Multaqa Ulama Aswaja Pamijahan, Bogor, Wajib Marah Nabi Dilecehkan

Pamijahan, (shautululama) – Momentum maulid yang agung, hampir di setiap masjid dan pesantren ummat Islam mensyiarkan Islam. Begitu juga dengan Masjid An Nur Kaung Gading Pamijahan Bogor.

Tepatnya Jumat 22 November 2019 / 25 Rabiul Awal 1441 H bada Jumat berkumpul puluhan jamaah dalam sebuah acara Multaqa Ulama Ahlussunah Waljama’ah, yang terdiri dari Imam Masjid, Guru Ngaji, Pimpinan Majelis Ta’lim, Pimpinan Pondok Pesantren dan tokoh masyarakat.

Hadir diantaranya Ustad Ridwan Pimpinan Majelis Ta’lim Al Jannah Jatake Cimanggu 1 Cibungbulang, Ustad Malik Pengasuh Majelis Ta’lim Al Jannah Jatake Cimanggu 1 Cibungbulang, Kyai Sajili Pimpinan Majelis Ta’lim Nurul Iman Al Hasanah Cikupa, Cijujung Cibungbulang, Ustad Ahmad Kosasih Pimpinan Majelis Ta’lim Ash Sholihin Kampung Kalapa Cibungbulang dan tentunya sebagai tuan rumah yaitu iyai Muhyiddin selaku Pimpinan Pondok Pesantren An Nur, Pamijahan, Bogor.

Selepas Shalat Jumat, acara pun dimulai. Bertajuk Maulid Nabi Muhammad Saw, khususnya kasus yang lagi hangat yaitu pelecehan kepada Nabi Muhammad Saw oleh Ibu Sukmawati.

Acara pun berjalan khidmat penuh kekeluargaan. Pada kesempatan itu Kyai Muhyiddin menyampaikan,
“Tidak sempurna keimanan seseorang sebelum rasa Cintanya kepada Rasulullah lebih besar dari orang lain bahkan dirinya sendiri”.

Selain itu, beliau mengutip pendapat Imam Syafi’i terkait pelecehan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, “Barangsiapa yang dituntut untuk marah (atas pelecehan terhadap Nabi Muhammad Saw) tapi tidak marah maka dia seperti keledai (Himarun)”.

Oleh karena itu, salah satu solusi kasus ini adalah kita butuh Imam (Khalifah) yang akan menjaga kemuliaan Nabi Muhammad Saw dan menindak tegas kepada pelaku pelecehan.

Terlebih lagi kewajiban akan Khalifah dalam sistem Khilafah ini pun adalah sebuah kewajiban yang utama.

Acara multaqa ditutup dengan doa, dipimpin oleh Ustad Ridwan. Selepas itu seluruh jama’ah berfoto dan sekaligus membacakan pernyataan sikap. Wallahualam bishowab.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *