Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya, Ulama Siap Pimpin Umat Perjuangkan Khilafah

Surabaya, (shautululama) – Sabtu malam, 25 Juli 2020 Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya diselenggarakan secara daring melalui channel youtube Multaqa Ulama Aswaja TV. Multaqa kali ini diikuti oleh para ulama, kyai, pengasuh ponpes, pengasuh majlis taklim serta sejumlah ustad berserta muhibbinnya dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik serta Madura.

Multaqa ulama malam ini mengambil tema Menatap Masa Depan Gemilang, Tinggalkan Kapitalisme, Nasionalisme, Demokrasi, dan Komunisme, Menuju Islam.

Ustad Muhammad Rizki Nafis selaku host mengawali acara dengan ucapan takdzim dan salam hormat kepada para ulama, kyai dan tokoh masyarakat yang telah bersedia mengikuti acara multaqa ulama Surabaya Raya pada malam kali ini.

Setelah pembacaan ayat suci Al Quran Surat Ali Imron 102-105 dan Al Anfaal 1-4 oleh Ustad Ahmad Hasinuddin, dilanjutkan sambutan dari shahibul hajah oleh Kyai Suhail Abu Faiq, Majelis Quran Aqshal Madinah Surabaya.

Dalam sambutannya Kyai Suhail menyampaikan bahwa sudah saatnya sistem kapitalisme yang digunakan untuk mengatur negeri ini diakhiri, karena hanya menghasilkan penguasa korup, haus kekuasan dan kekayaan tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Demikian pula dengan komunisme, adalah kesalahan besar jika negeri ini menyandarkan China komunis sebagai mitra atau sebagai tempat minta pertolongan, karena faktanya negara China saat ini compang-camping mengadapi wabah Covid. Hanya syariat Islam dengan khilafahnya yang layak dijadikan sandaran sebagai tempat memohon pertolongan, karena khilafah adalah sistem pemerintahan yang diwariskan Rasulullah Saw.

Lalu, mulataqa dilanjutkan dengan kalimah minal ulama dari para ulama, para kyai pinunjul di kawasan Surabaya raya.

Kesempatan pertama disampaikan oleh KH Ibnul Hajjaj, PP At Tanwir, Sampang, Madura. Beliau mengungkap kehancuran negara China dan harus mewaspadai bahaya laten komunisme di negeri ini. Kapitalisme dan komunisme saat ini ibaratnya seperti kapal yang akan tenggelam. Ibarat orang yang sedang sakit parah tidak mungkin dimintai tolong.

“China negara gagal yang akan tenggelam, penggangguran meningkat, banyak perusahaan bangkrut. negara seperti ini akan dijadikan sandaran bagi Indonesia, jelas suatu kesalahan besar. Apalagi ini negara komunis, dimana komunis merupakan ideologi bahaya laten di Indonesia”.

Lanjut beliau, hanya Islam, dengan syariah islam di bawah khilafah yang akan mampu menyelesaikan persoalan umat manusia ini, tidak hanya untuk Indonesia tetapi untuk seluruh alam yang akan memberikan rahmad semesta alam sebagaimana dijanjikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya

Kalam minal ulama berikutnya, disampaikan oleh Kyai Nuruddin Husaini, dari MT Rohmatan lil ‘ Alamin, Sidoarjo. Beliau menyampaikan pandangannya tentang persoalan jihad dan khilafah yang saat ini dipersoalkan oleh Kementerian Agama, dimana materi ajar tentang khilafah dan jihad dihilangkan dari materi agama.

Tentu ini sangat disayangkan, karena hal ini akan mereduksi ajaran islam. Jihad dan islam tidak bisa dipisahkan, karena jihad merupakan metode untuk menyebarkan Islam, dimana khalifah yang akan memimpin melakukan futuhat.

KH Drs. Muhammad Kastar, Pengasuh Majlis Islam Gubuk Asmoro, beliau menyampaikan pandangannya tentang adanya kelompok-kelompok yang tetap ngotot untuk melakukan perubahan haluan negara. Mereka tidak mengindahkan seruan ulama dan aksi umat Islam, bukannya dibatalkan tapi justru berganti baju dengan menjadi RUU BPIP.

“Pemerintah harus berani menangkap dan mengambil tindakan hukum para orang-orang atau kelompok yang ingin merubah haluan negara. Umat Islam dari berbagai organisasi dengan tegas menolak lahirnya RUU HIP, bukan kemudian merubah menjadi RUU BPIP. Esensinya sama, apakah pemerintah menunggu aksi yang lebih besar lagi”, tegas beliau

Lanjut beliau, kami bersama para ulama dan kyai akan terus bersatu dalam tali Allah, dalam agama Allah, untuk memperjuangkan syariah Islam sebagai solusi bagi krisis multidimensional bagi negeri ini. Dibawah bimbingan para ulama kami akan berjuang mendakwahkan khilafah sebagai institusi pelaksanaan syairah Islam secara kaffah.

Para peserta multaqa mengikuti secara seksama acara ini meski dilaksanakan secara daring, hingga acara berakhir.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …