Multaqa Ulama Aswaja Tapal Kuda: Sepakat Tinggalkan Kapitalisme, Buang Komunisme, Menuju Islam

0
191

Pasuruan, Jatim (shaululama) – Para ulama dan tokoh masyarakat dari seluruh daerah Jawa Timur hadir pada Multaqa Ulama Aswaja Tapal Kuda, Jumat (24/7/2020) malam.

Pertemuan para ulama yang digelar secara daring ini mengambil tajuk “Menatap masa depan, tinggalkan kapitalisme, demokrasi, nasionalisme, komunisme menuju Islam”. Lebih dari 70 undangan ulama dan tokoh masyarakat turut menghadiri Multaqa Ulama Aswaja, beserta ratusan muhibbin dan santri yang menyimak secara live streaming.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Acara multaqa dibuka dan dipimpin oleh Rois Multaqa: Kyai Abdurrahman, Ulama Aswaja Jember. Beliau menegaskan bahwa Multaqa Ulama Aswaja bertujuan untuk menyampaikan risalah di tengah-tengah umat. Di kala pandemi Corona, kaum muslimin harus tetap optimis dan yakin meraih kemenangan dengan tegaknya ajaran Islam di muka bumi.

Pembacaan ayat suci Al Qur’an disampaikan oleh : Ustadz Syaifuddin Zuhri dari Malang.

Dalam sambutannya selaku Shohibul Hajah : Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Kiyai Ahmad Sukirno, Pengasuh MT. Baitus Silmi Pasuruan mengungkapkan pentingnya keistiqamahan dan keikhlasan dalam upaya dakwah menegakkan syariat Islam.

“Maksudnya syariah kaffah dalam bingkai khilafah ala minhajin nubuwwah. Semakin hari, dakwah khilafah bertambah luas sehingga banyak orang yang sebelumnya tidak paham menjadi tersadarkan kewajiban syariah kaffah,” ungkap beliau.

Beliaupun juga menyoroti adanya usaha-usaha yang menghalangi tersampaikannya dakwah syariah kaffah di tengah umat.

“Perang melawan radikalisme dan paham transnasional sebenarnya ditujukan untuk menghambat dakwah khilafah. Maka kita harus tetap berani karena Allah SWT. Dengan kesabaran dan istiqamah tetap mendidik umat dengan ajaran Islam,” tegas beliau.

Beliau juga menekankan agar para ulama dan aktivis Islam tetap tenang dan berpikir jernih untuk mengatasi segala perlawanan terhadap dakwah.

“Mereka yang menentang syariah Islam sangat cemas dan tergopoh-gopoh dikarenakan merasa kepentingannya terancam. Tokoh-tokoh demokrasi, nasionalis dan komunis selalu menghasut untuk menghalangi dakwah syariah. Mari kita semua dengan kompak, istiqamah dan tulus menghadapi segala rintangan dikarenakan mengharap ridho Allah SWT. Mendidik umat dengan sabar dan ikhlas,” pungkas Kyai Ahmad Sukirno.

Para ulama yang hadir dalam room meeting Zoom Multaqa Ulama Aswaja antara lain:
1. Ustad Abdurrahman (Jember)
2. Ustad Syaifudin Zuhri (Malang)
3. Kyai Ahmad Sukirno (Pengasuh MT. Baitus Silmi Pasuruan)
4. Kyai Musthofa Abu Fajar (Malang )
5. Kyai Muhammad Yasin (PP Al Fattah Jember)
6. Kyai Luqman Aziz ( PP. At-Tahdzib Pasuruan Jawa Timur )
7. Ustadz Masrihan (Muballigh kota malang)
8. Kyai Sugianto (Pengasuh MT As Salam Bondowoso)
9. Kyai Nurul Muyassir (Dewan Pengasuh PP. Kyai sekar Al Amri Leces Probolinggo)
10.Kyai Syaiful Lutfi ST, Pengasuh MT. Thalabun Nusroh Malang)
11. Kyai Zainulloh Muslim ( Pengasuh MT. Baitul Muslimin Rembang Pasuruan)
12. Ustad Indra Fakhruddin (Pengasuh Majelis Halqoh Taqarrub Ilallah) Kota Probolinggo
13. KH. Abah Qoyyum ( Pengasuh MT. Pondok Bambu Malang)
14. KH. Asrofi (PP Darun Najah Banyuwang)
15. Ustad Ikhsan Machmudi (Tokoh masyarakat Lumajang)

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Kyai M. Yasin, (Pengasuh PP Al Fattah Jember) menyampaikan betapa pentingnya perjuangan yang istiqamah dan bertawakal kepada Allah SWT atas segala urusan.

“Kita umat Islam diajari oleh Allah SWT untuk bertumpu pada Allah SWT saja, sebab Allah SWT adalah sebaik-baik penolong. Cukup Allah yang menolong, cukup Allah yang menyukseskan perjuangan,” jelas Kyai Yasin.

Kebergantungan Indonesia pada negara-negara kapitalisme dan komunis merupakan hal yang sangat buruk. Sebab menurut beliau seharusnya kaum muslimin tidak pantas dan haram meletakkan nasibnya pada pihak-pihak di luar Islam.

“Tidak etislah Indonesia sebagai negara muslim terbesar menyandarkan diri kepada China yang komunis. Al-Faqir ingin menyampaikan pada kaum muslimin untuk menolak kebergantungan Indonesia terhadap China. Presiden Xi Jinping pernah mengatakan tidak ada kekuatan yang akan mengalahkan China. Namun kemudian Allah SWT berkehendak turunkan virus Corona yang kemudian menyebar ke mana-mana. Dengan ini, Allah SWT membuktikan kapitalisme dan komunisme tidak dapat menangani wabah Corona ini,” terang beliau.

Shohibul Fadhilah Ap Mukarrim Ustadz Indra Fakhrudin (Pengasuh Halqah Taqarrub Ilallah kota Probolinggo) menjelaskan betapa pentingnya peran ulama dan pemegang kekuatan pada bangkitnya sebuah peradaban Islam.

“Ulama sebenarnya merupakan guru-guru tokoh besar, kita bisa mengambil contoh bagaimana tumbuhnya Sulta Muhammad Alfatih lahir dari besutan agung Syaikh Aaq Syamsuddin. Begitu juga para khalifah selalu meminta nasehat kepada para ulama ketika mereka mengambil kebijakan penting saat itu. Begitu para ulama tidak segan menasehati dan memuhasabah ketika para penguasa keluar dari roda Islam.” jelas beliau.

Para pemegang kekuatan yang taat kepada Islam dengan bimbingan para ulama memiliki posisi yang mulia dalam Islam. Sebab perubahan besar menuju sistem Islam memerlukan penopang agar dapat menuju kekuasaan yang menerapkan syariah Islam secara totalitas.

“Dengan izin Allah SWT, dimana Saad bin Muadz merupakan representasi Ahlu Quwwah segera mengambil kesempatan emas untuk menolong dakwah Rasulullah Saw. Beliau sangat paham bahwa dakwah ini butuh penopang kekuatan. Dakwah ini membutuhkan negara untuk menerapkan aturan-aturan yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Dan beliau Saad bin Muadz memiliki kapasitas untuk menolong dakwah Baginda SAW. Beliau ajak semua kaumnya untuk memeluk Islam. Sekali ini tentu bagi beliau tidaklah mudah, ketika semua atribut prestis ada pada beliau karena beliau adalah sosok pemimpin yang disegani.

Akhirnya di tangan beliau terwujudlah peristiwa besar baiat aqabah kedua. Hal ini menjadi pintu gerbang hijrahnya Rasullah dan para sahabat ke Madinah untuk kemudian beliau mendirikan Daulah Islam pertama,” pungkas beliau.

Acara Multaqa Ulama Aswaja ini dapat disimak kembali di channel YouTube Multaqa Ulama Aswaja TV. [aw]