Multaqa Ulama Aswaja Pasuruan Jatim, Tegaknya (Kembali) Khilafah adalah Nash

Pasuruan, Jum’at 28 Februari 2020, bertempat di maktab “KOMUNITAS BENGKEL HATI” PASURUAN Alhamdulillah telah terselenggara acara MULTAQA ULAMA’ ASWAJA PASURUAN yang dimulai pukul : 15.30. acara ini dipandu oleh Ustad Abu Wafi diawali dengan pembacaan ummul kitab.

Dalam kesempatan yang mulia tersebut Shohibul fadhilah Al Mukarrom Ust. Abdullah, selaku shohibul bait sekaligus Ketua Komunitas Bengkel Hati menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ‘Alim Ulama’, Kiyai, Ustadz, tokoh masyarakat, serta para jama’ ah, yang hadir pada acara tersebut, dan tak lupa beliau juga menghimbau agar senantiasa istiqomah dijalan dakwah.

Sebagai pemateri pertama Shohibul Fadilah Al Mukarrom Ustadz Sugeng menyampaikan bahwa Kebaikan manusia di suatu negeri bergantung pada kesalehan para ulama dan keadilan umara (penguasa). Kerusakan mereka juga bergantung pada kerusakan para ulama dan keculasan umaranya. Pernyataan ini didasari oleh sabda Rasulullah Saw.

“Dua golongan manusia, jika mereka baik, akan baik seluruh manusia, dan jika ia rusak, akan rusak seluruh manusia. Mereka adalah para ulama dan umara.” (HR Ibnu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya).

Dan beliau menegaskan dengan mengutip dalam kitab Ihya’ Juz 2 halaman 357:

‎ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه ومن استولى عليه حب الدنيا لم يقدر على الحسبة على الأراذل فكيف على الملوك والأكابر والله المستعان على كل حال

_”Maka kerusakan rakyat itu karena kerusakan penguasa, dan rusaknya penguasa itu karena rusaknya para ulama. Dan rusaknya para ulama itu karena kecintaan pada harta dan kedudukan. Siapa yang terpedaya akan kecintaan terhadap dunia tidak akan kuasa mengawasi hal-hal kecil, bagaimana pula dia hendak melakukannya kepada penguasa dan perkara besar? Semoga Allah menolong kita dalam semua hal.”_

Dilanjut oleh Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Ustadz Fajar Shodiq menyampaikan bahwa peran umaro begitu penting, sehingga jika saat ini rakyat disibukkan dengan pembahasan _Omnibus Law._ yang mana _Omnibus Law_ ini semacam UU ‘sapujagat’ pasalnya _Omnibus Law_ menggabungkan beberapa peraturan substansi pengaturannya berbeda menjadi satu peraturan dalam payung hukum (UU).

Dengan adanya kepemimpinan diktator seperti ini beliau menegaskan bahwa bukti kebenaran tentang Hadist Dari Hudzaifah r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ  فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796))

Beliau berpesan, bagaimana cara menyikapi kepemimpinan diktator (al-Mulk al-jabri) yang semakin menindas umat. Agar melakukan muhasabah serta amar makruf nahi munkar terhadap mereka.

Dan beliau memberikan solusi agar keluar dari kondisi ini dengan senantiasa mendakwahkan fase berikutnya setelah fase kepemimpinan diktator (al-Mulk al-jabri) yaitu Khilafah ala minhaj nubuwwah, yang merupakan bisyarah dari Rasulullah Saw.

Terakhir beliau mendoakan agar supaya kita tetap istiqomah dan bisa melihat tegaknya daulah khilafah yang mengikuti manhaj kenabian yang kedua

Acara ini juga dihadiri oleh Ust. Sugeng, Ust Darmadi, Bpk Widhi Yasrul Ajmadi, SH, Ust Darmadi serta masih banyak tokoh lainnya.

Acara diakhiri tepat pukul 17.30 dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Al Mukarrom Ust. Sudarmadi acara berjalan dengan baik dan lancar.

Suasana semakin penuh keakraban dan kekeluargaan ketika salah satu juragan duren membawa dagangannya untuk disajikan kepada para hadirin peserta Multaqa Ulama Aswaja.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Saatnya Islam Gantikan Sistem Amoral dan Asusila, KH Misbah Halimi Sikapi Permendikbudristek No 30 Tahun 2021

Probolinggo, Jatim (shautululama) – KH. Misbah Halimi, M.Pd, Koordinator FKU Aswaja Jombang menjelaskan Islam siap …