Multaqa Ulama Aswaja Tulungagung, Cinta Rasul, Cinta Syariah, Perkataan dan Perbuatan

Tulungagung, (shautululama) – Majlis Taklim Bulughul Marom menggelar Multaqa Ulama Tulungagung, Kamis malam (7/11). Acara ini dihadiri lebih dari 50 peserta, yang terdiri dari para pengasuh majlis taklim di Tulungagung beserta muhibbinnya.

Acara dimulai dengan mahalul qiyam, yaitu pembacaan Sholawat Nabi dipimpin oleh Ustad Ibnu Sahal. Sementara, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Abu Inas. Tema yang diangkat malam ini adalah Cinta Nabi Cinta Syariah.

Di awal tausiyah, Ustadz Abu Inas mengingatkan tentang keutamaan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi umat manusia. Kenikmatan beribadah, misalnya qiyamul lail di malam lailatul qodar, bisa dirasakan umat Islam, karena kehadiran Nabi Muhammad SAW.

Cinta butuh pembuktian. Cinta kepada Nabi Muhammad SAW harus dibuktikan dengan cinta kepada syariah yang diajarkannya. Tak hanya di lisan, tapi nyata dalam perbuatan.

Umat Islam yang bertaqwa kepada Alloh SWT dan menaati syariah Islam yang diajarkan Rasululloh SAW akan memperoleh kemenangan besar, saat berhasil memimpin seluruh dunia.

Ustad Abu Inas juga menjelaskan untuk memperbagus akhlaq manusia harus dengan Al Islam. Seseorang harus ridho dan menerima ajaran Islam, agar mampu memperbaiki akhlaqnya.

Oleh karena itu, sangat disayangkan saat ini ada sebagian umat Islam, bahkan dari kalangan ulama, menolak atau meremehkan ajaran Islam. Padahal, itu ajaran yang ada dalam kitab-kitab ulama yang muktabar dari para imam mahdzab.

Ustad Abu Inas, menegaskan, tolok ukur akhlaq manusia adalah syariah Rasululloh SAW. Akhlaq manusia dianggap baik jika sesuai dengan syariah. Misal, dakwah nahi munkar tergolong akhlaq yang baik, karena sesuai dengan misi dakwah Rosululloh SAW, walau dibenci oleh banyak manusia.

Sebaliknya, membiarkan atau diam atas kemunkaran, ini adalah akhlaq yang buruk. Walapun, tindakan itu dipuji oleh banyak manusia. Jadi, wujud cinta Rasulullah adalah mengikuti semua yang dibawanya dan meninggalkan apa yang dilarangnya. Sebagaimana firman Allah “Dan apa yang diberikan Rasul (Shallallahu ‘alaihi wasallam) kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah” (QS. Al-Hasyr : 7)

Contoh ajaran yang dibawa Rasulullah adalah khilafah, yang wajib diterapkan oleh umat Islam. Khilafah adalah ajaran Islam, sementara demokrasi adalah sistem kufur. Sudah semestinya, umat Islam harus mencampakkannya.

Diakhir tausiah, Ustadz Abu Inas menegaskan bahwa mengikuti ajaran Rasulullah secara kaffah dan ikhlas merupakan standar seorang muslim, sebagaimana firman Allah dalam Al-qur’an.

Acara ini diakhiri dengan do’a yang dipanjatkan oleh KH. dr Moh Ali Syafiudin. Kemudian, dilanjutkan ramah tamah antar-jamaah dengan menikmati makanan dan minuman yang disediakan panitia malam itu. (*)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Ulama Aswaja Palu Sulteng, Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Melegalkan Seks Bebas

Palu, Sulteng (Shautululama) – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permen Dikbudristek) Nomor 30 Tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *