Multaqa Ulama Aswaja Regional Jatim, Jateng dan DIY: Demi Keberkahan Negeri, Akhiri Persekusi, Kriminalisasi Ulama dan Pejuang Islam, dan Tolak Kedzaliman

Yogyakarta, (shautululama) – Di penghujung tahun ini para ulama aswaja dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) kembali menyelenggarakan Multaqa Ulama Aswaja Regional Jatim, Jateng dan DIY, Sabtu 19 Desember 2020 / 21 Rabiul Akhir 1442H.

Multaqa kali ini sebagai bentuk muhasabbah sekaligus ihtimam bi amril muslim, atas kondisi negeri muslim terbesar di dunia yang semakin mengenaskan. Multaqa dilaksanakan secara daling dengan menyampaikan kalam minal ulama perwakilan ulama, kyai dan habaib dari dari ketiga wilayah ini. Sementara para jamaah dan muhubbinnya menyaksikan melalui channel media Youtube, sejak pukul 08.30 sd 11.00 WIB

Pelaksanaan multaqa dipilih secara daling (online) karena hingga saat ini kondisi pandemi belum juga ada perbaikan, justru trendnya semakin meningkat di berbagai wilayah tanah air. Ini pula yang menjadi pembahasan para ulama dalam multaqa ini, tidak adanya kebijakan yang jelas dan telat dalam mengambil tindakan menyebabkan pandemi ini menyebar tak terkendali.

Oleh karena itu, sebagai bentuk cinta kepada negeri, untuk menjaga keutuhan negeri, Multaqo Ulama Aswaja Regional Jawa Timur,Jawa Tengah dan DIY ini mengangkat tema “Kiprah Ulama Cinta Negeri, Jaga Keutuhan Negeri, Tolak Pemimpin Dzalim, Terapkan Islam Kaffah”
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ustad M. Ichsan Rasyidi, Ma’had Tahfidz AlQuran At Tasniim, Sleman, DIY. Lalu dilanjutkan Qira’atul Qur’an, oleh: K.H. Habib Rasyid, dilanjut dengan shahibul hajah Al Habib Muhammad Nahl Al Athas menyampaikan sambutannya.
Dalam sambutannya shahibul hajah melakukan muhasabbah terhadap berbagai persoalan aktual yang masih menyelimuti negeri ini, antara lain kriminalisasi ulama dan aktifis islam bahkan sampai pembunuhan yang keji tak berperikamusiaan.

Disintegrasi Papua Barat oleh organisasi teroris OPM (Organisasi Papua Merdeka), yang telah nyata-nyata di hari perayaan ulang tahunnya menyatakan kemerdekaannya dari NKRI. Gerakan separatisme ini dengan jelas dan tegas memperjuangkan disintegrasi dari NKRI, tak segan-segan mereka pun angkat senjata, baku tembak melawan aparat negara.
Namun sikap penguasa begitu lunak, tidak ada tindakan yang tegas untuk menumpas gerakan separatisme ini. Alih-alih mengerahkan kekuatan negara untuk menumpas gerakan separatisme ini, Menkopolhukam justru mengesampingkan deklarasi OPM ini.

Ini berbeda dengan sikap penguasa yang langsung membunuh 6 pemuda islam tanpa sebab yang jelas, tanpa melalui prosedur hukum dengan mudah melakukan penghilangan nyawa, ekstra judicial killing. Selain itu, yang menjadi sorotan adalah penangganan pandemi covid yang juga belum jelas arahnya, justru semakin bertambah meluas perkembangannya.

Dalam pandangan shahibul hajah semua permasalahan ini muncul akibat diterapkannya sistem kapitalisme demokrasi sekuler dalam kehidupan. Umat Islam dipaksa hidup dengan aturan produk manusia yang dibuat untuk kepentingan melayani para pengusaha asing dan aseng, para oligarki, bukan untuk kesejahteraan rakyat. Seperti halnya dengan Undang-undang Omnibus Law Ciptakerja, yang banyak ditentang masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, solusinya tidak lain, harus dicabut sistem yang menghasilkan penguasa dzalim ini dan diganti dengan sistem islam kaffah di bawah naungan khilafah ala minhajin nubuwwah.

Setelah sambutan shahibul hajah, acara diserahkan kepada Rois Multaqa Kyai Abdurrahim, Dewan Penasehat Ma’had Tahfidz Al-Qur’an At-Tasniim, Sleman, DIY, untuk memimpin pemaparan kalam minal ulama.

Hadir menyampaikan kalam minal ulama 10 ulama, kyai dan habaib dari perwakilan ketiga daerah kantong pesantren antara lain:
Kyai Yusuf Ismail Al Hadid(Pengasuh PP. Al Hadid, Yogyakarta)
Ustad Rasyid Supriyadi ( Ulama Aswaja Yogyakarta )
Kyai Edy Subroto (Ulama Aswaja Yogyakarta)
Kyai Zainullah Muslim ( Pengasuh MT Baitul Muslimin,Rembang. Pasuruan)
Kyai Joko Santoso( Pengasuh PP. Mukhlisin. Mojokerto)
KH. Ahmad Faiz (Pemgasuh PP. Abdurrahman bin Auf, Klaten, Jawa Tengah)
KH. Muh. Ali Fadhil( Ulama Aswaja Jawa Timur)
KH Ainul Yaqin (Ulama Aswaja Jawa Tengah)
Kyai Yusuf Mustaqim, Pimpinan Majlis Taklim Al Usfury. Yogyakarta
Kyai Abah Narko Abu Fikri, Pengasuh PP. Nurul Qowwy, Yogyakarta
KH. Moh. Asyofi syafi’i (Pengasuh PP. Darunnajah,Banyuwangi)

Acara terus berlangsung hingga berakhir dengan pembacaan pernyataan sikap dan nasehat ulama Aswaja Jatim, Jateng dan DIY untuk kebaikan dan keberkahan negeri ini.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …