Multaqo Ulama Ahlush Sunnah Wal Jamaah Se – Eks Karesidenan Besuki – Bali, “KUTUK PENGHINA NABI ﷺ, TOLAK DEMOKRASI DAN KEBEBASAN, BATALKAN UNDANG-UNDANG OMNIBUS LAW YANG DZALIM”

Jember, Jatim (shautululama) – Rabu, 11 November 2020, berlangsung Multaqo’ Ulama dari se Eks Karesidenan Besuki – Bali. Kali ini para ulama Aswaja tersebut berdiskusi sekaligus menyampaikan keprihatinan terhadap dunia Islam akan penghinaan kepada Rasulullah dengan mencitrakan beliau serta kondisi umat Islam di Indonesia yang harus menolak demokrasi serta menolak Undang–undang Omnibus Law yang merugikan. Seluruh ulama yang hadir mengajak umat untuk tolak demokrasi yang menghasilkan peraturan yang tidak sesuai dengan Islam dan tolak paham kebebasan yang membuat mereka bebas melakukan penghinaan kepada Nabi kita.

Acara yang digagas para Alim Ulama Aswaja Se-EKS KARESIDENAN BESUKI – BALI ini diharapkan menjadi rujukan ummat dalam menyikapi berbagai persoalan. Posisi penting ulama sebagai pelita agar ummat mampu melihat jalan menuju kehidupan yang diridhoi Allah SWT, termasuk menolak ajaran kufur seperti demokrasi, sekularisme, pluralisme, kapitalisme, serta isme bathil lainnya. Dan juga produk-produk bathil turunan ajaran kufur seperti Omnibus Law yang Dzalim. Diharapkan dengan berkumpulnya para ulama akan dapat memberikan penjelasan bahwa Ulama harus menjadi garda terdepan dalam membela Rasullullah ketika ada penistaan seperti yang dilakukan oleh Macron. Demikian sambutan Ustad Darmono selaku shohibul hajat acara ini.

KH. M. Yasin Pengasuh Ponpes Al Fattah jember menjelaskan bahwa dakwah kepada penguasa bukanlah sesuatu yang haram, bahkan itu bukan hanya diperbolehkan namun diwajibkan ketika penguasa itu telah menyimpang dari jalan yang lurus, yakni dari jalannya Allah dan Rasul-Nya. Siapa saja yang memuhasabah penguasa agar kembali pada jalan Allah, itulah orang yang menjadi penghulunya para Syuhada’.

Pesan yang disampaikan oleh Ustadz Amir pengasuh Majlis Cinta Quran Jember beliau menegaskan , demokrasi tidak akan memberikan kesempatan kepada Islam untuk diterapkan secara parsial apalagi secara Kaffah. Demokrasi hanya akan mengambil syari’at yang dianggap menguntungkan bagi mereka. Demokrasi harus dicampakkan dan Ummat Islam harus kembali pada ajarannya yang mulia. Beliau juga berharap dengan ditegakkannya Khilafah ‘ala min hajin nubuwwah yang tidak akan membiarkan Kehormatan Rasulullah Saw dinistakan.

Selanjutnya yaitu pesan dari Ky Mashuri kepada para ulama akan kewajiban ulama untuk memuhasabah penguasa agar meninggalkan sistem kufur dan menggantinya dengan sistem Islam dalam bingkai Khilafah ‘ala min hajin nubuwwah yang akan menjaga, mengurus, melindungi, serta menjamin kepentingan rakyat.

Ustadz Sugiyanto menjelaskan Demokrasi sumber masalah terbukti dari Macron yang telah menunjukkan watak asli memusuhi Islam, yang berlindung dibalik kebebasan berekspresi yang mereka junjung tinggi. Ummat Islam harus sadar, demokrasi tidak akan memberikan kesempatan kepada Islam untuk diterapkan secara parsial apalagi secara Kaffah. Pesan terakhir beliau yaitu demokrasi harus dicampakkan dan Ummat Islam harus kembali pada ajarannya yang mulia.

“Semoga Allah Anugerahkan pada kita kemenangan yang sempurna, dengan ditegakkannya Khilafah ‘ala min hajin nubuwwah yang tidak akan membiarkan Kehormatan Rasulullah Saw dinistakan.” Tegas beliau.

Kyai Saiful Hadi Pengasuh PP Al Munawwarah Jember menyampaikan bahwa berhukum dengan hukum Allah adalah wajib sebagaimana menerapkan Khilafah adalah wajib. Mengkriminalisasi Ajaran Islam Khilafah, baik berupa menista secara langsung, menyebarkan kebencian padanya, atau bahkan mempersekusi pengembannya adalah sebuah tindakan perampasan hak untuk menjalankan agama dan bisa dijatuhi hukuman yang berat.

KH Moh Asyrofi Pengasuh PP Darunnajah BWI mengajak umat untuk tetap berjuang menegakkan agama Allah dan juga bersegera untuk menegakkan Khilafah yang mana khilafah itu akan melindungi kalian dari kedzaliman penguasa Mulkan Jabriyan.
“Wahai Ahlul Quwwah wal Mannah, tolonglah Ummat Muhammad dari keterpurukan dan kedzaliman sebagaima na kaum Aus dan Khazraj menolong Rasulullah Saw untuk menegakkan dienullah. InsyaAllah, Antum akan Allah tinggikan derajat kalian dengan derajat tertinggi di Jannah-Nya. Takbir!!!” Tegas beliau.

Acara terakhir yaitu pembacaan pernyataan sikap Ulama Se-Eks Karesidenan Besuki – Bali disampaikan oleh ustadz Abdurrohim pengasuh Majelis Ta’lim Afwajaa menyatakan seruan untuk menolak aturan dzalim penguasa, memberi peringatan bahwa hukuman mati bagi penista agama Islam serta menyeru kepada umat islam untuk menegakkan syariat islam dibawah naungan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …