Multaqo Ulama Cibinong: “Cinta Nabi Ikuti Syariatnya”

Cibinong, (shautululama) – Jumat 21 Desember 2018 malam Majlis Taklim An Nuriyah, Cibinong, Bogor, terletak di samping Gerbang utama jalan Raya Tegar Beriman, mengadakan Multaqo Ulama dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Multaqo kali ini dihadiri oleh para ulama, kyai dan assatidz di sekitar Cibinong.

Acara dibuka dengan pembacaan Ratib Al Hadad oleh Hadroh dari ponpes Daarul Fudhlola, yang dipimpin langsung oleh al Mukarom KH Abdullah Arif, Mudhir Ma’had. Lalu dilanjutkan dengan tausiyah singkat dari beliau. Beliau mengungkapkan rasa gembiranya dengan acara maulid yang diadakan di majlis ini,

“Bukti cinta kita kepada kanjeng Rasulullah SAW itu tidak ada jalan lain kecuali dengan mengikuti atas semua aturan syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW, baik aturan sholat, aturan wudu, aturan nikah, aturan waris, aturan muamalah, aturan kehidupan secara kaffah baik dalam berhukum dan bernegara harus kita jalankan”, Ungkap al Mukarom Kyai Arif, sapaan akrab beliau.

Beliau menutup tausiyahnya dengan mengijazahkan kepada jamaah sholawat al Busyro.
Ketua panitia, Pimpinan Majlis Taklim an Nuriyah, Ustadz Taufiq Syarifudin, dalam sambutanya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran jamaah baik dari lingkungan majlis taklim maupun sekitar Cibinong. Dengan lantang beliau menyampaikan, “inilah yang kita inginkan bersama rasa ukhuwah islamiyah yang tertanam kuat diantara para jamaah sehingga suksesnya acara malam ini”

Hadir pula dalam multaqo kali ini, Ustadz Ujang Abdurrahman, Pengasuh MT Al Huda, Ustadz Dede Ginanjar, Pengasuh MT Al Hikmah, Ustadz Kamal, Pengasuh MT Al Istiqomah dan Ustadz Miftah, Pimpinan MT al Inayah Kampung Kandang dan KH Muhyiddin, Pondok Pesantren an Nur Pamijahan Bogor. Dalam pemaparanya, Kyai Muhyiddin menyampaikan maqolah dan nasehat kepada para ulama dan hadirin, untuk senantiasa menghidupkan dakwah sampai akhir hayat kita apapun resiko yang dihadapi.

Dengan mantapnya Kyai Muhyidin menyampaikan bahwa datangnya islam akan mengalahkan ajaran, aturan, sistem kehidupan yang lain.

“Karena Islam hanya satu dan ia Haq, selain islam tidak haq dan pasti salah dan pasti kalah. Untuk itu sistem kehidupan dan aturan hidup saat ini yang kita jalankan masih jauh dari aturan islam, maka harus diganti dengan aturan islam. Ganti pemimpin tidak cukup maka harus ganti juga sistemnya”, tegas beliau.

Mahabbah dan ittiba’ kepada Rosululloh SAW harus terwujud dengan mengikuti aturan yang dibawa kanjeng Nabi Muhammad SAW yang telah mewariskan juga sistem kehidupan bernegara yakni sistem khilafah.
“Hidup tidak diatur dengan aturan Allah SWT yang dibawa dan diterapkan oleh Rasulullah adalah kemaksiyat terbesar. Menyatakan keimananya dengan cinta kepada Rasulullah SAW, tapi tidak menerapkan aturan Rasul, maka cintanya bohong. Karena bukti orang yang mencintai kepada yang dicintiainya adalah mengikuti atau ittiba kepadanya”, ungkap beliau.

Lebih lanjut beliau menyampaikan, “Keberkahan akan terbuka lebar, baldatun thoyyibatun warrobun ghofur akan terwujud, jika islam kita jadikan landasan dalam kehidupan, aturan islam kita laksanakan, sistem islam kita terapkan sehingga kita hanya di atur dengan Islam”.

Multaqo ulama diakhir dengan pembacaan doa keberkahan dan kemenangan Islam oleh Ustad Miftah, Pimpinan MT Al Inayah, Kampung Kandang. (hs)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *