Multaqo Ulama Sukaraja: Haram Pilih Pemimpin Pembohong

Sukaraja, Bogor, (shautululama) – Sabtu 23 Februari 2019 Majlis Taklim Nurul Hidayah, Nanggewer. Pimpinan Ustadz H.M. Nurdin mengadakan Multaqo ulama Sukaraja, Bogor.
Multaqo dihadiri oleh beberapa Kyai Assatidz dan Habaib bertema tentang keteladanan Rasulullah SAW dalam segala aspek kehidupan termasuk dalam kepemimpinan. Acara di awali dengan pembacaan wirid dan tahlil dipandu oleh Ustadz Muhyiddin pimp majlis Dzikir Asy Syafi’iyah Nanggewer.

Ustadz HM Nurdin menyampaikan sambutan salam hangat kepada para ulama yang hadir dengan ucapan Alhamdulillah ternyata masih banyak ulama yang peduli akan nasib umat ini, dan di tangan kita para ulama yang mukhlis sajalah, umat percaya dan mengikuti petuah petuahnya.

Di tengah carut marutnya pengaturan urusan umat ini oleh penguasa dengan tercerai berikanya umat dalam berbagai kelompok dan pemahaman beliau sangat yakin dan menyampaikan:

“Khilafah adalah wadah pemersatu umat islam yang paling hakiki, saya siap memperjuangkan syariat islam terima kasih Hizbut Tahrir yang telah memahamkan saya tentang khilafah”.

Beliau sampaikan pula bahwa wadah selain wadah itu sangatlah lemah dan pasti akan segera hancur karena tidak sesuai dengan ketetapan Alloh dan Rosul Nya.

Habib Sayyid Alwi menyampaikan tausiyahnya bahwa keberkahan hidup hanya ada dengan khilafah maka penyesalan bagi para penolaknya akan mereka rasakan baik di dunia maupun di akherat. Kita harus menjadi bagian para pejuangnya sekecil apapun andil kita dalam perjuangan ini, dakwah ini telah digagas oleh Hizbut Tahrir, kita hanya sebagai penyambung lidah saja.

Hadir pula ulama kyai kharismatik Gunung Pancar, Kyai AA Syamri, memberikan arahannya kepada para ulama yang hadir, bahwa khilafah tidak bisa hanya didiskusikan di parlemen. Khilafah harga mati. Tegaknya mengikuti manhaj kenabian, sejak puluhan tahun lalu, saya sudah tahu apa itu khilafah bahkan sejak saya masih usia SMP.

Namun baru tiga empat tahun ini saya paham khilafah dan tata cara memperjuangkannya yang mengikuti manhaj kenabian berkat dakwah Hizbut Tahrir. Kita harus menjadi garda terdepan dalam perjuangan ini, dan harus ngaji lagi jangan malu-malu, datang ke tempat AA (panggilan akrab Kyai AA Syamri), beliau mengajak ulama yang hadir.

“Kita ngaji kitab nidzam islam biar paham peraturan hidup dalam islam. Saya hanya berpesan, jangan pilih pemimpin dzalim. Haram pilih pemimpin anti islam, pemimpin ingkar janji, pemimpin pembohong, saya bukan timses dari kubu 1 atau 2, saya timses syariah”, pungkas beliau.

Di penghujung acara Kyai sepuh Sukaraja KH Ujang Tajudin, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul khoir, Nanggewer, Sukaraja menyampaikan dengan singkat, jika ulama diam maka saya khawatir menjadi syaitonu akhros, mari satu arah satu tujuan untuk memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah. Sekaligus beliau menutup acara dengan do’a, dan dilanjutkan ramah tamah serta foto bersama. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *