MULTAQO ULAMA MAKASSAR “MUHARRAM MOMENTUM HIJRAH DAN PERUBAHAN”

Makassar, (shautululama)  – Masih dalam suasana bulan Muharram, telah terselenggara kegiatan Multaqo Ulama dengan tema Muharram Momentum Hijrah dan Perubahan” di Aula Masjid Baruga Makassar. Al Mukarram Ustad Mustadin, S.Ag membuka acara tersebut diantaranya menyampaikan bahwa “mudah-mudahan kegiatan ini menjadi langkah diantara lagkah berikut menuju Hijrah dari sistem Sekuler ke Sistem Islam”. Beliaupun mengingatkan perkara yang menimpa umat saat ini ketika tidak menyadari bahwa sekularisme telah menjangkiti umat saat ini “jika meninggalkan shalat membuat gelisah, mestinya meninggalkan penerapan islam kaffah juga harusnya demikian. Jika tidak jangan2 kita dijangkiti penyakit sekuler”, ujarnya.

Beliau mengajak peserta membandingkan amal umat Islam yang sudah lama memeluk Islam, dibandingkan dengan sahabat Saad bin abi Waqqas yang usia keislamannya lima tahun namun andilnya dalam Islam menjadi jalan bagi tegaknya daulah Islam di Madinah.
Tausiyah disampaikan oleh almukarram KH. Dr. Azwar Kamaruddin, Lc, MA yang membawakan topic “Perubahan social Mengikuti Rasulullah SAW”, diantaranya beliau menguraikan bahwa “Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifatu fil Ard. Makna khalifah disini adalah menjadi pengganti Allah dalam memakmurkan bumi. Dengan apa? Yakni dengan syariat yang Allah turunkan”.

Kemudian selanjutnya beliau sampaikan bahwa “tujuan diciptakannya manusia untuk beribadah kepada Allah. Ketika saya bertanya kepada mahasiswa tentang ibadaha mahdah, jawabannya maksimal sampai empat saja padahal ada yang ketinggalan yakni Jihad fii sabilillah. Jihad fii sabilillah termasuk ibadah mahdhah, makanya ketika meninggal maka lukanya tdk boleh di cuci sebagai bukti ia telah beribadah kepada Allah”, jelasnya.


Ibadah tentunya harus mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Namun menanggapi adanya anggapan sebagian masyarakat bahwa mengikuti Rasulullah berarti hidup seperti zaman Rasulullah maka beliau sampaikan “bahwa kita ingin hidup mengikuti ‘Manhaj Rasulullah’, jadi bukan hidup di zaman Rasulullah. Mengikuti manhaj yaitu bagaimana memahami manhaj tersebut untuk diterapkan saat ini.” Jelasnya. Lebih lanjut beliau katakan “diantara manhaj Rasulullah SAW adalah dalam metode perubahan social yaitu pertama Proses pembinaan. Sebagaimana beliau lakukan di rumah Al Arqam Bin Al Arqam, kedua Dakwah berinterkai dg manusia, ketiga Menerapkan hukum Islam”, kemudian beliau uraikan hal tersebut. Menutup penjelasan beliau ungkapkan karakter dakwah Rasulullah saw yang seharusnya di ikuti dalam mewujudkan khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah.

Tausiyyah berikutnya disampaikan oleh al mukarram Ustadz Dr. Mursyid Najamuddin dengan tema “Muharram Momentum Hijrah dan Perubahan”. Beliau mengawali dengan mengutip penjelasan di dalam kitab Fathul Bari tentang hijrahnya Nabi SAW. Yang diriwayatkan dari Ibn `Abbas RA. bahwasahnya Allah SWT. telah memberikan izin kepada Nabi SAW. untuk hijrah ke madinah melalui firman-Nya:

وَقُلْ رَبّ أَدْخِلْنِي مُدْخَل صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَج صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْك سُلْطَانًا نَصِيرًا

“Dan, katakanlah Ya Tuhanku masukanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisimu kekuasaan yang menolong”. (Hr. At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Beliau banyak mengutip qaul ulama salaf tentang hijrah dan latarbelakang hijrah Rasulullah SAW yang berkaitan erat dengan kekuasaan di Madinah, dimana kaum muslimin telah memiliki Negara.

Jadi momentum Muharram mengingatkan kita sebuah peristiwa penting hijrah yang merupakan tonggak berdirinya institusi daulah Islamiyah, sebagai entitas yang menerapkan Islam secara kaffah. Maka momentum inipun juga semestinya mengingatkan kita untuk bersegera mewujudkan Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Agar umat bisa hijrah meninggalkan system demokrasi sekuler menuju penerapan Islam secara kaffah.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh dari Makassar dan Gowa. Diantaranya yang turut memberikan testimoni adalah Ustad Mantasya Eppe, BA (mantan Kepala Desa Panciro Gowa 15 tahun, mantan Ketua Muhammadiyah Gowa 15 tahun, mantan Ketua PAN Gowa 15 tahun). Beliau diantaranya menegaskan tentang perjuangan menegakkan syariat Islam bahwa “siapa saja yang mau masuk surga maka ia harus berjuang dan bersabar” pernyataan ini disandarkan pada QS. Ali Imran 142.

“Kalau syariat Islam ditegakkan maka kita akan menyaksikan pertolongan Allah datang” ungkapnya. Namun beliau juga menyadari bahwa “tugas menerapkan syariat Islam ini adalah tugas Negara, sebagaimana dalam hadits ‘al imamu raa’in wahua mas’ulun an raiyyatihi”. Demikian beliau tegaskan dengan penuh semangat diusianya yang sudah 80an tahun.

Tokoh dari Makassar KH Sudirman turut pula memberikan pernyataan “Ketika iman benar mesti mengatahui hak dan bathil. Katika menyadari bahwa keyakinan tidak bisa di laksanakan maka Rasulullah diberi petunjuk untuk hijrah. Rabbil adkhilni, harus jadi doa untuk semua perubahan. Diantara upayanya adalah apa yg kita lakukan pada hari ini. Jadi harus terus ditiup agar terus membara. Ketika masuk ke kota Mekah ada doanya, waqul jaal haqqu. ketika itu patung yg berjumlah 360 turut ketakutan karena kebenaran syariah yang dibawa Nabi… Jadi perlu shulthanan nashiran… Maka jangan pikirkan kapan berhasil tapi kewajiban kita berbuat dulu.”

Dan tokoh lainnya juga turut menyampaikan testimoni. Acara berlangsung dengan khusuk, hadirin mengikuti rangkaian acara hingga selesai.[]

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *