Multaqa Ulama Aswaja Se Sulawesi, Kapitalisme dan Komunisme Terbukti Gagal, Saatnya Islam Memimpin Dunia

Makassar, (shautululama) – Agenda akbar, sekaligus yang pertama tercatat di Sulawesi, yaitu Multaqa Ulama se Pulau Sulawesi melalui online, berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WITA, Ahad 14 Juni 2020. Alhamdulillah, acara berlangsung tanpa halangan berarti. Dipandu oleh dua host acara, diawali  dengan pembacaan Al-Quran oleh Qari’ Nasional Kota Kendari yaitu Al-Ustadz Laode M. Qodam.

Kalimatut taqdim disampaikan oleh pimpinan penyelenggara Al Ustadz Mustadin S.Ag dari Aliman (Asosiasi Alim Ulama Nusantara), sekaligus Pengasuh Makassar Cinta Qur’an. Beliau menyampaikan apresiasi kepada para ulama dari seluruh Propinsi Sulawesi yang telah berkenan bergabung dalam majelis ini.

Kalimatul hikmah pada sesi pertama, disampaikan oleh Al-Mukarram KH. Rahmat S. Labib, Ulama Aswaja Jakarta. Beliau mengupas fakta-fakta kegagalan kapitalisme dalam menyelesaikan krisis multidimensi di dunia yang semakin terlihat jelas. Selain itu,  nampak semrawutnya penanganan pandemic covid19 ini. Beliau mengajak para ulama untuk menanggalkan seluruh paham yang batil dan hanya merujuk kepada yang haq semata, yakni dinul Islam.

Selanjutnya berturut-turut disampaikan Kalimah Minal Ulama, diwakili oleh tujuh orang ulama, dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Para ulama diantaranya menyampaikan pentingnya mewaspadai kebangkitan komunisme yang memiliki catatan kelam di masa lalu. Selain itu, para ulama juga menyampaikan nasehat-nasehat untuk menjadikan Islam sebagai pilihan satu-satunya menghadapi krisis saat ini.

Pada sesi kedua, kalimatul hikmah disampaikan oleh Al-Mukarram KH. Ahmad Junaidi Ath-Thayyibi, Ulama Aswaja Jakarta. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan beberapa maqalah ulama tentang pentingnya menjadikan Islam sebagai arah perubahan dan memahami jalan ke arah perubahan yang diinginkan, serta pentingnya ulama untuk fokus pada cita-cita. Dengan demikian adanya berbagai ancaman dan hambatan tidak menjadi penghalang ke arah perubahan yang diinginkan, yakni tegaknya khilafah Islamiyah.

Selanjutnya kalimah minal ulama pada sesi kedua, diwakili oleh enam orang ulama yang berasal dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Propinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Di antara nasehat yang disampaikan adalah pentingnya keikhlasan dalam perjuangan. Selain itu, pentingnya ibadah yang sempurna serta akhlak dan cinta terhadap obyek dakwah, agar perjuangan penegakan khilafah menuai keberhasilan sekaligus keridhaan dari Allah SWT.

Pada bagian akhir acara disampaikan pernyataan sikap para ulama, yang di antara pointnya menegaskan tentang batilnya kapitalisme dan kegagalannya dalam menyelesaikan masalah. Tanggungjawab ulama menuntun umat kembali kepada Islam, menjadikan Syawal ini sebagai momentum kembali kepada fitrah serta bersungguh-sungguh melaksanakan amar makruf nahi munkar agar memperoleh kemenangan.

Meski dilaksanaka secara online, acara ini diikuti ribuan pemirsa, baik pada siaran di zoom, youtube maupun facebook. Terakhir, acara ditutup dengan pembacaan doa. (Red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Dalam Islam Kedaulatan Hanya Milik Allah

Surabaya, (shautululama) – Ahad, 21 November 2021, telah berlangsung Multaqa Ulama Aswaja Surabaya Raya dengan …