Multaqo Ulama Ahlusunnah Waljamaah Nganjuk : Indonesia Di bawah Bayang-Bayang Komunis China

0
516

Nganjuk, Jatim, (shautululama) – Ahad, 19 Mei 2019, bertempat di Pondok Pesantren Roudlotussalikin Sunan Kalijaga Sawahan – Nganjuk telah berlangsung kegiatan Multaqo Ulama Aswaja. Acara ini diprakarsai oleh Forum Komunikasi Ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Acara dimulai dengan kegiatan sholat Ashar berjamaah bersama Alim Ulama eks karesidenan Kediri dan dilanjutkan dengan acara inti hingga jelang Adzan Maghrib.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Acara dibuka oleh Ustadz Taufik, selaku Shahibul Hajah. Beliau memberikan sambutan kepada para peserta sekaligus mengingatkan bahwa perkembangan keadaan yang ada di masa akhir penuh dengan fitnah. Fitnah terbesar saat ini adalah tidak diterapkannya syariah islam. Selain itu, fitnah yang saat ini ada di Indonesia adalah cengkeraman penjajahan China.

Selanjutnya, Kalimatul Taqdim Kyai Abdul Karim memaparkan perkembangan yang perlu disikapi oleh alim-ulama karena mereka adalah pewaris Nabi dalam menjaga agama dan memahamkan umat serta melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Saat ini, telah diteken proyek OBOR (One Belt One Road) oleh pemerintah atau BRI (The Belt and Road Initiative) program ini merupakan program komunisasi China dalam rangka mengembalikan kejayaan di masa lampau untuk mengembangkan jalur sutra maritim.

Beliau, menegaskan bahwa menyikapi penolakan OBOR ini dengan dasar keimanan dan syariah islam yang tidak membolehkan orang kafir menguasai orang mukmin.

Selanjutnya Kyai Abdurrahman pun juga menegaskan menolak OBOR yg jelas-jelas berbahaya.

Acara ini juga dihadiri KH Ahmad Jauhari, Kyai Abdul Fattah, Kyai Mustofa Alwi, Kyai Fadhil, dan seterusnya.

Kalimah minal ulama disampaikan oleh Kyai Abdul Fattah menjelaskan bahwa OBOR ini proyek China untuk infrastruktur agar bisa mengeksploitasi SDA dan SDM Indonesia.

Kyai Fadil di akhir acara memberikan nasihat agar selalu waspada saat akan mengikuti ulama, karena sekarang ini ada ulama su’ dan ada ulama khos, ulama khos adalah ulama yang hatinya selalu ingat kepada Allah.

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Fadhil selaku pengasuh PP. Roudlotussalikin Sunan Kalijaga . Lalu dilanjutkan dengan Buka bersama. Sekaligus mempererat dan menguatkan ukhuwah serta tali silaturrahmi. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here