Multaqa Ulama Aswaja Pasuruan, Jatim, Meneladani Nabi Saw dengan Terapkan Syariah Dibawah Naungan Khilafah

Pasuruan Jatim, (shautululama) – Alhamdulillah telah terselenggara Multaqa Ulama Aswaja Pasuruan Jatim, bertempat di Aula Sekretariat Al Fath Petahunan Pasuruan,
Rabu, 11 Desember 2019.

Hadir dalam acara tersebut, Para Kyai, Ustadz, tokoh masyarakat, antara lain: KH. Sofyan, Ustadz Yusuf Wibisono, SH, Ustadz H Rahmat, Ustadz Nur Hidayat, Ustadz Taufik dll.

Acara dipandu langsung oleh Ustad Nanang Setiawan tepat pukul 20.00, diawali pembacaan kalam ilahi oleh Ustadz Kamil.

Dalam kesempatan yang mulia tersebut shohibul fadhilah Ustad H. Ilham Sujudi, selaku shohibul bait menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tokoh, ‘Alim Ulama, Kyai, ustadz, tokoh masyarakat serta para jama’ah yang telah hadir pada acara tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa hadirnya Nabi Muhammad Saw, ke muka bumi ini merupakan rahmat dari Allah SWT, untuk hamba-hamba-Nya. Beliau Saw adalah sosok teladan paripurna, sebagai utusan Allah yang membawa risalah Islam sekaligus kepala negara Daulah Madinah Al Munawwaroh.

Shohibul fadhilah al mukarrom KH. Sofyan menegaskan bahwa pelecehan terhadap diri Rasulullah Saw tidak henti-hentinya dilakukan oleh orang-orang yang benci dengan kebangkitan Islam dan kaum muslimin. Belum selesai pelecehan yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri, muncul kasus berikut yaitu penistaan yang dilakukan oleh Muwafiq.

Beliau menyampaikan bahwa penistaan agama seperti menghina nabi Saw. dan islam akan senantiasa ada selama sistem yang diterapkan masih memberi ruang untuk itu. Oleh karna itu, sistem yang ada sekarang perlu diubah dengan sistem yang bersumber dari al Quran dan as Sunnah.

Shohibul Fadhilah Ustadz Yusuf Wibisono, memaparkan bahwa mereka para penghina Nabi Saw. Sudah selayaknya bagi mereka yang menghina Nabi Saw dihukum dengan hukuman mati, tegas beliau.

Shohibul Fadhilah Ustadz H. Rahmat, memaparkan mencintai Nabi harus dibuktikan dengan mencintai apa-apa yang dibawanya dan meninggalkan semua perkara yang dilarang.

Shohibul Fadhilah Ustadz Nur Hidayat, memaparkan bahwa meneladani Nabi Saw merupakan perkara pokok dalam kehidupan kita, bahkan kehidupan masyarakat dan negara. Mengaku meneladani Nabi Saw, tapi menolak ajaran beliau sama saja berdusta telah mengaku meneladani Nabi Saw namum mengingkari kebenaran.

Kewajiban meneladani Nabi Saw harus didasari oleh dalil naqli dan dalil aqli.
Dalam surat Al-Ahzab[33] : 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjabarkan bahwa ayat yang mulia ini merupakan perintah dalam mengikuti Rasulullah Saw dalam berbagai perkataan, perbuatan dan keadaan beliau.

Kewajiban meneladani beliau, juga dengan mengikuti uswatun khasanah tidak hanya dalam aspek ibadah dan akhlak, namun juga mengikuti beliau dalam membangun negara dengan menerapkan Syari’ah dibawah naungan Khilafah Islamiyah.

Shohibul Fadhilah Ustadz Taufik, memaparkan taat kepada Nabi Saw jaminan keberuntungan, siapa yang mencintai Nabi Saw, mereka akan dikumpulkan bersama beliau kelak di Surga-Nya.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpim oleh KH. Sofyan dilanjutkan dengan acara foto bersama. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, penuh keakraban dan kekeluargaan.

Wallahu a’lam bi al shawab.

About Shautul Ulama Media

Shautul Ulama - Media Seruan Ulama, menyeru kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar.

Check Also

Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Bukti Kegagalan dan Ketidakberdayaan Negara Menjunjung Nilai Agama, Moral dan Etika

Surabaya, (shautululama) – Selasa, 30 November 2021 bersama maraknya penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *