Multaqo Ulama Gondang Mojokerto: “Kita Harus Punya Peran dalam Menegakkan Khilafah”

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

Mojokerto, (shautululama) – Sabtu, 5 Januari 2019 pukul 18.30 di PP Al Mukhlisin Gondang Mojokerto, dilaksanakan Multaqo Ulama dengan mengambil tema Muhasabah akhir tahun: Sikap kita dalam menghadapi musibah.

Ustad Suyadi yang menyampaikan materi paling awal, menegaskan bahwa kita harus berjuang menegakkan agama Islam, karena itu adalah kewajiban. Walaupun dengan atau tanpa kita, Islam akan tegak, namun sebagai mukmin yang taat maka segala apa yg diperintahkan Allah harus kita laksanakan.

Berikutnya Ustadz Asmuin
memberikan paparan bahwa kita terlalu banyak meninggalkan syariat Allah, sehingga kehinaan turun kepada kaum Muslim. Satu-satunya cara keluar dari kehinaan itu adalah dengan “Rujuk” kepada jalur yang benar menurut syariat Islam Kaffah, sehingga Izzah atau kemuliaan turun kepada kaum Muslim”

Selanjutnya Ustad Aris Izzuddin memberikan gambaran bahwa banyaknya musibah yang menimpa kaum muslimin karena banyaknya kemaksiatan kepada Allah.

Adapun sikap kita terhadap musibah adalah:
“Jika musibah itu datang karena Qadha’ Allah maka kita harus bersabar, namun jika musibah itu datangnya karena ulah tangan manusia maka kita harus muhasabah dan segera kembali kepada Allah dengan menerapkan Islam kaffah”

“Oleh karena itu, marilah kita ikut andil dan berperan dalam berjuang menegakkan Khilafah apapun andil kita, baik besar maupun kecil.

KH Mashudi menambahkan bahwa,
“Orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat adalah orang-orang yang menghabiskan umurnya untuk taat kepada Allah SWT. Sedangkan orang-orang yang rugi adalah orang-orang yang menghabiskan umurnya untuk maksiat kepada Allah SWT”

“Zina dan Riba yang merajarela sudah cukup menjawab terhadap banyaknya berbagai musibah yang ada di Indonesia”

Pada bagian akhir, Kyai Joko Santoso
mengajak semua jamaah bahwa jika ingin selamat dunia dan akhirat adalah dengan menolong agama Allah. Salah satu caranya adalah dengan ngaji (Jawa = belajar), mempelajari hukum-hukum Allah agar memahaminya dan rela berjuang untuk menerangkan hukum Allah secara kaffah dalam naungan khilafah.

“Umat rusak karena Pemimpin. Pemimpin yang rusak karena Ulama. Ulama yang rusak karena uang” (red).

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *