya –pen) puasa di siang hari dan qiyamul lail di malam hari dan hal-hal yang semisal itu.

Namun, taqwa itu adalah takut kepada Allah dengan meninggalkan semua yang Allah haramkan dan melaksanakan apa yang Allah wajibkan.”Ia menambahkan, untuk mewujudkan itu dibutuhkan ketaqwaan kolektif. Ketaqwaan ini akan berdampak pada turunnya berkah Allah dari langit dan bumi sebagamana dalam surat (TQS al-A’raf [7]: 96).

Untuk itu, keberadaan pemimpin yang bertaqwa, wajib adanya, untuk mewujudkan ketaqwaan tersebut. Pemimpin yang hanya takut kepada Allah semata.Pemimpin bertakwa tak akan pernah mempersekusi ulama. Ia mencontohkan kasus yang menimpa Kyai Heru Elyasa dari Mojokerto. Hanya mengomentari status seorang tokoh yang berkunjung ke Israel berakibat ia harus duduk di kursi pesakitan.

“Pemimpin yang bertaqwa tak akan menghalang-halangi, apalagi memusuhi orang-orang yang memperjuangkan penerapan syariah dan penegakan khilafah yang merupakan taj al-furudh (mahkota kewajiban) dalam Islam,” imbuh Ust. Madjid.

Setelah pemaparan materi acara dilanjutkan dengan do’a dan ramah tamah antara pembicara dan jamaah. (*)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *