Multaqa Ulama Aswaja Pasuruan, Tanpa Khilafah, Kaum Muslimin Akan Terus Dinista

Pasuruan, Jatim (shautululama) – Sabtu, 7 Maret 2020, bertempat di Musholla “DARUL HIJRAH” Pasuruan, Alhamdulillah telah terselenggara acara MULTAQA ULAMA’ ASWAJA PASURUAN yang dimulai pukul : 19.30. acara ini dipandu oleh Ust. Umar Faruq diawali dengan pembacaan do’a istighosah yang dipimpin oleh KH. Hamdan Zaini

Dalam kesempatan yang mulia tersebut Shohibul fadhilah Al Mukarrom Kyai Romli Abulwafa selaku shohibut bait menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ‘Alim Ulama’, Kiyai, Ustadz, tokoh masyarakat, serta para jama’ ah, yang hadir pada acara tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa, kondisi umat islam tanpa khilafah sungguh tidak mampu menunjukkan sebagai khoiru ummah, lihat saja kata beliau, bagaimana kondisi umat islam
India. Sejak Ahad, 23 Februari 2020, umat Islam di India menjadi korban kebrutalan kalangan Hindu radikal. Mereka mengalami penganiayaan fisik tak terperi. Digebuk beramai-ramai dengan menggunakan tongkat, batang besi, batu, bahkan senjata api.

Para pembantai pun dengan pongah berteriak-teriak masuk ke dalam masjid. Menganiaya kaum Muslim yang sedang beribadah di dalamnya. Masjid pun dibakar.

“Banyak Muslim India yang mengalami luka-luka. Bahkan sampai meninggal dunia. Darah Muslim India pun tertumpah. Inilah bukti bahwa kaum muslimin itu butuh pelindung, itulah khilafah”, tegas beliau.

Shohibul Fadilah Al Mukarrom Kyai Muhammad Bajuri menyampaikan bahwa, “Di tengah darah umat Islam India yang tertumpah, ternyata tak ada satu pun penguasa negeri-negeri Muslim yang peduli. Penguasa negeri ini, sebagai negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia, juga tak menunjukkan kepedulian yang serius. Sekadar kecaman pun tidak ada. Sikap tak tegas ini besar kemungkinan dipengaruhi oleh adanya kepentingan mereka”.

Memang ada pemimpin Muslim yang mengecam keras pembantaian umat Islam di India, yaitu Presiden Turki, Erdogan. Namun, itu hanya kecaman. Tak bisa disebut sebagai kepedulian yang serius.

Kepedulian yang serius tentu harus sampai menghentikan pembantaian dan mengadili pelaku pembantaian dengan hukuman yang setimpal. Termasuk membuat jera Pemerintah India yang membuat kebijakan politik tidak adil yang akhirnya memicu pembantaian terhadap umat Islam. Pengerahan militer negeri-negeri Muslim adalah salah satu tindakan yang menunjukkan keseriusan untuk melindungi Muslim India. Sayang, hal itu tidak terjadi. Begitu pun saat kaum Muslim di Myanmar, Suriah, Palestina dan di belahan dunia lain ditindas.

Tragedi yang terjadi pada Muslim India ini melengkapi penderitaan yang menimpa umat Islam di wilayah India lainnya, yaitu Kashmir. Sejak 72 tahun yang lalu Muslim di Kashmir mengalami penculikan dan pembunuhan kejam yang dilakukan oleh tentara India. Sampai saat ini Muslim di Kashmir terus dizalimi.

Kekerasan fisik kepada umat Islam tak hanya terjadi di India, tetapi juga terus dialami oleh kaum Muslim di Turkistan Timur (Xinjiang), Myanmar, Suriah dan tentu di Palestina yang telah sekian puluh tahun menderita dijajah Israel yang didukung Amerika dan Eropa.

“Segala bentuk kejadian tersebut tidak akan terjadi jika umat islam mempunyai pelindung, yang akan mampu menjaga darah dan kehormatan kaum muslimin, itulah khilafah, karena tanpa Khilafah, kaum muslimin akan terus dinista”, tutur beliau

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Ust. Imron Rosadi menyampaikan bahwa umat islam dan dunia, saat ini butuh khilafah.

Sejak tanggal 3 Maret 1924 (bertepatan dengan 28 Rajab 1345 H), lebih dari 96 tahun lalu, Khilafah Islamiyah dihilangkan eksistensinya. Sejak saat itulah umat Islam terpecah dalam berbagai negara-bangsa. Masing-masing bangga dengan tanah air dan bangsanya.

Sejak Khilafah diruntuhkan, tetes darah umat Islam terus tertumpah tanpa perlindungan dan pembelaan sedikit pun.

Dengan semua penderitaan dan darah umat Islam yang tertumpah di berbagai belahan dunia saat ini, umat makin membutuhkan Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Yang akan mampu menjadi pelindung umat islam, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah saw.:

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Imam (Khalifah) itu laksana perisai. Kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim).

Beliau menegaskan bahwa masa yang mulia itu akan segera tiba karena memang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulullah saw.:

…ثُمّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
…Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian (HR Ahmad).

Acara ini dihadiri oleh :
1. Kyai Romli Abul Wafa
2. Ust. Muslim Zainulloh, S.Pd.
3. Kyai Muhammad Bajuri, S. Pd. I
4. Ust. Imron Rosadi
5. Ust. Hidayatulloh
6. Ust. Musyaffak
7. KH. Hamdan Zaini
8. Gus Huda Adlany, S. Ag.
9. Ust. Umar Faruq
Serta masih banyak tokoh lainnya.

Acara diakhiri tepat pukul 21.30 dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Al Mukarrom abah KH. Hamdan Zaini, acara berjalan dengan baik dan lancar serta penuh keakraban dan kekeluargaan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Tepat!! Ulama, Tokoh, dan Muballigh Parigi Moutong Tolak Permendikbudristek

Dari Sulawesi Tengah, tokoh umat berkumpul menolak aturan yang melegalkan seks bebas. Liberalisasi kehidupan dan …