Multaqa Ulama Aswaja Pesisir Selatan Jawa: Penerimaan dan Dukungan Masyarakat Terhadap Khilafah Semakin Masif

Pacitan, Jatim (shautululama) – Mencermati perkembangan dakwah di tanah air, yang terus terjadi kriminalisasi ulama dan aktivis dakwah syariah dan khilafah, sejumlah ulama di pesisir selatan Jawa Timur telah mengadakan MULTAQA ULAMA ASWAJA pada hari Sabtu malam, 17 Muharram 1442 H/5 September 2020 M dengan tema, “MENYONGSONG KEMENANGAN ISLAM, TINGGALKAN KAPITALISME, DEMOKRASI DAN KOMUNISME”

Dalam forum ini disampaikan aqwal minal ulama dari pesisir selatan, yang pertama dari Kyai Sahal, Pengasuh Majelis Ta’lim Al Muttaqin, Tulungagung. Beliau menyampaikan aqwal tentang Khilafah Islamiyyah benar-benar merupakan ajaran ahlu sunnah wal jama’ah yang bisa dibuktikan dengan banyak kitab-kitab muktabaraat yang disusun oleh para ulama ahlu sunnah waljama’ah, yang mewajibkan diangkatnya seorang khalifah sebagai pemimpin seluruh kaum se-dunia. Beliau juga memberikan dukungan terhadap dakwah perjuangan penegakan syari’at dan khilafah.

Penyampaian aqwal minal ulama berikutnya oleh Kyai Muslih, Pengasuh Majelis Ta’lim Ilman Nafi’an Pacitan. Beliau menyampaikan penerimaan dan dukungan perjuangan penegakkan Khilafah telah semakin massif dari berbagai elemen mulai pelajar, masyarakat, kaum intelektual maupun ulama.

Sementara Kyai dr Muhammad Ali Syafi’udin, Pengasuh Majelis Ta’lim Mata-Hati Tulungagung, memaparkan hikmah corona, saatnya tinggalkan kapitalisme-demokrasi dan buang komunisme, songsong masa depan Islam dengan Khilafah Islamiyah. Karena hanya Islam yang mampu menyelesaikan masalah ini sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat beliau dahulu.

Aqwal minal ulama berikutnya disampaikan oleh Kyai Jufri Ali, Pengasuh Majelis Ta’lim Al Hikmah Blitar. Beliau berpesan agar umat tidak tertipu lagi dengan pesta pora demokrasi lewat Pilkada serentak. Karena umat Islam dengan sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia dari waktu ke waktu semakin tidak mensejahterakan, justru semakin terjepit dan terhimpit.

Kyai Fahrul Ulum, Pengasuh Majelis Taklim Al Kayyis Trenggalek, menyampaikan aqwal tentang hubungan antara kekhilafahan Utsmaniyah dengan kesultana-kesultanan di nusantara. Bahkan jauh sebelum kekhalifahan Utsmaniyah Islam datang ke Indonesia.

Dua pembicara terakhir yang didaulat panitia untuk menyampaikan aqwal minal ulama adalah Kyai Abah Imron dari Majelis Taklim Al Hikmah Binangun Blitar dan Kyai Abah Muhajir dari Majelis Taklim Al Hijrah Blitar. Beliau berdua memberikan dukungan moral kepada Ustadz Ismail Yusanto yang saat ini dipersekusi, dilaporkan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab dan benci terhadap dakwah Islam yang beliau lakukan.

“Dakwah yang beliau lakukan tidak merugikan rakyat Indonesia justru sebaliknya sangat menguntungkan umat Islam Indonesia karena tercerahkan dengan ajaran-ajaran Islam yang beliau sampaikan”, papar kyai berdua.

Terakhir, forum diakhiri dengan pembacaan pernyataan ulama oleh Kyai Bisri Mustofa dari Majelis Taklim Al Mustanir Tulungagung. Dalam pernyataan sikap yang diterima oleh redaksi shautululama, para ulama pesisir selatan jatim ini memberikan dukungan terdahap dakwah syariah dan khilafah dan mengecam tindakan kriminalisasi terhadap ulama maupun aktifivis yang mendakwahkan ajaran islam khilafah. Karena hal ini bisa termasuk penodaan agama dan berimplikasi hukum.

Kyai Sahal Tulungaung, mendapatkan ihtirom dari panitia untuk menutup forum dengan doa. Multaqa Ulama Aswaja Pesisir Selatan Jatim ini disiarkan secara langsung lewat channel youtube dakwah kita.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …