Multaqa Ulama Aswaja Tangerang Menolak Rencana Sertifikasi Dai yang Dilakukan Kemenag

0
208

Tangerang, (shautululama) – Berkaitan dengan kebijakan sertifikasi dai oleh Kementrian Agama RI, ulama Aswaja Tangerang menggelar Multaqa secara daling, Ahad, 4 Oktober 2020 / 16 Shafar1442H.

Forum multaqa ini dihadiri puluhan ulama di Tangerang dan disaksikan live streaming oleh para santri dan Muhibbin.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI

Di awal multaqa Ustad Hudhoril Yaum, Pengasuh PonPes Daarul Qur’an Tangerang memberikan sambutan sebagai rois multaqa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pembantaian yang dilakukan oleh PKI di masa lalu.
“Peristiwa 1948 Madiun dan Ponorogo Ponpes Daarussalam, serta pembantaian para ulama di daerah lainnya, serta pembantaian para Jendral di Tahun 1965, adalah catatan buruk bagi para ulama”.

Lanjut beliau, dua peristiwa terbaru di Kec. Pasar Kemis Tangerang, gaduh di lingkungan Ponpes Al-Istiqlaliyah KH. Uci Turtusi (ulama kharismatik Banten) dan Musholla Perumahan Taman Elok, sudah menjadi ancaman bagi ulama dan umat Islam, khususnya di Tangerang.

Karena itu, “saya mengajak para ulama untuk menolak paham komunisme dan wapada bangkitnya Neo PKI”.

Selanjutnya, forum multaqa kali ini diisi dengan memaparan kalam minal ulama dari para ulama yang mendapatkan ihtiram dari panitia.

Kalam minal ulama pertama disampaikan oleh Ust. Fadhil Yusuf Pimpinan MT. Al-Barkkah. Beliau menyampaikan: “Kapitalisme-demokrasi yang sedang mencengkeram umat Islam saat ini menjadi penyebab berbagai kerusakan dan tidak mampu memberikan solusi. Pada forum multaqa ini, saya mengajak para ulama untuk menolak kapitalisme dan komunisme”

Kalam minal ulama berikutnya disampaikan oleh Ustad Asep As’ari, S. Ag. Pada kesempatan ini memberikan pernyataan: “saya menolak tegas kebijakan sertifikasi da’i oleh Kemenag RI, karena membuat gaduh ibadah umat, dan tidak pantas ulama di sertifikasi oleh manusia.”

Ulama berikutnya yang menyampaikan kalamnya adalah KH. Abdul Aziz. Beliau juga mengingatkan bahwa radikalisme bukanlah ajaran Islam.

Selanjutnya, Ustad Ihsan Azhari, ulama muda kharismatik, mengulas secara mendalam tentang khilafah, serta mengingatkan para ulama yang hadir bahwa khilafah ajaran Islam.

“Khilafah adalah ajaran ulama Aswaja, dan ajaran Islam, dari penjelasan ulama-ulama mu’tabar bahwa mendakwahkan khilafah merupakan kewajiban, khilafah bukanlah ancaman”

Setelah pemaparan kalam minal ulama, multaqa di akhir dengan doa yang dibacakan oleh almukarram Habib Muhammad Bin Thoha Assegaf DPP FPI yang tinggal di Utara Tangerang. (hs)