Multaqa Ulama Jakarta Barat, Cinta Rasul, Taat Syariah

Tangerang, (shautululama) – Sabtu, 12 Robiul Awal 1441 H/9 November 2019. Untuk sekian kalinya para ulama berkumpul dalam forum Multaqo Ulama Jakarta Barat yang diselenggarakan di Mahad Mushab Bin Umair, Cipondoh Tangerang. Lebih dari 30 ulama dan asatid menyuarakan ibroh dan nasihat untuk meraih hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H bertajuk “Cinta Nabi, Cinta Syariah”.

Dengan suara penuh takdzim, acara dibuka oleh Ustadz Ahmad Syadzli, seraya menyapa undangan yang hadir dengan bersahabat. Sejurus kemudian mempersilahkan Ustadz Nur Alam (KH Jambrong), yang merupakan Ketua Mahad Mushab bin Umair, untuk menyampekan hikmah Maulid.

Ustadz Nur Alam, yang didapuk sebagai shohibul bait, dengan gayanya yang khas, dan diselingi dengan joke segar, menyentil umat islam yang selalu memperingati Maulid Nabi, namun untuk tunduk terhadap hukum islam masih belum secara kaffah.

Selanjutnya, Ustadz Khoirul Anwar, sebagai shohibul hajat, menjelaskan tujuan diadakan multaqa ulama tersebut.

Ustadz Saifuddin Zuhri, sebagai keynote pertama, mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi yang selama ini dilaksanakan oleh kaum muslimin belum sesuai dengan esensi maksud tujuan diutusnya Nabi.

Maulid Nabi Muhammad harusnya menjadi momentum untuk membangkitkan ummat. Butuh kerja keras untuk menggagas Cinta Nabi, Cinta Syariat. Karena ada yang berusaha melawan ini. Seraya mengngatkan,
“Jangan sampai hanya senang bergembira dengan kelahiran Nabi, tetapi juga bergembira dengan apa yang dibawa nabi yaitu syariat Islam”. Cinta Nabi dengan landasan keimanan “Anta ma’a man ahbabta”.
Maqolah Ulama.

Ustadz Zainal Ridho, dalam uraiannya bahwa salah satu bentuk upaya dalam dakwah, dengan mengacu pada surat An Nasr, bahwa pertolongan Allah pasti akan datang. Mereka mencintai perjuangan dan yakin bahwa kemenangan lebih dekat.

Menilik sirah dakwah Nabi, relatif dibutuhkan waktu cukup lama Rasulullah membangun islam di Mekah dan Madinah. Tetap yakin akan perjuangan karena tidak mustahil bagi Allah.

Ustadz Iskandar,
Fenomena peringatan Maulid Nabi sering dilakukan, namun belum mengikuti sebagaimana dicontohkan nabi muhammad. SAW.

Sementara Ustadz Farid menyampaikan, “Perlu memperhatikan dakwah khususnya sosmed, agar memaksimalkan dakwah di media tersebut” .

Ustadz Mahlil,
Tantangan yang dihadapi saat ini adalah hidup dalam suasana kapitalisme, sehingga perlu keimanan.

Ustadz Satria,
Bila cinta rasul, maka seharusnya juga harus cinta syariah yang dibawa beliau.

Ustadz Nur Alam,
Sabar menuju kebenaran itu pahit. Sesungguhnya memperjuangan kebenarannya banyak onak dan duri. Beliau juga, mengambil contoh Imam Syafi’i, kesabaran yang baik itu dekat dengan kemudahan, dan barang siapa yang sabar maka sebab akan diberikan..

Sebagai penutup, Ust Saefuddin Zuhri, menyampaikan, “Dalam momen maulid ini untuk menumbuh kembangkan cinta nabi dan cinta syariah, perlu untuk diinisiasi.

Perjuangan tersebut berat, namun bila punya kenyakinan bahwa Allah akan menolong. Makin maksimal perjuangan dakwah akan semakin kuat pertolongan Allah SWT.

Di akhir penutupnya, Ustadz Zuhri menekankan bahwa Islam rahmatan lil ‘aalamin dapat diraih dengan penerapan secara kaffah. Acara akhiri dengan doa oleh Ust Bani Hasyim.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *