Multaqa Ulama Aswaja Pasuruan, Tragedi India Bukti Kegagalan Nasionalisme Melindungi Umat Islam

Pasuruan, Jatim (shautululama) – Sabtu, 14 Maret 2020, bertempat di LPI Al Fath Pasuruan, Alhamdulillah telah terselenggara acara MULTAQA ULAMA’ ASWAJA PASURUAN yang dimulai pukul : 20.00. acara ini dipandu oleh Ust. Nanang Setiawan.

Acara diawali dengan qira’atul Qur’an, yang dibacakan oleh Ustad. Kamil.

Shohibul fadhilah Almukarrom Ustad H Ilham Sujudi selaku shohibul bait menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ‘Alim Ulama’, Kyai, Ustadz, Tokoh Masyarakat, serta para jamaah, yang hadir pada acara tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa akibat sekat nasionalisme dalam sistem demokrasi, para penguasa muslim rela memutuskan persaudaraan sesama muslim dengan mengambil sikap berdiam diri, bahkan tidak berani mengecam kebiadaban orang-orang kafir Hindu yang membantai kaum Muslimin di India.

Maka tidak ada solusi lain kecuali umat membutuhkan Khilafah sebagai pelindung dan penjaganya.

Seorang Khalifah akan menyerukan Jihad dengan mengerahkan segenap kekuatan militernya untuk menjalankan politik luar negeri Negara dalam melindungi dan menjaga kehormatan kaum Muslimin. Tanpa Khilafah, kaum Muslimin akan terus dinista.

Shohibul Fadilah Ustadz Taufiqurrahman menyampaikan jika Umat Islam tidak marah atas kejadian yang menimpa Saudara Muslim di India, maka kita tidak layak menjadi Saudara Muslim.

Ketiadaan Khilafah sejak runtuhnya kekhilfahan terakhir tahun 1924 di Turki, penderitaan tidak hanya dialami kaum Muslimin di India, tetapi juga terus dialami oleh kaum Muslim di Kashmir, Turkistan Timur (Xinjiang), Myanmar, Suriah dan tentu di Palestina yang telah sekian puluh tahun menderita dijajah Israel yang didukung Amerika dan Eropa.

Tragedi silih berganti dialami kaum Muslimin diberbagai belahan dunia, bukan sekedar menyangkut kehormatan, lebih dari itu ribuan bahkan jutaan nyawa kaum Muslimin melayang.

Segala bentuk kejadian tersebut tidak akan terjadi jika umat islam mempunyai pelindung, yang akan mampu menjaga darah dan kehormatan kaum muslimin, ini menjadi bukti bahwa umat butuh khilafah.

Sungguh dengan khilafah, umat Islam akan menjadi khoiru ummah, darah dan kehormatan mereka akan dijaga oleh seorang Khalifah pemberani, bukan pemimpin penakut dan banci seperti pemimpin umat saat ini yang menjadi penguasa boneka dari sistem demokrasi.

Pemateri kedua, Shohibul Fadilah Ustadz Junaidi menyampaikan bahwa kaum muslimin tidak boleh berdiam diri ketika saudaranya didzalimi, dianiaya bahkan dibunuh. Hanya orang yang tidak waras yang memiliki sikap demikian.

Maka kewajiban umat Islam adalah mewujudkan kekuasaan tersebut dengan menegakkan Daulah Khilafah ‘ala minhajin Nubuwah yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang akan menjadi pelindung umat islam, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW :

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Imam (Khalifah) itu laksana perisai. Kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim).

Shohibul Fadilah KH. M Sofyan menyampaikan firman Allah dalam surat Thaha ayat 124 :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunnya pada harikiamat dalam keadaan buta.” (TQS Thaha ayat 124)

Sesungguhnya penderitaan yang menimpa umat Islam di India dan dibelahan negeri lainnya merupakan suatu bentuk kesempitan hidup akibat berpaling dari peringatan Allah SWT, maka tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada Islam.

Oleh karena itu segala bentuk kedzaliman yang menimpa umat Islam tidak akan terjadi jika umat Islam mempunyai pelindung, yang akan mampu menjaga darah dan kehormatan kaum muslimin, yakni Khilafah, dan sebuah keniscayaan bahwa umat sangat membutuhkan Khilafah.

Kembalinya Khilafah ‘ala minhajin Nubuwah inilah yang akan melahirkan kembali sosok Khalifah pemberani seperti Khalifah Al-Mu’tashim Billah yang akan memiliki keberanian luar biasa dalam menghentikan setiap jengkal kedzaliman dimuka bumi ini.

Acara ini juga dihadiri oleh :
1. KH. M. Sofyan (Pengasuh MT As Salam)
2. Ust. Taufiqurrahman (Guru Madrasah)
3. Ust. Yusuf Wibisono, SH (Ketua LBH Pelita Umat Korwil Pasuruan)
4. Ust. Nur Hidayat (Tamir Masjid Nur Arafah)
5. Ust. Nanang Setiawan (Pengasuh MT Al Fatih)
6. Ust. Junaidi (Tokoh Masyarakat)
7. Ust. Sugianto (Tokoh Masyarakat)
8. Ust. Alim Wisnuardi (Tokoh Masyarakat)
9. Ust. Dzikron (Tokoh Masyarakat)
10. Ust. Nur Chozin (Tokoh Masyarakat)
11. Ust. H Ilham Sujudi, Ketua LPI Al fath

Acara diakhiri tepat pukul 22.00 dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. M Sofyan, acara berjalan dengan baik dan lancar serta penuh keakraban dan kekeluargaan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …