Multaqa Ulama Aswaja Probolinggo Jatim, Hanya Khilafah Pelindung Hakiki Umat Islam

Probolinggo, Jatim (shautululama) – Alhamdulillah, Selasa, 17 Desember 2019 telah terselenggara acara MULTAQA ULAMA’ AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH PROBOLINGGO yang dimulai pukul: 12.00, dan dihadiri beberapa Ulama, Kyai, tokoh masyarakat Kabupaten Probolinggo, bertempat di PP Kyai Sekar Alamri Probolinggo.

Dalam kesempatan yang mulia tersebut, Shohibul fadhilah Al Mukarrom KH. Abdulloh Amroni, pengasuh PP Kyai Sekar Alamri Probolinggo, dan selaku shohibul bait menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ‘Alim, Ulama’, kyai, tokoh masyarakat, yang hadir pada acara tersebut.

Lanjut beliau, sesama muslim kita adalah bersaudara, kalau ada saudara kita yang sakit pasti kita dituntut untuk menolongnya,

المسلم أخو المسلم

Oleh karena itu, beliau mengingatkan, bahwa saat ini umat muslim dikagetkan melalui medsos, ternyata penyiksaan umat islam di Uighur, bukan hanya pada orangnya tapi juga sudah merambah pada fasilitas, hampir 5.000 masjid telah dirusak.

Maka para ulama sebagai simpul umat dan motivator tidak boleh diam untuk bergerak menolong saudaranya dan ini merupakan bentuk cintanya kepada Nabi Muhammad saw dan umatnya. Dan kondisi ini merupakan bukti ketika islam tidak ada junnah, tidak ada perisai, tidak ada penjaga yaitu khilafah, maka nasib umat islam uigur seperti ini, dan tidak menutup kemungkinan akan menimpa umat islam yang lain. Oleh karena itu, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk tegaknya daulah khilafah agar kemulyaan islam dan umat islam kembali seperti di masa Rasulullah dan masa khulafaur rasyidin.

Khilafah ajaran islam, maka mari kita hadirkan ajaran khilafah ini ke tengah-tengah umat dan suarakan serta kita perjuangkan tegaknya khilafah dan semoga kelak bisa menjadi saksi kita bahwa kita sudah berusaha dengan keikhlasan.

Shohibul fadhilah Al Mukarrom Kyai Arif S, Pengasuh Majelis Tibbun Nabawi menyatakan bahwa kita bersyukur bisa istiqomah dalam keimanan dan ketaqwaan, dan para Ulama yang mencintai Rasulnya bisa bertemu dalam multaqo, serta kita juga bersyukur terpilih menjadi bagian pejuang syariah dan tegaknya daulah islamiyah. Dan kita diuji oleh Allah SWT. dengan tersebarnya berita penghinaan terhadap islam dan umat muslim, sadarkah kita, betapa dahsyatnya penghinaan terhadap islam, Alquran dibakar, ulama dibunuh, masjid-masjid dirusak dan lain sebagainya.

Kondisi ini mestinya menyadarkan semua umat muslim akan kebutuhan adanya kekuatan umat islam yang dulu pernah jaya yaitu khilafah ala minhajin nubuwwah. Kita tidak tahu kapan khilafah tegak dan kapan kita dipanggil Allah, maka yang terpenting kita bergerak bersatu mengajak yang belum faham untuk memahami. Dan yang belum bersatu, diajak bersatu agar khilafah aka minhajin nubuwwah segera tegak.

Sementara itu Shohibul fadhilah Al Mukarrom Kyai Ahmad S, Pengasuh Majelis Taklim Almubarok menyampaikan bahwa tragedi penyiksaan muslim di uigur ini menjadi masalah kita bersama, tidak boleh tidak kita harus mengusahakan solusi dan satu-satunya solusi itu adalah tegaknya khilafah ala minhajin nubuwwah untuk mengembalikan marwah kemulyaan islam dan kaum muslimin sebagaimana Rosululloh SAW dulu mewujudkan kemulyaan itu dimulai dari Madinah hingga ke penjuru dunia.

Shohibul fadhilah Al Mukarrom Kyai Abdul Karim, Pengasuh Majelis Ta’lim Cinta Damai yang juga Alumni PP Sidogiri menyampaikan bahwa untuk saat ini satu-satunya yang bisa meneruskan dakwah Nabi Muhammad SAW adalah para Ulama sebagai pewaris nabi, yang mendakwakan islam supaya umat sadar terhadap syariat Allah yang mulya ini dan tentunya syariat Allah akan hilang kalau ulama tidak memperjuangkannya, maka para ulamalah semestinya yang harus didorong dan didukung untuk meneruskan perjuangan Rasulullah SAW untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi umat islam.

Shohibul fadhilah Al Mukarrom Kyai Indra Fahrudin, Pengasuh Majelis Ta’lim Taqorub Ilalloh Probolinggo mengungkapkan rasa syukur karena telah dipilih sebagai pembela Rasulullah dan telah ditolong oleh Allah SWT sehingga kita tidak ada jenuhnya dan tiada capeknya untuk membela umat Rasulullah SAW yang kita cintai.

Sesungguhnya, dengan fakta penyiksaan terhadap umat muslim di uigur, dibawah rezim komunis, mestinya ini membuat rezim di negeri sadar dan melihat dengan jelas sehingga negeri yang mayoritas muslim ini menentukan sikap tegas bukan malah sebaliknya tidak bergerak melakukan apapun yang terbaik buat umat muslim di sana.Dengan sikap kurang peduli dan terkesan mengabaikan ini mengindikasikan dan seakan membenarkan anggapan adanya tekanan pada rezim ini, bahwa Indonesia dalam cengkeraman politik dan ekonomi cina.

Kondisi ini mengalihkan harapan umat, yang mana tinggal satu-satunya harapan jatuh pada para ulama untuk menolong saudara kita di uigur, kita mengajak kepada seluruh ulama seindonesia, bahkan sedunia, khususnya ulama di probolinggo untuk tetap bersatu menyeru untuk menyelamatkan saudara kita di uigur, karena dengan apa kita bisa menolong, tiada lain ya dengan khilafah, semoga Indonesia menjadi bagian negeri khilafah. Aamiin

Multaqo Ulama Ahlus Sunnah Waljamaah dihadiri sejumlah ulama dan kyai antara lain:
1. KH Abdulloh Amroni, Pengasuh PP Kyai Sekar Alamri
2. Kyai Abdul Karim, Pengasuh Majelis Ta’lim Cinta Damai
3. Kyai Arif S, Pengasuh Majlis Tibun Nabawi
4. Kyai Ahmad S, Pengasuh Majelis Ta’lim Almubarok
5. Kyai Indra Fahrudin, Pengasuh Majelis Ta’lim Taqorrub Ilalloh
6. Gus Tuhu, Pengasuh Majelis Ta’lim Almustanir
7. Kyai Muhammad Toha, tokoh masyarakat
8. Gus Zen Pengasuh Majelis Ta’lim Nurul Fikri
Dan tokoh-tokoh masyarakat Probolinggo

Acara diakhiri dengan pembacaan doa pada pukul 14.00, acara berjalan dengan penuh keakraban dan kekeluargaan

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *