Multaqo Ulama Dan Assatidz Aswaja Bojonegoro, Tekad Umat Untuk Tegakkan Khilafah Semakin Besar

Bojonegoro, (shautululama) – Jum’at, 12 April 2019 telah dilaksanakan Multaqo’ Ulama dan Assatidz Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Hadir dalam acara tersebut Ustadz Rahmat Maulana (Alumni Ponpes At-Tanwir, Talun, Bojonegoro), Ustadz Wahyu Kurniawan (Alumni Ponpes Gontor, Ponorogo), Gus A.E.Lutfi (Pengasuh Majelis Cinta Qur’an, Bojonegoro), Ustadz Hardi (Alumni Ponpes Hidayatullah, Jakarta), Ustadz Abu Yafi’ Ramadhan (Mubaliqh Baureno), Ustadz Edi Sunarso (Mubaliqh Bojonegoro), Ustadz Didik Abdurrahman (Mubaliqh Bojonegoro) dan para Muhibbin.

Dalam kesempatan pertama Ustadz Rahmat Maulana menyampaikan bahwa Runtuhnya Khilafah Islamiyah tahun 1924 M menjadi Umm al-jaro’im (pangkal malapetaka, kejahatan, kerusakan) di negeri-negeri kaum muslimin termasuk Indonesia. Diantara malapetaka dan kerusakan yang terjadi adalah:
1. Umat Islam dipecah-pecah menjadi negara kecil dalam ikatan Nasionalisme
2. penjajah mengangkat penguasa boneka.
3. Penjajah mengintervensi undang di negeri-negeri kaum muslimin
4. Penjajah mengubah kurikulum pendidikan dengan berkiblat pada barat.
5. Perjuangan mengembalikan khilafah sebagai tindakan kriminal dan terorisme
6. Penjajah merampok kekayaan dan potensi alam milik kaum muslimin.

Sementara itu dalam pengantarnya Ustadz A.E.Lutfi Yulianto menyampaikan bahwa tegaknya masyarakat dunia dengan, 4 pilar yaitu :
1) Ilmunya para ‘Ulama (ilmunya orang yang berilmu).
2) Adilnya pemerintah
3) Dermawannya orang-orang yang kaya.
4) Do’anya orang-orang yang Fakir”.

Beliau juga menyampaikan, meski saat ini carut marut, ada harapan negeri ini menjadi lebih baik. Segenap kaum Muslim selalu berharap agar Indonesia bisa menjadi sebuah negeri yang penuh dengan kemakmuran dan berlimpah ampunan Allah ‘Azza wa Jalla (Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur).

Sebuah negara yang baik, kehidupan masyarakatnya juga baik. Kebutuhan hidupnya terpenuhi. Keamanan terjaga. Masyarakat juga jauh dari sikap permusuhan dan saling membenci. Mereka justru toleran dan saling memaafkan. Dengan itu ampunan Allah Sang Maha Pengampun turun kepada mereka.

Di akhir sesi Ustadz Wahyu Kurniawan menjelaskan bahwa keinginan ummat untuk menegakkan Khilafah memang semakin membesar, akan tetapi banyaknya halangan justru dari Ummat Islam sendiri yang belum mau menerapkan syariat Islam.

Keadaan sekarang membutuhkan kesabaran ekstra dalam memahamkan Ummat tentang pentingnya Jumlah, Khilafah.

Jika dunia dipimpin oleh Islam, maka negeri yang adil dan makmur akan terwujud, tidak ada yang lain kepemimipinan Islam itu adalah Khilafah yang dinahkodai satu pemimpin saja, Khalifah.(rh)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Demi Menjaga dan Menyelamatkan Generasi Muda Bangsa Kita Dari Perilaku Amoral, Ulama Aswaja Surabaya Raya Bermultaqa

Surabaya, (shautululama) – Maraknya kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan melatarbelakangi lahirnya Permendikbud Nomor 30 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *