Multaqo Tokoh Masyarakat Gresik, Haram Pilih Pemimpin Zalim dan Tukang Bohong

Gresik, (shautululama) – Selasa, 26 Februari 2019. “Haram memilih Calon pemimpin yang tukang bohong, tukang ingkar janji, dan diktaktor”. Itulah kalimat sekaligus nasehat yang jelas, tegas dan secara lugas disampaikan oleh Kyai Adam Cholil Al Bantani, Pengasuh Majelis Taklim Tanbihul Ghofilin Gresik, dalam Multaqo Tokoh Masyarakat di kediaman Ustad Nurhasyim Gresik.

Acara yang digelar setiap bulan tersebut mengambil Tema Bahaya pemimpin Diktaktor. Pada kesempatan tersebut hadir sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai kalangan, dari pengusaha sampai para petani. Para guru serta sejumlah ulama turut hadir, diantaranya KH. Muhammad Najib, Ustad Abdul Latif, Kyai Adam Cholil Al Bantani, Pengasuh Majelis Taklim Tanbihul Ghofilin Gresik, dan Ustad Miftakhul Khoir.

Acara diawali dengan penyampaian kalimatut ta’dim oleh KH. Muhammad Najib, Pengasuh Kajian Majelis Taqorrub Ilallah tersebut mengatakan bahwa, Umat islam saat ini mengalami fase kelima dalam kepemimpinan, yakni fase kepemimpinan diktaktor/bengis. Yakni bagi yang sepemahaman/tunduk akan dikasih honor dan fasilitas kantor, dan terhadap yang berseberangan politik akan diteror dan diberikan stigma horor.

“Artinya pemimpin diktaktor itu bisa disebut tukang horor dan tukang teror”, terang Abah Najib.

Sementara Ustad Abdul Latif, S.PdI. menjelaskan gambaran dan ciri pemimpin diktaktor. Megutip Syaikh Hisyam al-Badrani, Ustad Abdul Latif mengatakan, bahwa pemimpin diktator (al-mulk al-jabriy) adalah pemimpin yang menegakkan hukum-hukum kufur di negeri-negeri kaum Muslim. Gambaran atau ciri-cirinya adalah:

Pertama, tidak mempunyai kapabilitas untuk memimpin masyarakat banyak. Pemimpin seperti ini oleh Nabi Saw. disebut dengan Ruwaybidhah.

”Akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh tipudaya. Pada tahun-tahun itu pendusta dibenarkan, orang jujur didustakan; pengkhianat dipercaya, orang terpercaya dianggap pengkhianat. Pada masa itu yang banyak berbicara adalah ruwaybidhah”. Ada yang bertanya, ”Apa itu ruwaybidhah?” Rasul bersabda, ”Yaitu orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak.” (HR Ibnu Majah)

Kedua, tidak mengikuti petunjuk dan Sunnah Rasulullah Saw. Kepemimpinan seperti ini disebut oleh Nabi Saw. dengan istilah Imarat as-sufaha’ (kepemimpinan orang-orang bodoh).

Ketiga, bertindak kejam dan biadab. Pemimpin seperti ini, dalam sebagian atsar dari para Sahabat, disebut dengan imarat ash-shibyan. Pemimpin ini tidak segan memenjarakan, menyiksa bahkan membunuh rakyatnya sendiri, jika tidak mau tunduk kepada dirinya, pungkas Ustad Abdul Latif.

Sedangkan pembicara lainnya, Kyai Adam Cholil, menjelaskan hukum mengangkat seorang imam (pemimpin) adalah wajib. Menurut, Imam al-Mawardiy, dalam kitab al-Ahkaam al-Sulthaniyyah menjelaskan bahwa, menegakkan imamah di tengah-tengah umat merupakan kewajiban yang didasarkan pada ijma’ shahabat.

Namun bagaimana hukum memilih kepemimpinan dalam Islam dan menentukan sikap pada fase pemimpin diktator (al-mulk al-jabriy).

Pertama, Pemimpin diktaktor itu tidak mau menerapkan hukum syara’ maka kita wajib menjauhkan diri dari mereka sebagaimana hadits penuturan Hudzaifah bin al-Yaman ra.

Kedua, Pemimpin diktaktor dikelilingi para dai (penyeru) di pintu-pintu jahanam maka kewajiban umat muslim tidak mendengar dan mentaati mereka, (HR Muslim).

Ketiga, Pemimpin diktaktor itu haus akan kekuasaan, maka kewajiban umat islam adalah tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu kezaliman mereka, sebagaimana hadis tentang imarat as-sufaha’ dan hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad Bin Hambal,

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla”.

Sebagai penutup Kyai Adam Cholil menegaskan bahwa memilih calon pemimpin diktaktor dan pendusta adalah haram. Lalu acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustad Miftakhul Khoir, dan ditutup dengan doa dan ramah tamah.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *