Multaqa Ulama Serang Baru Kab. Bekasi: Kenaikan Harga BBM Dzalim

Bekasi, (shautululama.com) –
Ahad sore, 1 April 2018 telah berlangsung multaqo Ulama yang diadakan oleh Majelis Mudzakarah Ulama dan Asatidz Serang Baru Kabupaten Bekasi.

Bertempat di pendopo Pondok Pesantren Hikmatul Huda Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Bekasi. Kebijakan pemerintah yang telah menaikkan harga BBM jenis pertalite pada 24 Maret 2018 yang lalu, menjadi bahasan acara tersebut.

Tampak hadir Abah Dodo selaku pembina Komunitas Pemuda Islam Serang Baru (KOPI SERBA), Ustadz Santra (Ketua KOPI SERBA), Ustadz Oman dari MT. NurRohman, Ustadz Miftah dari Yayasan Asy-Syifa, Ustadz Rahmat dari FPI Serang Baru, dan Ustadz Abdullah Moehtadi dari MT. Al Bina Serang Baru.

Kyai Yana Al Kongsi, shahibul bayt, mengawali forum dengan menyampaikan nasihat tentang pentingnya peran ulama dalam mencegah setiap kemungkaran dan kedzaliman yang muncul di masyarakat. Termasuk kenaikan harga BBM. Terlebih saat ini ada upaya kuat untuk membungkam suara kritis dari elemen masyarakat, dari tokoh dan ormas Islam khususnya.

Ustadz Mardi, wakil dari pengurus Ikatan Kerukunan Masjid Jayasampurna (IKRAM) sepakat bahwa kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM saat kondisi ekonomi masyarakat tak kunjung membaik adalah langkah yang dzalim dan mendzalimi.

Walaupun hanya Rp.200,- per liter, tapi jika dikalikan dengan jumlah konsumsi BBM nasional, maka akan terkumpul uang yang tidak sedikit jumlahnya. Belum lagi dampak kenaikan harga BBM ini pasti berimbas kepada harga-harga kebutuhan pokok yang lain.

Ustadz Rahmat dari DPC FPI Serang Baru juga sepakat bahwa langkah pemerintah menaikkan harga BBM adalah langkah yang sangat dzalim. Ke depan peran para ulama dalam mengoreksi kebijakan penguasa harus ditingkatkan. Bukan hanya kenaikan harga BBM, tetapi setiap kebijakan yang dipandang menyalahi Syariah dan menyengsarakan rakyat.

Di akhir acara, ustadz Abdullah Moehtadi, menyampaikan pernyataan dengan mengutip sebuah hadits tentang *_”imaratussufaha”_* tentu dengan ancaman bagi siapapun yang membenarkan dan menolong kedzaliman mereka.

  1. “Sesungguhnya akar masalah mengapa harga BBM naik adalah liberalisasi migas. Liberalisasi di sektor energi ini buah dari sistem sekularisme yang diadopsi di negeri ini. Ini persis dengan apa yang dimaksud Rasulullah SAW dalam hadits tersebut, yakni adanya _”penguasa yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak berjalan di atas sunnahku”_ maksudnya adalah penguasa yang tidak menerapkan syariah Islam” pungkas beliau. []

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Khilafah yang Dirindukan, Siap Memimpin Dunia

Jakarta, (shautululama) – 3 Maret 1924, institusi pelindung dan pelayan umat Islam itu runtuh, Khilafah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *