MULTAQO ULAMA ASWAJA SURABAYA DAN SIDOARJO, “PERAN STRATEGIS ULAMA CINTA NEGERI, SELAMATKAN UMAT DARI BENCANA MELANDA NEGERI, WASPADA ADU DOMBA UMAT, TOLAK KEDZALIMAN, TERAPKAN ISLAM KAFFAH”

Surabaya, Jatim. (shautululama) – Ahad, 14 Pebruari 2021, Jam 20.00 WIB. Para Ulama, Kyai, Assatid dan Mubaligh dari Surabaya dan Sidoarjo berkumpul secara online mengadakan acara bertajuk “PERAN STRATEGIS ULAMA CINTA NEGERI, SELAMATKAN UMAT DARI BENCANA MELANDA NEGERI, WASPADA ADU DOMBA UMAT, TOLAK KEDZALIMAN, TERAPKAN ISLAM KAFFAH”.

Hal ini membuktikan Ihtimam dan Kepedulian para Ulama, assatid terhadap Kondisi Umat dan negeri ini. Semua itu sebagai perwujudan keimanan kepada Allah SWT dan kecintaan pada negeri ini. Bertepatan dengan bulan Rajab, bulan yang mulia dimana Rasulullah SAW dimi’rojkan kelangit tujuh pada tgl 27 Rajab.

Bagaimana Beliau ditunjukkan keindahan Syurga dan diperlihatkan kesengsaraan, siksaan penghuni neraka jahanam. Dan Beliau mendapatkan wahyu sholat lima waktu. Di Bulan Rajab ini pula Kaum muslimin yang dipimpin oleh Sayyidina Shalahuddin Al Ayubi pada tanggal 27 Rajab tahun 583 Hijriyah membebaskan Baitul Magdis Palestina dari tangan cengkraman Pasukan Salib Eropa. Namun di bulan Rajab ini pula kaum muslimin mendapatkan musibah, bencana paling besar yaitu jatuhnya Khilafah Utsmaniyah di Turki pada tanggal 28 Rajab 1342 H.

Oleh karena itu Ulama, Assatid Surabaya dan Sidoarjo mengadakan Multaqo Ulama Aswaja demi Izzul Islam wa Muslimin.

Acara diawali dengan Pembacaan Ayat suci Al Qur’an oleh Kyai Muhammad Ali Ghufron (Pengasuh Majelis Tahsunul Qur’an Al Amin, Sidoarjo) Dilanjutkan Shohibul Hajah Multaqo Kyai Muh. Ismail Izzuddin beliau menyampaikan bahwa Ulama adalah pewaris para nabi, memegang peran yang sangat strategis dalam perubahan dari masa ke masa.

Rasulullah SAW mendidik sahabatnya sehingga dapat merubah Mekah, Madinah, dan Jazirah Arab dari kegelapan jahiliyah menjadi terang benderang dengan cahaya Islam. Bulan Rajab yang di dalamnya terdapat kemenangan-kemenangan, pada saat perang Tabuk melawan Romawi, dan dibebaskannya Baitul Maqdis pada 27 Rajab 583 H oleh Shalahuddin Al Ayubi.

Khalifah Utsmani mengirimkan Ulama ke berbagai penjuru dunia, termasuk di Nusantara yang dulu menganut animisme, dinamisme berubah menjadi cemerlang dengan cahaya Islam, baik secara ekonomi, sosial, politik. Berbagai wilayah Nusantara mengalami perubahan secara fundamental.

Namun di bulan Rajab ini pula terjadi peristiwa yang menyakitkan saat keruntuhan Khilafah Utsmani oleh Inggris dan sekutunya serta penghianatan Kemal Atarturk. Sejak itu dunia Islam tahun demi tahun mengalami kesengsaraan, kehinaan tanpa kemuliaan.

Oleh karena itu, di bulan Rajab ini, saatnya Umat membuat perubahan dan Ulama menjadi garda terdepan menyelamatkan negeri ini dari kehancuran, kedzaliman yang ditimbulkan Kapitalisme, Sekularisme.

Ini saatnya Ulama memimpin umat melanjutkan kembali kehidupan Islam dengan naungan Khilafah Islamiyah. Acara selajutnya adalah kalimat minal Ulama yang dipandu oleh rois multaqa Kyai Kholid dengan perform yang tenang bersahaja.

Pembicara yang pertama adalah :  KH Abdul Kholiq (Forum Umat Islam Bersatu Surabaya). Beliau menyampaikan dengan mengamati negeri kita di awal tahun 2021 sampai sekarang. Allah SWT menurunkan bencana di negeri ini lengkap, ada banjir, gempa, tanah longsor, gunung meletus, angin topan. Kenapa bencana itu bertubi-tubi karena bangsa ini mengabaikan hukum Allah SWT. Para pejabatnya yang beragama Islam bahkan menyandang ulama tidak mau menerapkan hukum Allah SWT.

Oleh karena itu, kita sebagai Ulama pewaris para Nabi terus menyampaikan kebenaran, tak perlu takut, karena Allah bersama kita. Kembali kepada ajaran Islam artinya menghidupkan kembali syari’at Islam, yang akan dijalankan oleh Khalifah. Dengan menyadarkan anak-anak kita agar menjadi Ulama yang lurus, tidak diam ketika ada kemungkaran. Menolak upaya adu domba, serukan Ukhuwah Islamiyah dengan bimbingan Al Qur’an.

Selanjutnya bergeser ke Pembicara kedua:  KH. Drs. Muhajir Adib MZ (Pengasuh Tafsir Al Ibriz, Pondok Tahfidzul Qur’an Ulin Nuha, Sidoarjo). Beliau menyampaikan peristiwa penting di bulan Rajab yang pertama adalah Isro’ Mi’roj yang menjadi mu’jizat kedua setelah Al Qur’an, dan yang kedua tragedi runtuhnya Khilafah Islamiyah di tahun 1924 M. Hal ini menjadi penyebab utama seluruh penderitaan umat, hilangnya sendi-sendi kekuatan umat, bercokolnya kapitalisme dan sosialisme sebagai penjajah di negeri-negeri kaum muslimin yang dipimpin oleh para antek-antek penjajah.

Kapitalisme dan Komunisme menimbulkan kesengsaraan bagi umat Islam. Ketikan Institusi Khilafah tidak ada. Kondisi umat Islam seperti anak ayam yang ditinggal induknya.

Peristiwa Isra’ Mi’roj terdapat pelajaran secara politis yaitu dipertemukan Rasulullah SAW di Aqsha dengan para Nabi dan mengangkatnya Nabi SAW sebagai imam sholat. Di situ terdapat pengalihan, pengangkatan pemimpin dunia kepada Nabi SAW. Dan yang kedua ditawari malaikat Jibril dua minuman Susu dan Khamr, Nabi SAW memilih Susu dan dibenarkan malaikat.

Minuman susu menunjukkan sistem yang sesuai dengan fitrah. Dalam QS. Ali Imron 112 “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan” saatnya kembali kepada penerapan Islam secara Kaffah dengan bingkai sistem Khilafah.

Selanjunya, beralih ke Pembicara yang ketiga : Kyai Ibnu Anwar, S.Pd , M.Si (Majelis Dzikir wa Ta’lim Nibrosul Qolbi Sidoarjo). Beliau menyampaikan tausiyahnya kaum muslim jumlahnya besar 2,2 milyar manusia. Jumlah yang besar itu tidak mampu berbuat banyak menata kehidupan dunia. Sebab kaum muslimin masih bercerai berai. Dalam QS Ali Imron 103, “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka” Allah SWT mewajibkan Umat Islam bersatu dan melarang bercerai berai.

Dalam Hadits Nabi SAW “Perumpamaan orang-orang yang beriman, di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota tubuh lainnya ikut merasakan, yaitu tidak bisa tidur dan merasa demam”.

 

Pada saat ini kaum muslimin masih disekat, dibelenggu dengan nation state. Jumlah secara kwantitas besar namun tidak bisa menggetarkan musuh. Padahal Islam punya potensi pemersatu yaitu Kitab yang sama yaitu al Qur’an dan Kiblat sama yaitu Ka’bah. Siapa yang bisa menyatukan Islam yang 2,2 milyar tidak lain adalah Khilafah Islamiyah.

Selanjutnya beralih ke Pembicara ke Empat: Kyai Fatkurrozi ( MT Daarussalam Surabaya). Beliau menyampaikan yang intinya semua makhluq yang diciptakan oleh Al Khaliq yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. Allah SWT sudah membuat planning, aturan di bumi. Jika manusia membuat aturan sendiri maka aturan yang tidak sesuai dengan hukum Allah akan bertabrakan.Terbukti aturan yang dibuat manusia tidak membuat aman, bahkan terjadi kerusakan.

Karena itu, hanya sistem Khilafah yang mau tunduk patuh dengan aturan Allah SWT bisa menyejahterakan manusia di dunia dan akherat.

Selanjutnya, bergeser pada Pembicara Ke Lima : Kyai Drs Ahyani S. Ibnu Umar M.Pd, (PP Baitul Mubarrok, Taman, Sidoarjo) Beliau menyampaikan QS. Al Maidah : 3 “Pada hari ini telah aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah aku cukupkan nikmatku untukmu, dan telah aku ridhoi Islam sebagai agama bagimu” Umat Islam di seluruh dunia seharusnya mengikuti ketentuan Allah dan RasulNya. Tetapi manusia saat ini menggunakan kapitalisme, sekularisme dan demokrasi.

Kalau kita telusuri bahwa Kapitalisme, Sekularisme dan Demokrasi tidak memiliki sanad baik dari para Mujtahidi, Tabi’in, Sahabat Nabi SAW bahkan ke Rasulullah SAW. Ide ini sanadnya dari barat, Eropa para penjajah. Kapitalisme, Sekularisme dan demokrasi merusak aqidah Islam, dalam Islam kedaulatan di tangan syara’ sedang demokrasi kedaulatan di tangan manusia (rakyat).

Sistem kufur akan mengganggu Aqidah Islam sehingga Allah SWT memberi peringatan dengan berbagai bencana melanda negeri ini. Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan dunia kecuali kembali melaksanakan seluruh aturan Allah SWT, dengan sistem Khilafah Islamiyah.

Selanjutnya, disambung dengan Pembicara ke Enam : Ust. Abdul Hakim MPd, Da’i Surabaya. Dalam QS As Shaf ayat 9 “Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan Agama yang benar, untuk dimenangkan atas segala Agama, meskipun orang orang musyrik membencinya” ada 3 nikmat yang harus kita syukuri bahkan orang kafir merasa iri, cemburu sehingga melakukan intimidasi, memecah belah dan adu domba. 1. Nikmat Islam : Nikmat terbesar yang menjamin kemuliaan manusia, karena dengan Islam kita bisa membedakan jalan gelap dengan jalan cahaya, dengan Islam kita mengenal Tuhan Allah, dengan Islam kita bisa membedakan yang haq dan yang batil. 2. Umatan Wahidah (Umat yang satu) umat yang secara kwantitas besar dan secara kwalitas besar akan berpotensi negara super power. 3. Nikmat negeri kaum muslin melimpah kekayaan alamnya. Maka ketiga nikmat harus kita syukuri, sesuai dengan perintah Allah, yaitu masuk Islam secara Kaffah Qs Al Baqarah 208.

Berlanjut kepada Pembicara ke Tujuh, KH. Abu Zacki Sholahuddin al Ghazali, MT wa Dzikr Al Ghazali. Dalam QS Al Isra’ 16 “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri maka kami perintahkan kepada orang orang yang hidup mewah di negeri itu supaya menaati Allah. Tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu maka sudah sepantasnya berlaku terhadap perkataan (Ketentuan Kami), Kemudian Kami hancurkan negri itu sehancur hancurnya”.

Penting untuk menjadikan pemerintah menerapkan Islam Kaffah, perjuangan Ulama medakwahkan Islam, suatu sistem yang membuat kita selamat dunia akherat dan saatnya meninggalkan demokrasi yang semu. Terus dakwahkan Islam kepada orang terdekat kita, agar menjadi hal terbiasa, agar generasi berikutnya mencintai Islam. Beralih menuju

Pembicara yang Kedelapan, Kyai Fatahillah Thohir, Majelis Ta’lim Al Fatih Surabaya. Beliau menyampaikan kalimatul Hikmah Kita ketahui bahwa jalan satu-satunya yang kita tempuh adalah jalan Allah. Sudah saatnya umat ini bangkit, melalui tangan halus Ulama.

Keberhasilan Sultan Muhammad Al Fatih menakhlukkan Konstantinopel berkat didikan Seorang Ulama Syekh Aag Syamsuddin. Pemimpin jika tidak tersentuh tangan Ulama yang lurus pasti akan tercabik-cabik oleh orang kafir. Ketika Ulama diam, maka diamnya ulama terhadap kerusakan akan menjadi bencana besar. Senyampang kita diberi waktu untuk mengingatkan, menasehati, mendakwahkan Islam termasuk kepada pemimpin maka lakukanlah.

 

Resolusi Jihad di Surabaya juga di komandoi oleh Ulama. Ulama yang lurus akan menuntun pada jalan yang benar yang di ridhoi Allah, jika Ulama dikriminilasi, di penjara maka Umat bingung seperti anak ayam yang kehilangan Induknya. Mengingatkan mari bersama-sama kita memberi pencerahan pada umat, pemimpin agar Janji Allah bisa terwujud.

Karena hanya Ulama yang bisa menjelaskan ajaran Allah dalam al Qur’an dan As Sunnah. Oleh karena itu, mari kita bersatu memberi pencerahan agar umat ini agar sadar tentang kebenaran yang diturunkan Allah adalah Islam. Larutnya malam tidak mengurangi semangat para ulama.

Selanjutnya lanjut Pembicara Ke Sembilan, Kyai Drs M Saiduddin, Mudir Ma’had al Fath Surabaya. Beliau menerangkan bahwa perjuangan penegakan Khilafah, di negeri kita tercinta ini, memiliki landasan yang kuat, landasan historis : baik peninggalan masjid, relief, kaligrafi. Ada hubungan Nusantara dengan kekhilafahan Utsmani. Sultan Alaudin Ri’ayat Syah, pemimpin kesultanan aceh Darusalam mengirim surat kepada Turki Utsmani yang dipimpin oleh Sultan Sulaiman Al Qonuni. Minta bantuan untuk menghadapi Portugis, yang merebut bandar bandar atau kota pelabuhan. Demikian juga Sri Sultan Hamengkubuwono X Jogjakarta, pernah menyampaikan di Konggres Umat Islam VI, dengan bangga menunjukkan dua bendera yang bertuliskan kalimat La illaha illah muhammadu Rasulullah, hadiah dari turki Utsmani.

“Perjuangan penegakan khilafah di negeri kita memiliki landasan syar’i, Khilafah ajaran Islam dan tajul Furud.

Al Qur’an
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh Aku akan menjadikan di muka bumi khalifah…” (TQS al-Baqarah [2]: 30).

Saat menafsirkan ayat di atas, Imam al-Qurthubi menyatakan bahwa wajib atas kaum Muslim untuk mengangkat seorang imam atau khalifah. Ia lalu menegaskan, “Tidak ada perbedaan pendapat mengenai kewajiban (mengangkat khalifah) tersebut di kalangan umat dan para imam mazhab; kecuali pendapat yang diriwayatkan dari al-‘Asham (yang tuli terhadap syariah, red.) dan siapa saja yang berpendapat dengan pendapatnya serta mengikuti pendapat dan mazhabnya.” (Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, 1/264).

Al Hadits
من مات وليس في عنقه بيعة مات ميتة جاهلية
“Siapa saja yang mati, sedangkan di lehernya tidak ada baiat (kepada imam/khalifah), maka ia mati jahiliah.” (HR Muslim).

اذا بويع لخليفتين قتلوا الاخر منهما

Jika dibaiat dua orang kholifah maka perangilah yang terakhir dari keduanya (HR. Muslim)
Berkaitan dengan hadis di atas, Imam an-Nawawi berkomentar, “Jika dibaiat seorang khalifah setelah khalifah (sebelumnya), maka baiat untuk khalifah pertama sah sehingga wajib dipenuhi, sementara baiat untuk ‘khalifah’ kedua batal sehingga haram dipenuhi. Inilah pendapat yang benar menurut jumhur ulama.” (An-Nawawi, Syarh an-Nawawi ‘ala Shahîh Muslim, 12/231).

Imam Al Ghozali
اَلِّديْنُ أُسٌّ وَالسُّلْطَانُ حَارِسٌ وَمَا لاَ أُسَّ لَهُ فَمَهْدُوْمٌ وَمَا لاَ حَارِسَ لَهُ فَضَائِعٌ

”Agama Islam adalah asas, sedangkan kekuasaan adalah penjaga. Kekuasaan tanpa asas akan binasa, sedangkan agama tanpa penjaga akan lenyap”. [Imam al-Ghazali, Al-Iqtishaad fi al-I’tiqaad, Juz 1/76]

Dicari pernyataan Ibnu Hazm.
Sungguh para Sahabat—semoga Allah meridhai mereka—telah bersepakat bahwa mengangkat seorang imam (khalifah) setelah zaman kenabian berakhir adalah wajib. Bahkan mereka menjadikan upaya mengangkat imam/khalifah sebagai kewajiban paling penting. Faktanya, mereka lebih menyibukkan diri dengan kewajiban itu dengan menunda (sementara) kewajiban menguburkan jenazah Rasulullah saw.” (Al-Haitami, Ash-Shawâ’iq al-Muhriqah, hlm. 7).

Para imam mazhab (yang empat) telah bersepakat bahwa Imamah (Khilafah) adalah wajib…” (Al-Jaziri, Al-Fiqh ‘ala al-Madzâhib al-Arba’ah, 5/416

Dengan khilafah, Ajaran Islam akan sampai ke seluruh pelosok negeri di seluruh dunia.
Dan kekuasaan umat Islam akan mencapai seluruh penjuru dunia. Beliau saw bersabda:
إنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا…“ (أخرجه الامام مسلم, صحيح مسلم 4:2215, الترمذي, سنن الترمذي 4:472 ,ابو داود,سنن ابو داود,4:97)

”Sesungguhnya Allah swt telah mengumpulkan (dan menyerahkan) bumi kepadaku, sehingga aku bisa menyaksikan timur dan baratnya. Sesungguhnya umatku, kekuasaannya akan mencapai apa yang telah dikumpulkan dan diserahkan kepadaku”.[HR. Imam Muslim, Tirmidziy, dan Abu Dawud]

“.. وَمَعْنَاهُ أَنَّ الْأَرْضَ زُوِيَتْ لِي جُمْلَتُهَا مَرَّةً وَاحِدَةً فَرَأَيْت مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا , ثم هي تفتح لأمتي جزأ فجزأ حتى يصل ملك أمتي إلى كل أجزائها… (العلامة الشيخ محمد عبد الرحمن المباركفوري, تحفة الاحوذي بشرح سنن الترمذي,4:468)

”..Maknanya adalah, sesungguhnya bumi telah dikumpulkan dan diserahkan kepadaku seluruhnya secara serentak, sehingga aku bisa menyaksikan timur dan baratnya. Kemudian, bumi akan ditaklukkan untuk ummatku bagian demi bagian, hingga kekuasaan umatku meliputi seluruh bagian muka bumi”..[Imam al-Mubarakfuriy, Tuhfat al-Ahwadziy bi Syarh Sunan al-Tirmidziy, juz 4/468]

Bahwa Rasul saw telah memberikan kabar gembira (bisyaroh) tentang kembalinya Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Beliau saw bersabda:
ثم تكون خلافة على منهاج النبوة

“kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”. (HR. Ahmad)

Kemudian Tausiyah Pamungkas, Ust. Syuhail abu Faiq, Forum Da’i Indonesia. Beliau menyampaikan Pesan Imam Ghozali Ihya’ juz 2 hal. 357, “Tidaklah terjadi kerusakan rakyat itu kecuali dengan kerusakan penguasa dan tidaklah rusak para penguasa kecuali dengan kerusakan para ulama dan rusaknya para ulama itu dikarenakan kecintaan pada harta dan kedudukan” dan dalam QS Fathir 28 “Sesungguhnya di antara hamba hamba Allah yang takut kepadaNya hanyalah para ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Pengampun”.

Ulama adalah pewaris para Nabi, namun hari ini, dinegri ini terjadi kerusakan yang luar biasa kriminalisasi, fitnah, tuduhan tuduhan lain sehingga mengundang bencana. Ulama menjadi sosok yang mampu menjadi pemimpin umat. Peran strategis Ulama untuk menghantarkan kebaikan kebaikan pada umat, selamatkan umat dari bencana yang menimpa umat, karena kerusakan yang ditimbulkan oleh tangan tangan manusia yang tak bertanggung jawab.

Kebatilan akan lenyap butuh orang orang yang Ikhlas, yang tidak silau dengan gemerlapnya dunia. Dunia ini butuh di pimpin oleh syariat Islam, dalam bingkai Khilafah Islamiyah ala min haj nubuwah.

Pembacaan Pernyataan Sikap Multaqo Ulama Ahlus Sunah Wal Jamaah
Gus Azzam , MT Omah Quran Surabaya.

Acara Multaqo Ulama Aswaja Surabaya dan Sidoarjo ditutup dengan pembacaan doa dengan hikmat dan khusyuk dipandu oleh : Kyai M Furqan Syalthuth , Pengasuh MT Al Furqan Sidoarjo.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …