Multaqa Ulama Aswaja Sulteng, Tidak ada Maaf Bagi Penghina Nabi Saw

0
150

Sulteng, (shautululama) – Ulama ASWAJA Sulawesi Tengah, mengadakan Multaqo Ulama dengan mengangkat tema “Nabi dihina, Siapa yang Bela, dan Tolak Demokrasi” sebagai bentuk pembelaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dinista Prancis. Acara dilaksanakan Senin (23/11/2020) sore, di Rumah Hijrah An-Nakhdoh di salah satu Kelurahan di Kota Palu.

Tindakan yang dilakukan oleh kafir laknatullah Emmanuel Macron merupakan bentuk penghinaan, penistaan dan pelecehan terhadap Rasulullah SAW dan ajaran islam. Sebagai seorang muslim sudah seharusnya melakukan pembelaan terhadap tindakan tersebut.

KUNJUNGI INSTAGRAM KAMI[instagram-feed]

Dalam tausiyahnya, Ustadz Aman Cigrapta (Pengasuh Rumah hijrah An Nakhdoh) mengatakan  _“tidak ada maaf bagi yang menghina Rasulullah SAW karena yang berhak memaafkan adalah orang yang dihina, karena Rasulullah SAW maka kita sebagai umatnya tidak memiliki hak untuk memaafkan”_.


Kita mengetahui bahwa saat ini ajaran islam dinodai, dipersekusi, dan direndahkan. Maka kita sebagai umatnya yang telah terikat dengan hukum-hukum Allah dituntut melakukan pembelaan dengan muhasabah kepada masyarakat dan melakukan kebaikan-kebaikan.

Karena dengan muhasabah itu doa-doa kita akan diijabah oleh Allah. Sebagaimana kita diperintahkan oleh nabi untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar agar Allah tidak menurunkan siksa kepada kita semua. Maka amar ma’ruf nahi munkar merupaka hidup dan mati bagi umat Muhammad SAW. Pungkas Ustadz Aman.
.
Fakta yang terjadi saat ini adalah sebagian umat islam mengambil Din maupun Mabda atau aturan hidup selain islam yaitu kapitalis sekuler dimana didalamnya ada kebebasan berpendapat, kebebasan berakidah, kebebasan kepemilikan, dan kebebasan bertingkah laku. Karena kebebasan tersebut akhirnya meciderai umat islam baik simbol maupun ajarannya.
.
Pada Akhir tausiyahnya, ustadz Aman mengajak kepada segenap kaum muslimin untuk menerapkan islam secara Kaffah, tidak memilih sebagian dan menolak bagian yang lain. [] Ade Sunandar.