Multaqa Ulama Aswaja Probolinggo: Kita Wajib Mencintai Rasulullah Saw dan Syariatnya

Probolinggo, (shautululama) – Ahad, 10 Nopember 2019, bertempat di Musholla “BAITUL HAMDI”, Alhamdulillah telah terselenggara acara MULTAQO’ ULAMA’ ASWAJA PROBOLINGGO yang dimulai pukul : 13.00. Hadir beberapa Ulama, Kyai, tokoh masyarakat beserta para muhibbinnya

Acara ini di buka dan dipandu langsung oleh Ustad Pepi Kartiko,

Shohibul fadhilah Al Mukarrom Ustad Andi Nur Rahmad selaku shohibul bait menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ‘Alim Ulama’, kyai, tokoh masyarakat, serta para jama’ah, yang hadir pada acara tersebut.

Beliau menegaskan bahwa di bulan Robi’ul Awal ini, gegap gempita ummat muslim di seluruh penjuru dunia memperingati hari lahirnya Rasululloh Muhammad SAW, manusia paling mulia, pembawa risalah yang bisa menyelamatkan ummat manusia di akhir zaman ini.

Perayaan hari lahirnya Rasululloh SAW adalah wujud ungkapan rasa cinta seorang muslim terhadap Nabinya.

Berbagai ragam cara untuk menampakkan rasa cintanya terhadap Nabi besar Muhammad SAW. mulai dari bersedekah dengan hidangan makanan hingga berbagai kegiatan yang diadakannya. Dengan berbagai kegiatan tersebut seharusnya umat menyadari bahwa ada hal yang lebih penting dari semua itu, yaitu menjalankan seluruh ajaran yang di bawanya. Karena Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan ajaran Islam ke dunia ini sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia, yaitu berupa Syariah Islam yang bila diterapkan akan menyelamatkan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Dan menerapkan syariah Islam itulah wujud cinta yang sejati terhadap baginda Rosululloh Muhammad SAW

Shohibul fadhilah Al Mukarrom Ustd Ismail, menyampaikan bahwa di dalam hadits Bukhori diceritakan bahwa pada hari kiamat kelak, di telaga nabi, akan datang suatu kaum yang mana mereka justru akan diusir, Nabi katakan kepada mereka:

“…سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي “.

Menjauhlah….! Menjauhlah…..!, bagi orang yang telah merubah (syariah) setelahku.

Dari hadis ini jelaslah bahwa siapa saja yg mengaku cinta kepda nabi, maka dia wajib mencintai syariah nabi, dan cinta syariah nabi, berarti wajib menerapkan syariatnya.

Di akhir zaman ini banyak orang yang mengaku cinta nabi tapi tidak mau menerapkan syariahnya, bahkan sampai membenci dan alergi terhadap syariah yang diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW, bahkan sampai berani dengan sengaja merubah syariah yang mulia ini, maka kelak mereka akan nabi usir dari telaganya.

Shohibul fadhilah Al Mukarrom Ustd Ishaq, menyampaikan bahwa kita perlu melatih diri untuk ihlas dalam segala amal, baik dalam beribadah, dalam beramal sholeh, termasuk di dalam mencintai Rosululloh SAW.

Beliau menegaskan, bila majnun tak peduli hinaan mencium dinding-dinding kota laila hanya karena mencintainya, Maka umat yang mencintai nabi muhammad saw haruslah menjalankan dan memperjuangkan syariahnya hingga nampak kemulyaan islam di tengah-tengah masyarakat.

Shohibul Fadhilah Al mukarrom Guz Zain, Menyampaikan bahwa cinta kepada nabi merupakan cinta yang lahir karena keimanannya kepada nabi, sehingga orang yang tidak beriman pasti tidak akan muncul cintanya kepada nabi Muhammad SAW. Dengan perasaan cinta ini, umat islam wajib mentaati syariatnya serta wajib mencampakkan segala sistem tatanan kehidupan yang bukan berasal dari islam.

Pesan beliau kepada umat diantaranya, bukti cinta kepada nabi saat ini adalah mendakwakan syariat islam secara terus menerus hingga syariat islam yang mulia ini menjadi satu-satunya pengaturan tata kehidupan di muka bumi ini dalam naungan sistem khilafah ala minhajin nubuwwah, serta mencampakkan apapun tata kehidupan yang bukan dari islam. Karena tanpa khilafah, umat akan tetap dalam kehinaan. Semoga kita mampu mengambil andil dalam mewujudkannya. Tegas beliau

Acara ini juga dihadiri oleh :
1. Gus Zain Pengasuh Majelis Ta’lim Nurul Fikri
2. Ustd ismail, Pengasuh Majelis Ta’lim Ma’anil Qur’an
3. Ustd Ishaq, Hafidul Qur’an
4. Ustd Andi Nurrahmad, tokoh masyarakat kabupaten Probolinggo
5. Ustd, Edy, mantan sekretaris MUI tingkat Kecamatan
6. Ustd, Audi, tokoh masyarakat
7. Bapak Sugiono, Tokoh Masyarakat

Acara diakhiri tepat pukul 15.00 dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustad Pepi Kartiko, acara berjalan dengan baik dan lancar serta penuh kekeluargaan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *