Multaqo Ulama Aswaja DKI Jakarta Raya, Bahas Kriminalisasi Ulama hingga Ancaman Disintegrasi, Tawarkan Islam Kaffah Sebagai Solusi

Jakarta, (shautululama) – Multaqo Ulama Aswaja DKI Jakarta Raya yang diagendakan pada ahad 3 Januari 2021 yang dihadiri tidak kurang dari 100 Ulama Aswaja DKI Jakarta dan Tangsel. Dan disiarkan secara live melalui channel Jakarta Qalbu dakwah sampai reportase dibuat sudah ditonton sebanyak 553 pemirsa.

Agenda multaqa yang diadakan forum Komunikasi Ulama Aswaja kali ini bertajuk “ KIPRAH ULAMA CINTA NEGERI, JAGA KEUTUHAN NEGERI, TOLAK KEDZALIMAN, TERAPKAN ISLAM KAFFAH”

Wujud Keseriusan Ihtimam ulama para ulama terhadap kondisi umat dan negeri yang mayoritas rakyatnya beragama islam dengan dilandasi keimanan kepada Allah SWT dan Rasulnya baginda nabi Muhammad Saw, dank arena kecintaan pada negeri ini karena adanya berbagai fenomena bentuk kedzoliman rezim terhadap Islam, ulama, aktivis dakwah islam mulai dari bentuk kriminalisasi, persekusi, pembenjaraan bahkan penbunuhan.

Pelaksanaan Pilkada secara serentak di lebih dari 200 daerah di Indonesia yg semakin menambah buruknya kasus positif Covid-19 yg sudah mencapai angka 20.000 jiwa/hari.Ancaman nyata disintegrasi negeri, seperti deklarasi kemerdekaan Papua, indikasi daerah lain seperti Aceh yang ingin melepaskan diri yang kurang mendapatkan respon serius.

Adanya teroris OPM (Organisasi Papua Merdeka) berani melakukan pawai peringatan hari ulang tahunnya, mengibarkan benderanya, bahkan pengumuman adanya Presiden sementara Papua Barat mereka tampilkan tanpa rasa takut, bahkan gangguan sedikitpun.
Pada kesempatan ini sebagai MC,Ustadz Maman Abdurahman, Shohibul Hajah Multaqo Mualim Ustadz Kholilullah bin Abu Bakar dan Rois Multaqo Ustadz Cepi.

Acara dimulai jam 8:30 dengan dibuka oleh MC dengan membaca Umul Kitab, selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Ustadz Ari Susanto.

Mualim Ustadz Kholilullah Bin Abu Bakar sebagai shohibul hajah, dalam kalimanya menyampaikan, “Ulama adalah hamba Allah yang mulia, yang berdakwah di tengah-tengah umat, beliau tidak takut terhadap celaan, hinaan dan ancaman, beliau hanya takut kepada Allah sebagaimana Allah katakan dalam firmanNya.

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS: al-Fathir ayat 28

Beliau juga sebagai pewaris nabi, sebagai sabdanya
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاء

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi.

Para Alim ulama yang di muliakan Allah
Banyak kezholaiman dan kemaksiatan di tengah-tengah kita, bahkan kemaksiatan dan kedholiman itu terjadi di depan mata kita, baik yang di lakukan oleh penguasa, maupun rakyatnya. Di antaranya : kriminalisasi ulama, pembunuhan terhadap para pejuang islam, kasus korupsi yang tidak bisa di selesaikan hingga adanya ancaman pemisahan papua dan aceh di negara ini.

Setelah kalimat dari shohibul hajah, Rais Multaqo yaitu Ustadz Cepi lalu memandu jalanya multaqa dengan mempersilahkan beberapa ulama untuk menyampaikan kalimat dalam mensikapi kondisi keumatan di negeri ini.

Kalimah Minal Ulama pertama disampaikan oleh: KH. Shoffar Mawardi pimpinan Ma’had Daarul Muwahid srengseng Jakarta Barat, Beliau mengutip Surat Thoha ayat 241 yang artinya,siapa saja yang berpaling dari peringatan Allah SWT,Sunguh Allah SWT akan menimpakan kehidupan yang sempit di dunia dan di akhirat, Menurut Habib Abdillah bin Haddad jika ada alim dia tidak mengajarkan ulama yang benar maka setan akan muncul dan menyesatkan manusia,untuk itu kita jaga betul pikiran,amal dan hati kita dari ganguan syetan,hingga pengemban dakwah sampai pada tujuan dakwahnya.

Kyai Zaenal Afwan pimpinan Majlis Ta’lim Alhikmah Cipayung Jakarta Timur dalam kalimatnya beliau menyampaikan Kita teramanahkan oleh Allah SWT sebagai peran pewaris Nabi SAW. Peran utama Ulama adalah dakwah, beliau mengutip surat Ali Imron 104, yang intinya dalam ini dakwahnya ulama harus mengajak kepada Islam, mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Dakwah menurut beliau dengan mengajak pada umat / seluruh manusia pada islam dengan tujuan keselamatan dan kebahagian di dunia dan akhirat, solusinya yaitu adalah islam, karena yang menciptakan probelem / masalah adalah Allah SWT, maka Allah SWT menurunkan petunjuknya sebagai solusinya,sebagaimana semua kerusakan / problem, masalah dengan kendaraan maka yang paling tahu untuk mengurai kerusakan kendaraan tersebut adalah pencipta kendaraan tersebut, karena dakwah adalah perintah Allah maka alim ulama wajib taat kepada Allah SWT.

Kyai Saifudin Zuhri ulama dari kebayoran Lama Beliau mengingatkan kepada umat agar tidak berpecah belah,dan bermuhasabah,adalah ironi atas sikap dan kebijakan pemerintah saat ini dalam menilai suatu kasus,justru kasus yang besar seperti berdirinya OPM diangap sepele oleh pemerintah,sebaliknya dalam kasus kerumunan HRS pemerintah gegep gempita,sikap sampai HRS dipenjarakan dan organisasi FPI di bubarkan. Demikianlah pemerintah saat ini,persoalan disintegrasi yang jelas jelas mengancam kedaulatan bangsa diangap sepele. Menurut syariat islam terkait diintegrasi ini dilarang oleh syariat islam, kenapa karna integrasi tersebut akan berakibat merugikan kaum muslimin di Indonesia.

Utadz Muhammad Al Fakar dari Forum Komunikasi Ulama Aswaja Tangerang Selatan
Beliau menyampaikan bahwasanya dalam menegakan islam kaffah ini banyak hambatan dan rintangan. Misalkan Demokrasi ,dimana dalam demorasi ini kebenaran/kebaikan berdasarkan suara manusia,berbeda dengan islam suara kebenaran / kebaikan berdasarkan kebenaran Allah SWT.

Demokrasi lahir di dalam masyarakat Yunani kuno, dan dipopulerkan oleh Montesque asal Perancis. Demokrasi kedaulatan ada di tangan rakyat, padahal dalam islam kedaulatan di tangan syara. Demokrasi adalah musibah bagi umat islam, karena demokrasi tidak akan pernah ada / tempat islam di tegakan. Dalam sejarahnya demokrasi tidak pernah menegakan syariat islam. Kerusakan yang di akibatkan oleh demokrasi hanyalah mengeksploitasi suara rakyat, sementara kepentinganya hanya untuk aseng dan aseng,seperti UU OMNISBUSLAW.

Ustadz Iib Alansori dari Forum Komunikasi Ulama Jakarta Selatan dalam kalimatnya menyampaikan Pesan pada ulama, jadilah seperti bintang di tengah malam yang terang,hinga dapat memberi petunjuk pada umat manusia. Agar ulama dapat mengarahkan umat pada cahaya islam dari kegelapan atau kejahiliyahan. Beliau mengajak para untuk bergabung dalam barisan dakwah perjuangan menegakan kembali khilafah di negeri ini. Dan beliau jug mengajak para ulama untuk meningalkan demokrasi munuju pada Khilafah.

Ustadz Abu Ismail dari Forum Komunikasi Ulama Jakarta Timur dalam kalimatnya beliau menyampaikan bahwa Umat yang tidak dipimpin oleh ulama maka akan menuju pada kehidupan yang gelap, seperti idiologi komunisme, idiologi yang dibangun pada materealisme, dimana ideologi ini telah di tingalkan oleh Rasulullah SAW. Beliau juga menyampaikan jadilah ulama seperti bintang di langit agar dapat menerangi langit dan bumi disaat gelap. Ulama bukanlah para pemimpin doa belaka, tetapi para ulama adalah pengemban dakwah nabi, berani mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil dan berani menasehati penguasa yang berbuat dzolim.

Dalam kalimat selanjutnya Ustadz Dr. Alimudin dari Forum Komunikasi Ulama Klender menyampaikan Apa yang di perintahkan Rasulullah SAW, ambilah, tegakanlah, dan apa yang dilarang oleh Rasulullah SAW, tinggalkanlah. Banyak permasalahan umat di Indonesia, seperti OPM memisahkan diri dari Indonesia. Islam bukan hanya mengenai harta, tahta tapi juga negara kekuasaan yang independent, ini kenapa Rasulullah SAW hijrah ke Madinah sebagai alasanya adalah bahwa islam butuh wadah dan pemimpin yang independet, maka karena itu ulama wajib memperjuangkan tegaknya kembali Khilafah sebagai wadah umat islam untuk dapet menegakan syariat isl secara kaffah.

Ustadz Ageung Suriabagja, S.H.I dari Forum Komunikasi Ulama Aswaja Tangerang Selatan diantara kalimat yang disampaikan. Maka adapun upaya – upaya separatisme di Papua yang di lakukan OPM tidak lain tidak bukan adalah dorongan dari para penjajah. Untuk itulah kata beliau para ulama wajib mengajak umat dan bergabung dengan barisan pejuang khilafah dan menolak separatis Papua, tolak semua bentuk kedzaliman dan kebijakan Dzalim.

Ust Tisna Asy-syirbuny dari Forum Komunikasi Ulama Aswaja Ciracas menyampaikan Apakah umat masih terus memakai kapitalisme sekuler,atau umat ini mau mengambil sistem islam disaat dan setelah pandemi covid 19.

Dalam pandangan kapitalisme sekuler ini agama islam tidak boleh mengatur kehidupan umat,dan kenapa umat islam dan kenapa umat islam harus mengalkan demokrasi, karena demokrasi adalah ilusi, contoh FPI Dibubarkan tanpa adanya musyawarah sebagai asas atau dasar demokrasi. Demikan juga pemerintah membubarkan / mencabut BHP HTI tanpa adanya musyawarah, maka jika demikian dimana letak demorasi. Beliau juga menambahkan solusi pada umat agar dapat keluar dari kegelapan kapitalisme dan demokrasi yaitu dengan mengajak para ulama untuk semata – mata memperjuangkan sistem islam dan institusinya Khilafah Islamiyah.

Setelah menyampaikan kalimah minal ulama, acara dilanjutkan dengan pembacaan peryataan sikap Ulama Aswaja Jakarta, pada kali ini disampaikan oleh almukaram Ustadz H. Dwitanto Wahyudi.

Acara Multaqo Ulama Aswaja DKI Jakarta Raya di tutup dengan doa penutup oleh KH.Dr Mawardi dan foto bersama.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …