Multaqo Ulama Aswaja Sumut Serukan Penegakan Khilafah Sebagai Solusi Total Masalah Negeri

Medan, (shautululama) – Forum Ulama Ahlus Sunnah Waljamaah Provinsi Sumatera Utara melaksanakan perhelatan Multaqo Ulama Aswaja. Pada Multaqo di awal tahun 2021 ini bertajuk “Kiprah Ulama Cinta Negeri, Jaga Keutuhan Negeri, Tolak kedzaliman Dan Terapkan Islam Kaffah.” Acara tersebut dilaksanakan pada Ahad, 24 Januari 2021 pukul 08.30 WIB via link Zoom dan Live Streaming di chanel YouTube Dakwah Sumut dan Fans Page Faceebook Dakwah Sumut.

Acara Multaqo yang dihadiri oleh beberapa pimpinan pondok pesantren dan mejelis taklim daerah Sumatera Utara ini diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Uts. Yusuf. Setelah itu, Ust. Shiddiq Lubis selaku Rois Multaqo mempersilahkan para Ulama untuk menyampaikan Kalimah minal Ulama.

Hadir sebagai penyampai kalam pertama, Ust. Sofyan Suri, Ulama Aswaja Seli Serdang. Shahibul fadhilah, Ust. Sofyan Suri menyampaikan kondisi umat Islam saat ini sedang dalam kondisi keterpurukan yang sangat menyakitkan. Ditandai dengan berbagai persoalan yang sampai pada akhir tahun 2020 belum terselesaikan. Termasuk diantaranya adalah wabah covid 19 yang sampai saat ini masih belum bisa diatasi oleh bangsa ini.

Penyampai kalam berikutnya, Tuan Guru, Syeikh Musa Abdul Ghani juga menyampaikan hal yang serupa. Beliau menambahkan, “korupsi juga semakin massif sehingga semakin menyengsarakan rakyat.”

Persoalan ternyata tak sampai di situ. Buya Adi Jepris Sitohang, Pimpinan Pondok Pesantran al-Izzah Khoiru Ummah, Tanjung Morawa, memaparkan maraknya disintegrasi di wiliyah Papua yang dimotori oleh beberapa gerakan seperti OPM (Organisasi Papua Merdeka). “OPM ini sebenarnya tidak berdisi sendiri. Apa yang mereka lakukan itu sesungguhnya ada yang memback-up dari belakang. Siapa itu? Secara garis besar kita bisa menyimpulkan bahwa yang memback-up mereka itu tentu adalah negara yang sangat benci dengan Islam.”

Ust. Marwan Rangkuti, Mudir Ma’had Sabilul Mustanir, menyampaikan bahwa sumber masalah umat Islam adalah tidak diterapkannya Islam sebagai sistem kehidupan. “Kita ketahui bahwasanya negeri-negeri kaum muslimin saat ini diurusi dengan tidak menggunakan sistem Islam telah menunjukkan wajah yang sangat memprihatinkan.”

Beliau juga menjelaskan bahwa, sistem demokrasi yang diterapkan di negeri-negeri kaum muslimin telah terbukti gagal mengurus kehidupan manusia. “Wabah covid yang terjadi telah mengungkap topeng yang selama ini berusaha menutupi keburukan dari sistem demokrasi-sekuler.”

Senada dengan Ust. Marwan Rangkuti, Ust. Abdul Wahab dari Majelis Islam Kaffah, Binjai menyatakan, “Timbulnya permasalahan ini dikarekan tidak diterapkannya hukum Allah SWT. Malah menerapkan demokrasi di tengah-tengah umat kita.”

Ust. Tomi Abdillah dari Majelis Ulin Nuha, Medan menyampaikan bahwa kebangkitan hakiki umat adalah dengan diterapkannya Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah. Dan motor utama penggerak kebangkitan ini adalah para Ulama, “Para Ulama dikatakan sebagai motor penggerak kebangkitan umat di masa depan.” Beliau melanjutkan, “kebangkitan yang diharapkan umat adalah kebangkitan yang hakiki, yaitu kebangkitan tegaknya syariat dalam bingkai institusi khilafah Islamiyah.”

Memperkuat apa yang disampaikan Ust. Tomi, Ust. Kusnady Arrazy, pengasuh Majelis Darun Nawawi, Medan Johor mengutip qaul Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali dalam kitab al-Iqtishad fil I’tiqad, “Agama dan kekuasaan ibarat saudara kembar. Agama adalah pondasi dan penguasa itu adalah penjaganya. Dan apa-apa yang tidak ada pondasinya maka ia akan roboh. Dan apa-apa yang tidak ada penjaganya maka ia akan lenyap.”

Beliau lanjut menjelaskan, “Apa yang ditegaskan oleh al-Imam al-Ghazali di dalam kitab al-Iqtishad fil I’tiqad ini menunjukkan bahwasanya perhatian para Ulama, para Alim terhadap kekuasaan itu sangat luar biasa.”

Pernyataan sikap yang disampaikan oleh Ust. M. Lilik Suhendra, Founder Majelis Islam Kaffah, Tanjung Morawa menegaskan seruan para Ulama kepada para penguasa dan rakyat dalam Multaqo ini untuk meninggalkan sekularisme, demokrasi dan menerapkan syariat Islam secara kaffah sebagai solusi permasalahan umat. Setelah pembacaan pernyataan sikap, acara ditutup dengan doa oleh Ust. Abu Yasin dengan penuh khidmat.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Pernyataan Sikap Multaqa Ulama Bandung, Tolak Permendibudristek No. 30 Tahun 2021, Ganti Dengan Aturan Islam

Bandung, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja Bandung, Sabtu, 27 november 2021 diselenggarakan secara daring via zoom …