Multaqa Ulama Kasepuhan Jatim, Kutuk Penghina Nabi, Tinggalkan Liberalisme Demokrasi

Jombang, Jatim (shautululama) – Ada dua peristiwa besar, yang setidaknya menyita perhatian umat pada beberapa pekan terakhir ini. Pertama, dukungan Presiden Perancis terhadap Majalah Charlie Hebdo yang menerbitkan kembali karikatur yang menghina Nabi. Kedua, pengesahan dan penandatanganan UU Cipta Kerja oleh Presiden RI. Kondisi ini menjadikan para Ulama Aswaja Kasepuhan Jawa Timur mengambil sikap. Mereka menyelenggarakan multaqa ulama via daring zoom dengan topik; “Kutuk Penghina Nabi SAW, Tolak Demokrasi dan Kebebasan, Batalkan Undang-Undang Omnibus Law yang Dholim.” Acara dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Rabiul Awwal 1442 H, bertepatan dengan 3 November 2020. Diikuti oleh ulama aswaja dari Mojokerto, Jombang, Kediri dan Nganjuk.

Acara yang dibuka tepat pukul 19.50 ini, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh shohibul fadhilah al mukarom Ustadz Mashuri, MEI dari Jombang. Dilanjutkan dengan sambutan shohibul hajah oleh shohibul fadhilah al mukarom Kyai Muzammil, Pengasuh Majelis Tabayyun Kediri Jawa Timur. Beliau menyampaikan, sudah saatnya para ulama memiliki perhatian lebih terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di tengah-tengah umat. Tidak terkecuali, apa yang terjadi di Perancis dengan kasus penghinaan Nabi, juga masalah UU Cipta Kerja. Termasuk pesan penting beliau, umat harus bisa mencerna secara jernih akar masalah semua itu, yakni ditinggalkannya Islam.

Shohibul fadhilah al mukarom KH. Misbah Halimi, M.Pdi, Koordinator Forum Komunikasi Ulama Aswaja, dalam sesi qaul minal ulama menyampaikan, kewajiban kaum muslimin adalah melakukan amar makruf nahi munkar. Tidak seperti orang munafik, yang melakukan amar munkar nahi makruf. Dimana, salah satu keutamaan penting dalam dakwah adalah muhasabah lil hukkam (mengoreksi penguasa), yang ini mulai banyak ditinggalkan. Tidak terkecuali oleh ulama.

Pada sesi berikutnya, shohibul fadhilah al mukarom Kyai Muhammad Ahsan, ulama dari Pare Kediri Jawa Timur menyoroti fakta terbaru terkait Emmanuel Macron dan penghinaan terhadap Nabi. Dengan tegas beliau menyampaikan, para ulama bersepakat bahwa sanksi bagi penghina Nabi adalah, dibunuh. Tetapi, siapa yang akan melaksanakan? Di sinilah pentingnya khilafah. Tidak sekedar melaksanakan sanksi, ia juga akan melindungi Islam dari segala bentuk penistaan.

Sementara itu, Shohibul fadhilah Al mukarom Gus Nuh dari Nganjuk, ketika menanggapi penandatanganan UU Cipta Kerja, beliau menandaskan, ia hanyalah cabang masalah. Akarnya justru di demokrasi. Karenanya, ulama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ulama Aswaja Nganjuk ini mengajak kepada seluruh ulama yang hadir untuk meninggalkan demokrasi. Mencampakkan demokrasi. Dan kembali kepada Islam. Kepada sistem khilafah. Menambahkan pernyataan Gus Nuh, shohibul fadilah al mukarom Ustadz Darianto, Pengasuh MT Al Haromain ini menuturkan, tidak ada ikhtilaf di antara ulama tentang wajibnya mengangkat khilafah. Ini yang harus diperjuangkan. Sementara itu, Shohibul fadhilah al mukarom Abah Kyai Masrur, pengasuh MT Al Wa’ie Tembelang Jombang Jawa Timur menyampaikan, betapa hari ini, dukungan umat terhadap penegakan khilafah semakin masif dan membumi.

Di sesi akhir qaul ulama, shohibul fadhilah al mukarom Kyai Joko Santoso, Pengasuh Ponpes Al Mukhlisin Mojokerto Jawa Timur, secara khusus mengajak kepada para ulama dan seluruh kaum muslimin untuk menyongsong peradaban masa depan, peradaban Islam. Dengan Khilafah ‘ala minhaji nubuwah sebagaimana dijanjikan oleh Allah SWT. Caranya, dengan penuh keikhlasan mendakwahkan Islam kaffah di tengah-tengah umat.

Di sesi akhir, dibacakan pernyataan ulama Aswaja Kasepuhan Jawa Timur yang diwakili oleh Gus Jundullah dari FKU Aswaja Mojokerto Jawa Timur. Kegiatan berakhir pukul 21.50 WIB dan ditutup dengan doa oleh shohibul fadhilah al mukarom Kyai Tho’at, Pengasuh MT Ibaadurrohman dari Jombang Jawa Timur.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …