Multaqa Ulama Aswaja Surabaya, Tahun 2020 Tahun Umat Islam

Surabaya, (shautululama) – Ahad 16/2/2020 telah terlaksana Multaqa Ulama Ahlussunnah wal Jamaah Surabaya, dengan tema “2020 Tahun Umat Islam”.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Zainul. Acara ini dihadiri undangan yang terdiri dari puluhan Ulama, Kyai, Assatidz dan tokoh masyarakat Surabaya.

Tema ini diangkat karena kondisi dan problematika yang ada pada saat ini. Banyak para ulama yang dikriminalisasi, ketidakadilan, sehingga gejolak umat Islam untuk bangkit dan menyambut kebangkitan Islam.

Ustadz Azzam, selaku pemateri utama, memberikan pemaparan untuk mencapai hakikat kebangkitan, umat harus disadarkan melaui proses berfikir tentang problematika di tengah-tengah mereka. Perlu dipahami pula bahwa di tengah-tengah umat tengah terjadi kemunduran dikarenakan syariat Islam dicampakkan.

Beliau menyampaikan pula, kebangkitan umat akan terwujud manakala umat memahami hal yang paling mendasar yaitu menjadikan akidah yang shahih sebagai asas perubahan dan perjuangan umat.

Beliau menyampaikan pula, fakta hari ini umat dalam kondisi kehidupan yang fasludin anil hayat (memisahkan agama dengan kehidupan) sebagai ciri khas dari sekulerisme. Di mana Islam dijauhkan dari masalah kehidupan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa sekulerisme sangat mengagungkan kebebasan individu (bebas dalam kepememilikan, bebas berbuat, bebas berpendapat,dan bebas beragama). Maka kerusakan itu semakin bertumbuh subur dalam sebuah sistem yang sedang berlangsung saat ini yaitu demokrasi.

Sistem demokrasi menjauhkan agama dalam segala aspek kehidupan. Agama hanya sebagai alat pemuas spiritual dan dijauhkan masuk dalam ranah privat bahkan publik, agama tidak boleh ikut campur dalam aturan ini, walaupun aturan ini melanggar syariat Islam. Oleh karenanya sistem demokrasi diharamkan di dalam Islam karena tidak me rujuk ke Al-Qur’an dan As-Sunnah, tandas beliau.

Sistem demokrasi sekuler akhirnya membuahkan segala kehancuran umat seperti pergaulan bebas, kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, ketimpangan ekonomi, korupsi yang merajalela, penistaan dan pelecehan aqidah kepada agama Islam, maka kesimpulannya saatnya Islam memimpin dunia.

Tidak ada solusi yang bisa mengatasi problematika umat kecuali kembali kepada Islam.
Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, dengan diterapkan secara Kaaffah (menyeluruh). Dan penerapan Islam secara Kaffah hanya bisa dalam sistem pemerintahan Islam yaitu Khilafah, dan agar Khilafah bisa tegak maka diperlukan dakwah berjamaah.

Dalil wajibnya Khilafah sudah jelas dan terdapat di dalam ayat suci Al-Qur’an, Hadist,dan pendapat para ulama mu’tabar bahwa mengangkat imam/kholifah termasuk ulama 4 imam mazhab (Syafi’i, Hanafi, Hambali dan Maliki). Oleh karena itu Ulama sebagai garda terdepan wajib memperjuangkan tegaknya Khilafah. Ulama adalah pewaris para Nabi. Khilafah pasti tegak sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW “Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti tuntutan kenabian, kemudian beliau diam (HR.Ahmad).

Di akhir Tausiyahnya , Ust. Azzam, mengajak para ulama untuk bersama-sama menyambut Bisyaroh Rasulullah saw dengan aktivitas dakwah menyadarkan umat akan betapa pentingnya penegakan Khilafah Islamiyyah untuk menerapkan Syariat Islam di Bumi Allah.

Acarapun usai dan berjalan lancar dilanjutkan dengan doa yang dibacakan oleh ustadz Suhail Abu Faiq dan dilanjutkan foto bersama, sholat dhuhur berjamaah  serta makan siang bersama. (nzr)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …