MULTAQO ‘ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH TANGERANG, ” MENYATAKAN TOLAK OBOR CHINA “

Tangerang, (shautulama) – Ahad,26 Mei 2019 / 21 Ramadhan 1440 H.Telah berkumpul para Ulama,Kyai,Asatidz,Mubaligh dalam acara Multaqo Ulama Aswaja Tangerang yang bertempat di Mesjid Abdul Aziz,Cikupa Tangerang.

Diantara para Ulama yang hadir adalah Buya Rahmad Nur ( Pengasuh Majelis Baiti Jannati Jabodetabek ),KH.Zainur ‘Arifin ( Pengasuh Majelis Bani Halimi,Jambe ),KH.Abdul Jaliel Hawary ( Ulama Kresek ),KH.Sambas Atmaja ( Pengasuh Majelis Al Hijaiyyah,Keresek ),Kyai Misbahuddin ( Pengasuh Majelis & Ponpes Misbahul Falah ),Ust.Drs.Syafruddin ( Binong ),Ust.Rafiuddin ( Kt.FPI Gunung Kaler ),Ust.H.Hambali ( Balaraja ),Ust.Sobri ( Binong ),Ust.H.Muyono ( Bitung ),Ust.H.Zainal ( Cikupa ),dan lain-lain.
Multaqo Ulama pada kesempatan ini para Ulama menyatakan sikap untuk menolak proyek One Belt One Road China.

Diawali oleh pemaparan dari *Al Mukarrom Buya Rahmad Nur* yang menyatakan bahwa proyek One Belt One Road ( OBOR ) China adalah proyek besar China untuk masuk ke negara-negara berkembang, kaya sumber daya alam, dan yang mudah bertekuk lutut. Proyek OBOR merupakan bentuk penjajahan gaya baru yang akan merugikan negri ini.
Produk dan tenaga kerja China akan menguasai negri ini bahkan proyek OBOR bermuatan Ideologi yang di anut china yaitu Sosialis Komunis.

Untuk itu pada forum ini kita menyampaikan penolakan proyek OBOR China untuk kembali kepada Islam secara kaffah menjadikan Islam sebagai solusi untuk menyelesaikan problematika negri ini.Kita harus terus memperjuangkan tegaknya Syari’ah dalam bingkai Khilafah Islamiyah.

Setelah pemaparan pertama di sampaikan, dilanjutkan pernyataan dari *Al Mukarrom KH.Abdul Jaliel Hawary* Ulama dari Keresek yang menyatakan proyek OBOR China harus di tolak dan proyek OBOR ini tidak akan lama jika rezim ini rontok / tumbang.

Proyek OBOR ini termasuk kejahatan rezim saat ini dan ini proyek gagal yang membahayakan.

Pernyataan selanjutnya disampaikan oleh *Al Mukarom Ust.Drs.Syaprudin* dari Binong,yang menyampaikan bahwa jelas kerjasama dengan China dalam bentuk OBOR harus di tolak karena sangat merugikan.
Penjajahan gaya baru China ini dikarenakan umat Islam tidak dapat melaksanakan Islam secara kaffah,adanya institusi / Khilafah Islam yang dapat menghadang imprealis dari negra-negara penjajah.

Pernyataan selanjutnya di sampaikan oleh *Al Mukarrom Ust.Rafiuddin* dari Gunung Kaler, yang menyatakan bahwa kita harus menolak proyek OBOR China karena tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Jangan pernah takut menyampaikan Syari’at Islam meski harus di benci karena Rasululloh SAW di benci oleh kaum Quraisy karena mendakwahkan Islam apa adanya.
Akibat pemimpin yang bodoh maka pembisiknya pun Bodoh sehingga proyek OBOR China yang merugikan bisa ada,oleh karena itu supaya kebijakan itu benar maka harus kembali kepada Islam, menjadikan Al quran sebagai sumber hukum jika Indonesia ingin beres.

Dalam Acara Multaqo Ulama tersebut dibacakan Pernyataan Sikap Ulama Ahlu Sunnah Waljama’ah Tangerang, bahwa Ulama menolak keras kerjasama Proyek OBOR dan seraya mendukung penerapan Syariat Islam dalam bingkai Khilafah guna mengembalikan kehormatan kaum muslimin. Acara diakhiri dengan Buka Puasa Bersama dengan suasana penuh keakraban.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *