Multaqa Ulama Aswaja Surabaya, Khilafah Pemersatu dan Perisai Umat

Surabaya, Jatim (shautululama). Alhamdulillah bi ni’matillah, pada Ahad 15 Maret 2020 telah berlangsung acara multaqa di kediaman ustadz H. Soeprajogi, Mojo, Surabaya.

Setelah lantunan ayat suci al-quran, acara diawali dengan sambutan dari ustadz H. Soeprajogi selaku shohibul bayt dan ketua majelis taklim an-nashr. Beliau menghadirkan semangat kepada para hadirin untuk tidak mundur selangkah pun dari perjuangan.

Acara multaqa yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pemuda sekitar ini, membahas tajuk “Khilafah Jalan Kebangkitan Umat”.

Diawali oleh ustadz Suhayl Karim, beliau mengingatkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia ini bukan sekadar seorang pelaut. Namun nenek moyang bangsa Indonesia ini juga adalah para ulama dan santri. Mereka lah yang berinteraksi dengan para duta Khilafah yang menyebarkan dakwah Islam di Indonesia. Keislaman itu kemudian menghunjam di dada rakyat Indonesia dan terus menyebar dan meluas hingga sekarang ini negeri Indonesia menjadi negeri muslim terbesar.

Beliau juga membahas bahwa di zaman milenial ini, kita ditakdirkan mendapat info secara cepat, berbeda dengan 20 – 30 tahun yang lalu. Kita bisa melihat kezaliman yang menimpa umat Islam di seluruh dunia secara real-time. Bila kezaliman itu dipahami berdasarkan keimanan, tentu akan menggerakkan kita mencari jalan kebangkitan bagi umat ini.

Dalam paparan selanjutnya, Shahibul Fadhilah Al-mukarrom Kyai Asadullah menegaskan bahwa Khilafah Ajaran Islam. Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di seluruh dunia, untuk menerapkan Islam dan menyebarkan dakwah Islam ke seluruh dunia.

Khilafah lah yang akan menyatukan suara kaum muslimin. Semisal dalam menyikapi derita umat Islam India, Khalifah akan menjadi junnah (perisai) yang akan menaungi seluruh kaum muslimin. Tidak akan ada yang berani menodai kehormatan dan nyawa umat Islam, dimana pun ia berada. Berbeda dengan kondisi saat ini, dimana kaum muslimin telah mengecam rezim teroris India, namun pemerintahan negeri-negeri Islam justru diam bahkan melanjutkan kerja sama dengan India.

Dan dalam rangka merenungi sirah Nabi, beliau sampaikan pula bagaimana para shahabat menyibukkan diri setelah Nabi meninggal dan menunda pemakaman jenazah beliau yang mulia, untuk para shahabat segera bersepakat mengangkat pengganti Nabi dalam pemerintahan hingga dipilihnya Abu Bakar Ash-Shiddiq. “Ini menunjukkan ijma shahabat akan urgensi memilih Khalifah, pengganti Rasullah sebagai kepala negara bukan sebagai Nabi.”

Forum diakhiri sebelum dhuhur dengan sharing, diskusi dan ramah-tamah antar peserta.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …