Multaqa Ulama Aswaja Pasuruan: Khilafah Mewujudkan Ukhuwah yang Hakiki

Pasuruan, (shautululama) – Sabtu, 28 Desember 2019, bertempat di Musholla “AL MADHARI” Pasuruan, Alhamdulillah telah terselenggara acara MULTAQA ULAMA’ ASWAJA PASURUAN yang dimulai pukul : 19.30.

Acara ini dipandu oleh : Ustad Umar Faruq, diawali dengan pembacaan do’a istighosah yang dipimpin oleh Al Mukarrom Ustad Musyaffak.

Dalam kesempatan yang mulia tersebut Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Ustad Musyaffak selaku shohibut bait menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ‘Alim Ulama’, Kyai, Ustadz, tokoh masyarakat, serta para jama’ ah, yang hadir pada acara tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa sesungguhnya kaum Mukmin telah Allah SWT tetapkan sebagai saudara. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

Artinya : Sungguh kaum Mukmin itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) di antara kedua saudara kalian itu (TQS Hujurat [49]: 10).

Bahkan kuat atau lemahnya persaudaraan dengan sesama Mukmin menentukan kualitas keimanan seseorang Baginda Nabi saw. bersabda:

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Artinya : Belum sempurna iman seseorang sampai ia mencintai bagi saudaranya apa saja yang ia cintai untuk dirinya sendiri (HR Muslim).

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Ustadz Muslim Zainulloh, menyampaikan bahwa seruan “Selamatkan Muslim Uyghur!” beberapa hari ini terus bergema di media sosial di Tanah Air. Berbagai aksi juga digelar di sejumlah daerah. Termasuk di depan Kedubes Cina dan Konjen di Surabaya, mereka menyampaikan protes keras atas tindak represif terhadap Muslim UYghur.

Sayang, sejauh ini respon para pemimpin dunia Islam, termasuk Indonesia, terhadap persoalan Uighur amat lemah. Diduga kuat lemahnya sikap mereka karena Cina sudah menjalin hubungan ekonomi kuat, termasuk dengan Indonesia

Karena itu tentu ironi jika para penguasa Muslim malah membiarkan sesama Muslim ditindas dan dibunuh kaum kafir, sedangkan mereka menonton belaka. Tidak memberikan bantuan dan pembelaan. Bahkan mereka bersekutu dengan para penindasnya. Padahal Nabi saw. telah bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يُسْلِمُهُ

Artinya : Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain. Janganlah ia menzalimi dan menyerahkan saudaranya (kepada musuh) (HR al-Bukhari).

Padahal Allah SWT telah memerintah kita untuk menolong kaum Mukmin yang meminta pertolongan, sebagaimana firmanNya :

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ

Artinya : Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan (pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan (TQS al-Anfal [8]: 72).

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Gus Huda Adlany menyampaikan bahwa Umat Islam adalah ummatan wahidah (umat yang satu). Umat ini memiliki akidah dan syariah yang sama. Umat ini satu sama lain ditetapkan oleh Allah SWT sebagai ikhwah (saudara).

Umat Islam digambarkan Rasulullah Saw. ka al-jasad al-wâhid (laksana satu tubuh). Ukhuwah yang demikian kuat itu hanya akan dapat diwujudkan secara nyata ketika ada yang menyatukan umat dalam satu negara. Itulah Khilafah.

Sebaliknya, ketiadaan Khilafah, seperti saat ini, menyebabkan umat Islam tercerai-berai dalam banyak negara. Karena faktor nasionalisme, masing-masing negara sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Tak peduli dengan nasib saudaranya yang lain. Lihatlah penderitaan kaum Muslim akibat ditindas oleh kaum kafir di Palestina, Irak, Suriah, Myanmar, India dan tentu Xinjiang. Tidak ada satu pun penguasa negeri Islam yang mengirimkan pasukan untuk membela saudara-saudaranya itu.

Berbeda dengan saat ada Khilafah. Sebabnya, kata Rasulullah Saw.:

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Artinya : Imam (Khalifah) itu laksana perisai, kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim).

Semoga saja umat Islam di seluruh dunia segera bisa mewujudkan ukhuwah yang hakiki. Semoga mereka segera memiliki Khilafah, juga pemimpin pemberani yang mengayomi, seperti Khalifah Al-Mu’tashim Billah yang akan menaklukkan Amerika, Eropa, Rusia dan Cina; menyatukan berbagai negeri Islam; menjaga kehormatan kaum Muslim; dan menolong kaum tertindas.

Insya Allah, masa yang mulia itu akan segera tiba karena memang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulullah saw.:

ثُمّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian (HR Ahmad)

Acara ini juga dihadiri oleh :
1. Kiyai Muhammad Bajuri
2. Gus Rohibni Bashri
3. Ust. Musyaffak
4. Ust. Umar Faruq
5. Ust. Zainulloh
6. Ust. Imron Rosadi
7. Ust. Abdul Aziz Budiyanto
8. Gus Huda Adlny
9. Ust. Abd. Rozaq
10. Ust. Abd. Rozaq Zakariya
Serta masih banyak tokoh lainnya.

Acara diakhiri tepat pukul 21.30. dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Al Mukarrom Gus Rohibni, acara berjalan dengan baik dan lancar serta penuh kekeluargaan.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *