Multaqa Ulama Aswaja Se Nusantara, Hukum Mati Bagi Penghina Nabi, Batalkan UU Dzalim Omnibus Law Ciptakerja

Jakarta, (shautululama) – Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dicintai semua orang beriman, seakan-akan mendapat tamparan keras bagi umat ini.

Prancis yang secara terus terang menyatakan penghinaannya kepada Rosulullah SAW. dengan dukungan Presiden Prancis terhadap Majalah Charlie Hebdo yang menerbitkan kembali karikatur yang menghina Nabi.

Begitu juga di Indonesia DPR dan Pemerintah telah mengesahkan Undang-undang dzalim, meski diprotes oleh seluruh elemen masyarakat, yaitu Undang-undang Omnibus Law Ciptakerja.

Hal ini mendapat reaksi keras dari sebuah komunitas besar di Indonesia, Komunitas Pecinta Batu Cincin (KOPBATIN), yang menggelar acara akbar dengan menghadirkankan para ulama se Indonesia dalam MULTAQO ULAMA ASWAJA SE NUSANTARA dengan tema; “Kutuk Penghina Nabi SAW, Tolak Undang-Undang Omnibus Law yang Zalim Produk Demokrasi”

Acara yang dilaksanakan secara daling melalui channel YouTube, pada Sabtu, 7 November 2020, mulai pukul 08.30 hingga 11.30 yang diikuti oleh ulama Aswaja dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pembawa acara KH. Asrori Muzaki membuka acara tepat pukul 09.00 WIB, dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Sambutan shohibul hajah al mukarom KH. Abu Hanifah menyampaikan, sudah sepantasnya para ulama memiliki kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di tengah-tengah umat. Tidak terkecuali, apa yang terjadi di Prancis dengan kasus penghinaan Nabi, juga masalah UU Cipta Kerja. Hal ini menjadi fokus bagi ulama mangajak umat agar bisa mencerna secara jernih akar masalah semua itu, yakni ditinggalkannya Islam.

Rois Multaqo KH. Abu Nabila memimpin sesi acara kalimah minal ulama dengan memberikan kesempatan pertama kepada KH. Rokhmat S Labib, Ulama Aswaja DKI Jakarta. Beliau mengupas dalil-dalil hukuman bagi penghina Nabi SAW. Diantara paparan beliau adalah akibat “Huriyatul Akidah”, kebebasan berakidah yang hanya ada di demokrasi lah penyebab utama penghinaan Nabi terus berulang.

Beliau juga menyampaikan bahwa makna membuka lapangan kerja dalam sistem kapitalis yang dianut negeri ini adalah dengan membuka pabrik untuk cukong asing dan aseng, sedangkan rakyat hanya cukup menjadi pekerja dan jongos

Guru Wahyudi ibnu Yusuf, Ulama Aswaja Kalsel melengkapi dalil hukuman bagi penghina Nabi SAW, dan menyatakan bahwa hanya Khilafah yang dapat menghentikan penghinaan terhadap NABI SAW.

KH. Syamsudin Ramadhan An Nawi semakin menguatkan pemaparan seputar hukuman bagi penghina Nabi berdasarkan aqwal ulama mu’tabar, beliau menguatkan bahwa, menolong sunnah adalah mengajak manusia hanya mengikuti syariat Nabi Muhammad, memerangi siapapun yang menghina Nabi dan syariatnya. Itulah bukti cinta kepadad Nabi SAW

KH. Fachrudin Halim, Ulama Aswaja Babel (Bangka Belitung) menyampaikan bahwa menjadi kewajiban para ulama bersama umat untuk menegakkan Khilafah, sehingga SDA kita tidak dikuasai asing dan pemodal kapitalis.

KH. Ahmad Faiz, Ulama Aswaja Klaten, Jateng menjelaskan fakta demokrasi yang merupakan jalan batil kehidupan. Karena menjadikan wewenang menetapkan halal dan haram di tangan wakil rakyat yang notabene adalah manusia. Beliau juga berharap para ulama istiqomah berjuang menegakkan syariah dan khilafah dengan meninggalkan demokrasi yang merupakan ilham dari iblis.

KH. Umar Ash Shiddiq, Ulama Aswaja Bogor dengan keras mengatakan bahwa UU Omnibus Law dan UU dzalim lainnya apapun namanya maupun penghinaan Nabi SAW, akan tetap ada selama sekulerisme, demokrasi dan kapitalisme diterapkan. Tegakkan Khilafah maka kita akan kembali menjadi Khoiru Ummah

Abah Narko A Fikri, Ulama Aswaja Yogyakarta dengan bahasa halus khas Yogya, mengupas maqolah ulama-ulama mu’tabar tentang kewajiban mengangkat dan membai’at seorang Khalifah

Permasalahan seputar Omnibus Law, UU Ciptakerja, dikupas tuntas kebobrokan dan kebatilannya oleh KH. Chusairi Sulaiman, Ulama Aswaja Jatim. Beliau mengupas mulai dari kesalahan pemerintah mencari sumber persoalan yang menurut pemerintah hanya seputar birokra

si yang berbelit dan korupsi hingga solusi tuntas dari problematika bangsa yakni dengan membuang demokrasi. Inilah biangnya yang menjadikan manusia bebas menentukan hukum dengan hawa nafsunya, dan kita ganti dengan menerapkan syariah dan menegakkan khilafah, tegas beliau.

KH. Ahmad Abu Syamil, Ulama Aswaja Jatim, memaparkan keprihatinan beliau atas penghinaan Nabi SAW. Beliau mengupas kisah kisah-kisah para sahabat dan ulama yang begitu mencintai Nabi, seperti Kakek Syaikh Taqiyudin An Nabhani saat menjadi Qodhi, pernah membebaskan seseorang yang telah membunuh orang yang menghina Nabi.

KH. Ahmad Zainudin, Ulama Aswaja Cikampek, mengupas sepak terjang rezim yang justru merugikan rakyat. Diantaranya program investasi yang merupakan bentuk penjajahan modern, sehingga pemerintah terkungkung dalam perjanjian dengan investor asing, BUMN dikuasai asing, pengangguran dan kemiskinan semakin banyak.

Sementara itu, KH. Roni Abdul Fattah LC. M.A , Ulama Aswaja Bandung membongkar kebatilan demokrasi yang merupakan nizhom kufur (sistem kufur), sebagaimana diterangkan dalam kitab

Aqwal minal dipungkasi oleh KH. Ahmad Junaidi Ath Thoyibi, Ulama Aswaja Jakarta. Beliau mengingatkan para ulama dalam dakwahnya agar tidak hanya menyampaikan seruan, namun harus memberikan solusi dan memahami bahwa umat sudah sangat membutuhkan sistem pengganti untuk menyelesaikan semua problematika umat yakni tegakkan syariah dan khilafah ala minhajin nubuwwah. Khilafah merupakan janji Allah dan bisyaroh (kabar gembira) dari Rasulullah Saw.

Acara diakhiri dengan doa agar Allah menolong para ulama yang tengah berjuang bersama umat menegakkan khilafah. Doa dipimpin oleh Habib Kholilullah Al Habsyi, Khodimul Majlis Ratibul Hadad Jaktim. (red)

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …