Multaqa Ulama Gresik: Rasulullah Saw Mendirikan Negara

Gresik, (shautululama) – Bertempat dikediaman Kyai Abdurrahman Kamis 10 Januari 2019, sejumlah Alim Ulama berkumpul mengadakan multaqa ulama utk mensikapi kondisi umat yang terpolarisasi efek dari agenda pilpres 2019.

Hadir dalam acara tersebut KH. Sumarno, KH. Muhajir, Kyai Fatkhurrahman, KH. Farhan Abdul Hamid, Kyai Adam Cholil, Kyai Muzayyin, Kyai Abdurrahman serta lebih dari 30 alim ulama lainnya.

Mengawali tausiyahnya, pada sesi pertama KH. Sumarno yang menyampaikan materi pentingnya persatuan umat islam.
“Umat islam seperti satu tubuh, tidak boleh bermusuhan, jangan memperbesar perbedaan tapi memperbesar persamaan. Umat islam itu bersaudara diikat lailahaillah, kalimat tauhid memberikan pengaruh yang besar. Umat islam terus dicari-cari kesalahannya, bendera liwa raya dikatakan bendera ormas, pada hal itu bendera rasul, ada hadisnya”, ungkap Abah Marno, sapaan Kyai Sumarno.

Lebih Jauh beliau mengajak untuk melaksanakan ukhuwah islamiyah dengan tahapan, ta’aruf, ta’aluq, tafahum, ta’awun sampai terwujud ukhuwah. Ikhuwah diikat kalimat lailahaillallah, tugas kita mempersatukan umat, menyelamatkan umat bersama Rasul.

Sesi kedua Kyai Fatkhurrahman menyampaikan tausiyah tentang khilafah sebagai ajaran Islam.
“Rasulullah Saw membangun negara melalui proses yang panjang, diawali Rasulullah Saw mempersaudarakan kaum Anshor dan Muhajirin sampai beliau mendirikan negara islam”.

Lalu beliau melanjutkan, “Rasulullah adalah kepala negara, punya pasukan, bahkan meninggalkan pesan “alaikum bisunnati wa sunnah khulafaurrasyidin. Kalo bendera liwa raya (bendera Rasulullah) dibakar, mungkin mereka gak paham. Tugas kita menyampaikan, tabligh, semoga nashrullah turun. Maka kita harus ngaji, supaya khilafah terwujud” , pungkas beliau.

Pada sesi ketiga KH Muhajir menyampaikan taushiyah istiqomah dan konsisten dalam berdakwah. Karena dengan istiqomah itu, akan diberikan tiket surga oleh Allah. Terus menyampaikan kebenaran supaya tidak dilaknat oleh Allah dan seluruh makhluk.

Beliau menyitir al Quran surat al Baqara 159, “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati”.

Hal ini terjadi, mengingat banyak persekusi kepada para pengemban dakwah, ulama serta ajaran Islam.

Pada akhir tausiahnya, beliau mengajak untuk tetap teguh dan memohon keteguhan kepada Allah Swt.

Taushiyah terakhir disampaikan oleh KH Farhan Abdul Hamid. Beliau menyampaikan tentang kepemimpinan.

“Umat islam banyak meninggalkan ayat-ayat Al Quran. Padahal Allah akan memberi sanksi di dunia maupun di akherat, wa man a’radla n dzikri fainnalahu ma’isyan dzanka wanahsyuru yaumal qiyamati a’maa” , terang beliau sembari mengutip ayat Al Quran

Lalu melanjutkan, “Hilangnya pelaksanaan hukum-hukum Allah karena tidak ada yang menjaga. Siapa penjaga ini? Otomatis pemimpin yang taat kepada Allah. Jangan sampai umat islam memilih pemimpin yang dzalim, orang yang tidak bertahkim kepada hukum Allah, maka pemimpin itu bisa dzalim, fasik bahkan kafir” , tegas beliau.

Sebagai penutup acara, doa dibacakan oleh Kyai Adam Cholil, diteruskan dengan ramah tama dan foto bersama. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *