Multaqa Ulama Aswaja Sleman: “Mengkaitkan Terorisme Dengan Islam adalah Framing Jahat Terhadap Islam”

Multaqa Ulama Aswaja Sleman:
“Mengkaitkan Terorisme Dengan Islam adalah Framing Jahat Terhadap Islam”

Sleman, (shautululama.com) – Multaqo Ulama Sleman berteme “Ramadhan Syahrul Quran: Menjadikan Al-Quran Imam dalam Kehidupan Kita”, dilaksanakan pukul 08.00 WIB, bertempat di Pondok Pesantren Ar-Rahman Sleman, DIY (3/6/2018).

“Terorisme Bukan ajaran Islam, maka mengaitkan Terorisme dengan Islam apalagi sebagai ajaran Islam merupakan framing jahat”, ujar Kyai Abah Narko A Fikri (Abah Narko), Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qawwiy

Multaqo Ulama Sleman ini dihadiri lebih dari 30 orang. Mereka terdiri dari berbagai elemen masyarakat Sleman, mulai dari ustadz, mubaligh dan ulama di Kabupaten Sleman. Selain Kyai Abah Narko A Fikri, narasumber lain pada acara ini adalah Ustadz Wahyu Jamaluddin, Mubaligh Sleman.

Faktanya, Umat Islam saat ini sedang tertindas dan dijauhkan dari agamanya. Bukan hanya umat islam dunia, namun juga di Indonesia. Seperti kasus-kasus belakangan ini tentang bom bunuh diri yang terjadi di sejumlah titik yang terjadi di Kota Surabaya.

Kondisi krisis ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membuat framing buruk dan jahat terhadap islam.

“Mengkait-kaitkan kasus bom bunuh diri dengan Islam merupakan cara yang jahat”, tegas Abah Narko di hadapan hadirin.

Lebih lanjut beliau menyampaikan, “Ajaran Islam dimonsterisasi sedemikian rupa dan dipertentangkan dengan dasar negara. Puncaknya Al-Quran dijadikan barang bukti terorisme. Na’uzubillah!”, tegas Abah Narko.

Al-quran merupakan solusi hakiki. Saat ini Al-quran sedang dijauhkan dari umat. Satu-satunya cara untuk memperbaiki umat ini adalah dengan cara bagaimana awal umat diperbaiki oleh Rasullah. Yakni dengan penerapan Al-quran secara kaffah dan itu hanya bisa dengan tegaknya Khilafah, papar Abah Narko.

Menegaskan apa yang disampaikan Abah Narko, Ustad Wahyu Jamaluddin berpendapat bahwa:

“Contoh integritas terbaik adalah ketika Al-Quran diterapkan seperti jaman Rasullah. Tidak mungkin ada hukum yang memiliki dimensi luas selain hukum Islam, bukan hanya bersifat pencegahan namun juga penebus dosa”, tambahnya.

Berbagai persoalan muncul di tengah umat Islam belakangan ini disebabkan Al-Qu’ran tidak diterapkan sebagaimana mestinya.

“Kerugian dunia terjadi karena kemunduran Umat Islam yang tidak menjadikan Al-Quran sebagai imam”, tutup Ustadz Wahyu Jamaluddin.

Acara Multaqa ini diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Rusyadi Hidayatullah.(red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *