Multaqo Ulama Ahlush Sunnah Wal Jamaah Sidoarjo, HARAM MEMILIH PEMIMPIN PENIPU, DZOLIM DAN MENOLAK SYARIAH, KHILAFAH

0
1048

Sidoarjo, (shautululama) – Multaqo Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Sidoarjo, Sabtu 13 april 2019 puluhan ulama hadir dalam Multaqo Ulama Ahlus sunnah wal jamaah Sidoarjo yang diselenggarakan di masjid Nurul Huda sidoarjo.

Acara yang digagas Forum Komunikasi Ulama Ahlus sunnah Wal jamaah sidoarjo ini diharapkan menjadi rujukan ummat dalam menyikapi berbagai persoalan. Posisi penting ulama sebagai pelita agar ummat mampu melihat jalan menuju kehidupan yang diridhoi Allah SWT, termasuk persoalan proses pemilihan kepemimpinan negeri ini. Diharapkan dengan berkumpulnya para ulama akan dapat memberikan penjelasan kepada umat bahwa kepemimpinan dalam Islam adalah masalah penting, jangan sampai umat tertipu, jangan sampai rezim anti Islam kembali meminpin negeri ini. Demikian sambutan Ustad Asrul perwakilan FKUA Sidoarjo.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Ustad Joko selaku ta’mir masjid menyambut para ulama yang hadir dengan ucapan syukur dan terharu. Beliau berharap bisa terus bersilaturahmi dalam rangka membahas kondisi umat dan solusinya, agar umat bersatu seperti aksi 212 untuk sama sama menuju tegaknya Islam.

Kyai Nashiruddin, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlash Candi, menyampaikan hadist tentang kembalinya khilafah sudah terbukti 80 persen dan 20 persen itu sedang proses akan segera terwujud maka secara fakta dan nash khilafah pasti terwujud, tidak layak kita meragukan kabar dari Rosulullah ini.

Beliau salut ketika mengenal Hizbut Tahrir yang datang mendakwahkan syariah dan khilafah mereka memiliki karakter “ndablekiyyah”, mereka ulet, sabar, istiqomah mendakwahkan walaupun menghadapi respons negatif di tengah ummat. Tapi kita lihat sekarang hasilnya, ummat menyambut dakwah mereka dan menjadikan kita faham apa itu khilafah.

KH. Muhair Adib, Pengasuh Majlis Tasir Al Ibris PP Ulin Nuha, Al Quran menjelaskan karakter pemimpin dan pendukungnya. Ada pemimpin kafir yang haram hukumnya dipilih, ada pemimpin munafik dan fasiq maka siapa yang menjadi pendukungnya akan diadzab oleh Allah.

“Jangan kalian ummat Islam memilih pemimpin yang mengolok-olok agama Islam, seperti kriminalisasi ajaran Islam, mengkriminalisasi ulama, mengkriminalisasi syariah dan khilafah haram memilih pemimpin seperti ini”, tegas beliau.

KH Abdul Aziz pengasuh MT Darul Ilmi wa al tsaqofy menyampaikan pemimpin wajib menerapkan hukum yang adil yakni menerapkan hukum Allah dan sebaliknya haram memilih pemimpin dzolim, pemimpin yang ja’ir atau haram pemimpin ghooz yakni peminpin yang tidak menerapkan hukum Allah, pemimpin yang bengis, pemimpin yang menipu rakyatnya mereka tidak mencium bau surga.

Ulama harus berada di garda terdepan agar ummat jangan memilih pemimpin yang penipu, dzolim dan anti ajaran islam, syariah serta khilafah. Tausiyah beliau disambut dengan wajah bijak para ulama yang bersepakat dengan statement beliau. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here