MULTAQO ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH YOGYAKARTA, TOLAK OBOR CHINA

Yogyakarta, (shautululama) – Multaqo ulama yang bertajuk Sikap ulama Ahlus Sunnah waljamaah Yogyakarta terhadap proyek OBOR (One Belt One Road) Cina di Gedung PDHI Yogyakarta pada ahad (26/5)

“Proyek ini (OBOR) akan menimbulkan bahaya dan kemudorotan. Bahaya tersebut dapat dilihat dari segi hilangnya kedaulatan ekonomi dan politik negara mitra RRC tempat proyek dilaksanakan. Hal ini dikhawatirkan juga akan terjadi di Indonesia”, demikian papar KH Shiddiq Al-Jawi, mudir ma’had Hamfara Yogyakarta.

Multaqo ulama yang dihadiri oleh para Ulama dan Asatidz di Daerah Istimewa Yogyakarta menghadirkan beberapa pembicara antara lain KH Shiddiq Al-Jawi, Ustadz Dr Kintoko dari PonPes Tahfidz Abdurrahman Ali, Ust. Shiddiq Al Bantuli dari Majlis Idrak Shilah Billah, Ust Edy Subroto dari FKU ASWAJA. Ust. Ngadimin dari Pengasuh MT Shiraathol Mustaqim, KH Ahmad Faiz dari PonPes Abdurrahman bin Auf Klaten dan Gus Junaidi at Thoyyibi dari Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah Jabodetabek.

Proyek pembangunan infrastruktur darat, udara dan laut sejatinya lebih menguntungkan Cina jika dibanding negara tempat pembangunan itu dilakukan. Semua fasilitas itu dimaksudkan untuk membuka jalur perdagangan yang menguntungkan mereka.
Proyek tersebut diawali dari Cina ke Asia tenggara, Asia selatan, sampai Eropa. Proyek spektakuler ini telah diikuti oleh 65 negara.

Proyek OBOR ini mengandung berbagai keharaman. Setidaknya ada 3 alasan mengapa proyek ini haram. Pertama karena pendanaannya berupa pinjaman ribawi. Kedua ada percampuran transaksi bersyarat yang ini bertentangan dengan syariah. Syarat itu diantaranya tenaga kerja harus dari Cina, dan material yang digunakan harus dari Cina.syarat seperti ini tidak dibolehkan, menggabungkan akad pinjaman dengan akad komersial (jual beli). Ketiga proyek ini menimbulkan bahaya, mulai dari hilangkan kedaulatan ekonomi dan politik dari negara mitra, ancaman kerusakan lingkungan dan bencana, hingga konflik sosial, demikian papar KH Shiddiq Al Jawiy lebih lanjut.

Ust Dr Kintoko dari Ponpes Tahfidz Abdurrahman Ali menambahkan bahwa jika Ada yang menganggap OBOR menguntungkan, maka itu tidak benar. Dari segi harga dan reprocical trade kita kalah, maka cara satu-satunya kita harus menolaknya. Sebenarnya kita sedang menfasilitasi Cina untuk menguasai dunia. perdagangan Indonesia-Cina saat ini tidaklah seimbang. Reprocical Policy dalam perdagangan yang ditandai saling berbalas tidak terjadi. Ditambah lagi tidak ada produk Indonesia yang masuk ke Cina. semua dikuasai Cina.

Pada multaqo ini Gus Junaidi At Thoyyibi menegaskan bahwa Proyek ini harus ditolak. kita sampaikan kepada penguasa yang akan melaksanakan persetujuan itu. Seruan para ulama agar OBOR dihentikan tidak lain dalam rangka menjaga kepentingan kaum muslimin.

Dengan berbagai pandangan diatas, Ulama DIY sepakat untuk menolak secara tegas terkait proyek OBOR tersebut. Pernyataan sikap Ulama terkait penolakan OBOR dibacakan oleh Abah Narko Abu Fikri selaku Koordinator FKU Aswaja Yogyakarta (Lintang/Yus).

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *