Multaqo Ulama Pantura Tuban : Rezim Kriminalisasi Ulama dan Aktivis, Tidak Layak Diberi Kesempatan Pimpin Negeri Ini

0
732

Tuban, (shautululama) – Jum’at, 12 April 2019 telah dilaksanakan Multaqa’ Ulama Pantura Tuban. Multaqa’ Ulama kali ini diprakarsai oleh Forum Komunikasi Ulamadan Tokoh Pantura Tuban.

Hadir dalam acara tersebut beberapa Ulama’, Kyai dan Asatidz beserta para Muhibbin diantaranya Kyai Firdaus (Forum Komunikasi Ulama dan Tokoh Pantura Tuban), Kyai Mitahul Huda (Pengasuh MT. Al Fatih Tuban), Ustadz Agus Mulya Budi (Pengasuh MT. Al Mudzakir Tuban), Kyai Fathurahman Al Faruq (Pengasuh MTI. Darul Falah Paciran), KH Ahmad Rifai (Pengasuh PP Rahmatan Lil’alamin Bancar), Ustadz Abdul Kholiq (Pengasuh Kajian Komunitas Pemuda dan Pelajar Tuban), Ustadz M. Chusna (MT. Baitul Makmur Semanding), Ustadz Rahmadi (Mubaligh), KH. Amin Thohir (Mubaligh), Ustadz Muhaimin (Alumni Pondok dan Takmir Mushola).

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Dalam kesempatan pertama Ustadz Agus Mulya Budi, beliau mengawali paparannya dengan mengajak hadirin untuk mengumandagkan sholawat Asyghil. Dalam paparannya beliau berpesan “Khalifah Allah dari langit adalah para nabi dan rasul, sepeninggal Rasulullah SAW yang mengurusi umat adalah para Kholifah, hal ini tegas dinyatakan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Mari kita tegushkan tekad mewujudkan sistem warisan Rasulullah SAW tersebut”.

Parapan berikutnya disampaikan oleh Kyai Miftahul Huda, beliau mengingatkan hadirin dan umat terkait kondisi terkini dan sikap yang harus diambil, “Rezim saat ini telah nyata mengkriminalisasi Ulama dan aktivis Islam, maka tidak pantas untuk diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini yang kedua kali,

لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

‘Tidak pantas seorang mu’min tersengat dua kali di satu lubang yang sama.’”
Kemudian Kyai Fathurahman Al Faruq sebagai pemateri terkahir memaparkan beberapa hal seputar Khilafah dan Kholifah, diakhir paparannya beliau menuqil Imam Al-Ghozali yang menyatakan “Karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah beradab dan mulia hatinya. Pemimpin juga harus mampu melayani rakyat (sayyidul qaum khadimuhum). Jadi pemimpin yang layak dipilih adalah yang memiliki adab, hatinya lembut dan tidak mengancam rakyat, mampu melayani rakyat bukan minta dilayani, dan berpihak pada Islam dan pejuangnya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here